TMCBLOG.com – Sob, Ada sebuah kabar yang cukup mengejutkan sekaligus berpotensi menjadi “gempa tektonik” di industri desain roda dua dunia, khususnya bagi para fans pabrikan asal Mattighofen, Austria. Setelah menjalin kemitraan selama 35 tahun yang sangat ikonik, KTM resmi memutuskan untuk berpisah jalan dengan Kiska Design.
Mari kita bedah apa dampaknya bagi desain motor-motor KTM ke depan dan mengapa langkah ini diambil.
End of an Era: 35 Tahun Identitas “Ready to Race”
Sejak era 90-an, hampir tidak mungkin memisahkan identitas visual KTM dengan sentuhan dingin Gerald Kiska. Garis desain yang serba tajam (sharp), radikal, dan terkadang “out of the box” adalah hasil buah pikir Kiska Design. Namun, KTM kini memilih untuk melakukan internalisasi dengan membangun pusat desain sendiri di Salzburg.
Langkah ini bukan sekadar pergantian vendor, melainkan perubahan paradigma strategis. KTM ingin memegang kontrol kreatif penuh di bawah satu atap perusahaan demi menyelaraskan garis desain dengan strategi industrial dan komersial grup secara lebih cepat.
Faktor di Balik Perpisahan: Restrukturisasi dan Efisiensi
Kenapa sekarang? Ada beberapa poin krusial yang melatarbelakangi keputusan berani ini:
-
Pengaruh Bajaj Mobility: Sebagai pemegang saham signifikan, grup asal India ini sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk rencana pengurangan 500 tenaga kerja. Internalisasi desain dianggap sebagai langkah efisiensi untuk mengurangi biaya tetap (fixed costs).
-
Kecepatan Reaksi Pasar: Dengan memiliki tim desain internal, KTM berharap proses pengambilan keputusan bisa lebih singkat. Di era elektrifikasi dan digitalisasi yang serba cepat, birokrasi antara pabrikan dan studio eksternal dianggap bisa menghambat akselerasi produk baru.
-
Kondisi Finansial Kiska: Kiska Design sendiri kabarnya sedang mengalami masa sulit. Dengan 160 karyawan dan ketergantungan pendapatan hingga 50% dari KTM, mundurnya KTM menjadi pukulan telak. Apalagi setelah adanya akuisisi mayoritas oleh Loxone pada 2025 lalu untuk menyelamatkan stabilitas keuangan mereka.
Potensi Hilangnya Karakter “Menajam” di Masa Depan?
Ini adalah pertanyaan besar bagi para antusias. Kiska Design-lah yang melahirkan wajah-wajah ikonik seperti lampu split pada Duke series atau siluet agresif RC series.
-
Risiko Desain yang “Aman”: Analis industri khawatir bahwa tanpa perspektif independen dari studio luar seperti Kiska, desain KTM di masa depan mungkin akan menjadi lebih “mainstream” atau terlalu mengikuti aturan korporat yang kaku.
-
Nasib Husqvarna: Jangan lupa, Husqvarna juga sangat bergantung pada Kiska (ingat desain clean nan futuristik pada Svartpilen/Vitpilen). Jika KTM menarik diri, Husqvarna berada di persimpangan jalan: ikut masuk ke internal desain KTM atau tetap mencoba bertahan dengan kolaborasi eksternal.
Namun, transisi ini tidak akan terjadi dalam semalam. KTM mengonfirmasi bahwa mereka masih akan melibatkan Kiska untuk beberapa proyek strategis selama fase start-up departemen internal mereka. Jadi, DNA Kiska mungkin masih akan terasa dalam 2-3 tahun ke depan.
Evolusi atau Kemunduran Estetika?
KTM sedang bertransformasi dari sekadar produsen motor menjadi entitas teknologi yang terpusat. Dengan memindahkan pusat desain ke Salzburg, mereka ingin memastikan setiap lekuk motor mereka seirama dengan visi bisnis global mereka.
Tantangannya berat: Dapatkah tim internal KTM mempertahankan karakter “The Beast” yang agresif tanpa sentuhan tangan dingin Gerald Kiska? Ataukah kita akan melihat KTM yang lebih kalem dan pragmatis di masa depan?
Kiska Design kini harus berjuang mencari klien baru untuk mengisi kekosongan 50% pendapatan mereka, sementara KTM harus membuktikan bahwa pusat desain baru mereka bisa menghasilkan karya yang lebih revolusioner.
Bagaimana menurut sobat sekalian? Apakah sobat lebih suka KTM dengan desain tajam ala Kiska, atau justru berharap KTM tampil dengan wajah baru yang lebih segar dari tangan desainer internal mereka sendiri? Silakan tulis pendapatnya di kolom komentar. Semoga bermanfaat!
Taufik of Buitenzorg | @tmcblog






Saatnya desain Bajaj beraksi nehi
Capek juga baca tulisan warna kuning
Kalau boleh bilang, karakter desain dari kiska ini bukanlah selera saya. Tajam tapi kaku, sulit untuk mencerna bahasa desain mereka sebenarnya ingin mengungkapkan apa?
Apalagi harus berhadapan dengan roda yang bentuknya selalu bulat, alhasil desain terlihat mati.
Aslinya desain2 ktm ini unik tapi kebanyakan bukan selera pasar kek indo, krena indo terbiasa dgn desain jepang,
Kiska out tumbarmirijahe masuk….sami mawon, bukan slera kbnyakan orang trmasuk saya
Desain Kiska itu bener bener tidak umum, out of the box, sangat disayangkan Kiska berpisah dari KTM, KTM yg sekarang sangat berkarakter
Vijay design masuk
Tapi CC kecilnya kayaknya udah dr lama bukan dr Kiska design deh,palingan Yg terakhir RC yg versi platipus
kayaknya ki sanak betul…yg RC Platipus jempol menurut saya…
Bener kiska identik dengan ktm keseluruhan designnya.
Keren, tapi di divisi duke doang.
itu design fairing fairingan berapa generasi belakangan India banget gitu ya kesel juga
Akan berselera India….
Pada pesimis desain india masuk, maaf ya motor india yg sport masih diatas indo, baik merk lokal maupun eropa
India ternoda pada desain motor matik, tapi ini bicara bukan motor matik
Setuju. Untuk genre motor batangan desain indihe masih masuk lah untuk selera kebanyakan. Mau yang fairing, naked, touring. Kalau matik, ya emang fans die hardnya saja yang muja
Desain serba menyudut kaya’ kardus dilipat bakal ilang dong?
Harusnya udah ketebak ga sih setelah ktm jual 71% sahamnya di kiska dan dibeli loxone. Tp sampe sekarang kiska masih punya saham 50% di ktm technologies gmbh.
client Kiska sekarang kayanya CF-Moto dr Tiongkok