TMCBlog.com – Sob, Dari pesisir selatan Australia yang ikonik, Phillip Island, genderang perang WorldSBK musim 2026 resmi ditabuh lewat tes pra-musim hari pertama. Dan jujur saja, melihat timesheet hari ini, ada satu nama yang sepertinya masih berada di “planet” yang berbeda: Nicolo Bulega. Mari kita kupas tuntas apa saja yang terjadi di lintasan sepanjang hari pertama ini.
Bulega Dominan, Dominasi Panigale Baru Mulai Terlihat
Sejak sesi pagi hingga sore hari, Nicolo Bulega bersama Aruba.it Racing Ducati seolah tidak memberikan celah bagi pembalap lain untuk bernapas lega. Bulega mempertahankan posisi puncak dengan ritme yang sangat konsisten. Menariknya, Walau Panigale generasi terbaru tahun ini harus menggendong beban tambahan 1,5 kg, namun sepertinya regulasi belum mampu meredam kebuasan motor Bologna ini.
Di belakang Bulega, kejutan datang dari kolaborasi Italia-Jepang. Axel Bassani yang kini menunggangi Bimota merangsek ke posisi kedua, disusul oleh Alex Lowes dari tim VDS di posisi ketiga. Sementara itu, Gerloff yang memacu Kawasaki ZX-10RR berhasil mengamankan posisi keempat, tepat di depan Sam Lowes (Bimota) yang melengkapi lima besar.
Dominasi Ducati semakin terasa ketika kita melihat posisi 6 hingga 8 yang diisi oleh rombongan Panigale baru milik Lorenzo Baldassarri, Alvaro Bautista, dan Yari Montella. Baru kemudian di posisi 9 ada Jake Dixon (Honda) dan Xavi Vierge (Yamaha) yang mengunci 10 besar.
Nasib Pabrikan Jepang Lain & Krisis di BMW
Honda dan Yamaha terlihat masih terseok-seok. Yamaha R1 sepertinya sudah mencapai batas pengembangan maksimalnya (limit). Jika tren ini berlanjut, rumor mengenai kehadiran Yamaha V4R1 untuk ajang SBK mungkin bukan lagi sekadar isapan jempol, melainkan sebuah kebutuhan mendesak.
Namun, yang paling memprihatinkan adalah BMW. Pasca kepergian Toprak Razgatlioglu, tim pabrikan Jerman ini seolah kehilangan arah. Meskipun kini diperkuat oleh Miguel Oliveira dan Danilo Petrucci, keduanya gagal menembus posisi 10 besar. Mengingat BMW (bersama Ducati) adalah motor dengan teknologi paling canggih di grid, hasil ini tentu tidak bisa diterima dengan alasan “adaptasi” semata.
Tes akan berlanjut besok. Pertanyaan besarnya: Apakah ada yang mampu menggoyang dominasi Nicolo Bulega? Jika performa hari ini menjadi acuan, Bulega sudah terlihat seperti juara dunia bahkan sebelum musim dimulai. Kita tentu berharap pembalap lain, terutama dari kubu Kawasaki dan Bimota yang sedang naik daun, bisa memberikan perlawanan agar musim 2026 tidak menjadi “One Man Show”. Pantau terus TMCBlog untuk update hari kedua besok!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Tanpa Toprak
JALAN BULEGA SEMAKIN MULUS
makin ngga seru !
Honda adem ayem di WSBK,gak jurdun gak masalah ,yg penting jualan lancar
Andai toprak dapet tim & motor yg kompetitif di moto GP.. mungkin dia bisa meramaikan posisi 10 besar… Sayang dia pilih yamaha dengan segala masalahnya
Pilihannya cuma di H tapi harus setahun di wsbk dulu baru 2027 ke motogp atau ke Y langsung motogp, dan pilihannya salah?
Saat ini umurnya 29 tahun, oktober nanti sudah 30 tahun, mau jadi rookie motogp umur 30 tahun?
Pecah rekor dong sebagai rookie tertua. Kondisinya sekarang memang sulit tapi saya rasa rookie terbaik akan tetap jadi miliknya.
Kang Chantra sama Bang Iannone kamana ya?
Chantra oplas, Iannone naik harley
Pembalap kesayangan om A turun kelas
Sayang sekali king chantra cidera. Semoga lekas sembuh, pembalap kesayangan SEA.
Yamaha V4R1 ??? pasti akan hadir ketika mesin V4 mereka gk meleduk di lintasan moto Gp .
Yasalam 😁
Status fresh graduate MotoGP sekarang udah ga pengaruh,Miguel ga ada taringnya samasekali gitu padahal dapat lungsuran motor juara dunia
makin ngebuktiin fresh graduate motogp yg masuk ke wsbk akhirakhir ini memang buangan aja, cuma selama ini ditiup tiup fans nya yg ga percaya realita
seperti yang dibilang toprak, mereka mungkin kompetitif jika mrnggunakan ducati
Aloivera di mgp juga pembalap biasa aja sih jadi ya…..salam, apalagi hasil buruknya bersama pramac yam kemarin
ga harus selalu v4r1 lah. Inline 4 gen terakhir aja dulu turunin di wsbk. Itu kan r1 skrg turunan dari m1 tahun berapa coba..
Fireblade aja develop terus kok diajang lain harum namanya walau di wsbk seakan ga bernapas.
Heran kalo yamama sekarang sulit bersaing, berarti Honda cm jadi pelengkap di WSBK dong, anggap aj sudah gak mungkin jurdun
Itu Panigale V4R terbaru emang ga salah pake double swingarm, sebelum nya pake single sider aja acak-acak kompetitor
Kalo R1 harus ngrubah mesin terus CBR RR R harus ngapain lg cb,10 tahun lebih gak jurdun gak malu sesama jepun
Itu tripel R 10 tahun lebih gak jurdun gak malu ap,kalah SM pabrikan jepun lainnya