TMCBLOG.com – Sob, Kali ini kita akan membedah hasil tes pra-musim Moto3 di Sirkuit Jerez yang baru saja berakhir. Fokus utama kita tentu saja melihat peta kekuatan secara umum serta menyoroti progres luar biasa dari pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama Yang menadi Honda tercepat ke-5.
Analisis Umum: Dominasi KTM dan Ancaman Honda Leopard
Secara keseluruhan, tes Jerez hari kedua (Ahad) menunjukkan lonjakan pace yang luar biasa dibandingkan hari Sabtu. Faktor cuaca yang sangat mendukung—suhu musim semi yang hangat dan cerah—menjadi kunci para pembalap mampu mengeksplorasi limit motor mereka.
Maximo Quiles (Aspar KTM) menjadi bintang utama dengan menjadi satu-satunya pembalap yang menembus angka 1 menit 43 detik. Ini menunjukkan bahwa Quiles, yang merupakan peraih perunggu Moto3 musim 2025 lalu, masih menjadi favorit terkuat untuk perebutan gelar juara dunia tahun ini.
Namun, yang menarik untuk dicermati adalah kompetitifnya Honda melalui tim Leopard Racing. Adrian Fernandez dan Guido Pini mampu menempel ketat barisan depan KTM dengan selisih yang sangat tipis (hanya sekitar 0,124 detik). Artinya, pertarungan engine antara KTM dan Honda di kelas ringan ini akan tetap sengit saat musim dimulai di Thailand nanti.
Progress Veda Ega Pratama: Memangkas 1,7 Detik!
Mari kita bahas poin yang paling krusial bagi pebalap kita: Veda Ega Pratama. Berdasarkan data resmi yang dihimpun dan tmcblog coba kunyah-kunyah, Selain hanya berjarak 1,038 detik dari Quiles, Veda menunjukkan grafik peningkatan yang sangat tajam dan positif selama dua hari pengetesan di Jerez.
Poin Analisis Veda Ega:
-
Laptime Improvement: Veda berhasil memangkas waktu sebesar 1,7 detik ( TEPATNYA 1,656 DETIK ) dari hari pertama ke hari kedua. Dalam dunia balap Moto3, memotong 1,7 detik adalah pencapaian yang masif.
-
Adaptasi Cepat: Meskipun hari Sabtu sempat diwarnai kondisi berangin, Veda mampu memanfaatkan kondisi Ahad yang sempurna untuk memperbaiki riding style dan setup motornya.
-
Gap dengan Lead Group: Meskipun Quiles mencetak 1:43-an, lonjakan performa Veda menunjukkan ia semakin memahami karakteristik ban dan sasis Moto3 yang jauh lebih kaku dibanding motor yang ia gunakan sebelumnya.
Peningkatan 1,7 detik ini memberikan sinyal kuat bahwa Veda bukan sekadar “pelengkap” di grid. Jika kita melihat rookie lain seperti Leo Rammerstorfer yang melahap 93 lap namun masih tertinggal 1,8 detik dari posisi teratas, Veda berada pada jalur (track) yang benar untuk menjadi penantang poin di seri-seri awal.
Tes Jerez ini menjadi penutup rangkaian persiapan di Eropa sebelum seluruh logistik diterbangkan ke Buriram, Thailand. Kenaikan tempo permainan di Tes Jerez hari Ahad sangat gila—bayangkan, catatan waktu tercepat hari Sabtu (Alvaro Carpe, 1:44.980) bahkan tidak akan masuk dalam 15 besar di hari Ahad.
Buat Veda Ega Pratama, modal memangkas 1,7 detik adalah suntikan kepercayaan diri yang luar biasa. Sirkuit Buriram yang akan menjadi seri pembuka dalam 12 hari ke depan memiliki karakteristik yang lebih akrab bagi pembalap Asia, dan ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Veda.
Progres Step by Step Veda di Jerez sangat logis dan terukur. Ia tidak memaksakan fastest lap sejak awal, melainkan membangun feel secara bertahap hingga puncaknya meledak di hari kedua. Good job, Veda!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






Juosss.. Semoga konsisten di depan Uriarte
Mantab belalang sembah!
Mitani ga nge track?jadi ga ada perbandingan
Masih harus di tingkatkan si,musim ini sepertinya quiles akan mendominasi,yg bisa nempel paling rider leopard racing sama KTM ajo carpe/uriarte
Veda kalo mau naik podium harus bar bar di setiap race nya
Hanya rios sesama seangkatan dn penunggang honda yg ada di atasnya bhkan uriarte yg slalu di atas veda skrg sdikit di bwah pdhl pakai ktm… Smoga ini sinyal positif gassss puollllll veda
kemarin dibawah uriarte, hari ini diatsanya, alhamdulillah, semoga lebih baik seiring berjalannya musim, good luck veda
Mantap…diatas akamsi uriarte
Semoga bisa masuk top 15
Ngeri ya ktm
Semoga veda bisa semakin cepat lagi supaya bisa bersaing dengan duo pembalap leopard racing seperti taiyo furusato dulu.
Leopard ada di atas semua, team bisa menghasilkan performa motor lebih baik.
Ini latihan, kita tidak tahu pembalap lagi ngapain tapi levelnya ajo jelas bukan remeh.
semoga veda bisa lanjut di moto3 di musim keduanya nanti dengan masuk tim lain, tim OG yang bisa menempa lebih lagi dengan support OG nya
merk lain udah malas ikutan
Wak, kalau ga sibuk bahas pace nya, coba bandingin dengan pace pembalap lain. Kalau ga salah veda di run 8 yang dapet fastet lapnya. Jauh ga lap rata-rata nya sama front runners?