Blak-Blakan Jack Miller : Kenapa Balapan di Adelaide Lebih “Ramah Kantong” dan Mudah bagi Fans ketimbang Phillip Island!

TMCBLOG.com – Sob di tengah keberatan dan kekecewaaan Para Legenda MotoGP dari Australia seperti Casey Stoner dan Gardner,  Dalam sebuah acara presentasi layout sirkuit jalan raya Adelaide yang dihadiri oleh Direktur Olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta, pembalap kebanggaan Aussie, Jack Miller, memberikan pandangan Pribadinya yang sedikit berbeda  mengenai perbandingan antara Adelaide dan sirkuit legendaris Phillip Island.

Meskipun para pembalap sangat memuja karakter flow Phillip Island, Miller menyoroti satu fakta pahit: Phillip Island sangat mahal dan sulit diakses oleh fans rata-rata.

1. Masalah Keamanan: Kepercayaan Penuh pada Data

Sebagai sirkuit yang akan menggunakan konsep jalan raya, aspek keselamatan tentu jadi pertanyaan besar. Namun, Miller yang hadir dengan wearpack Pramac hitam polos, menyatakan keyakinannya pada perhitungan Carlos Ezpeleta.

Miller menjelaskan bahwa Dorna memiliki database kecelakaan dan sensor G-Force yang sangat lengkap dari setiap wearpack pembalap.

“Kami duduk setiap Jumat sore dalam pertemuan komisi keselamatan. Mereka punya pengetahuan luar biasa soal kedalaman gravel, ukuran batu, hingga jarak pengereman. Saya percaya penuh pada perhitungan mereka; tidak akan ada tembok beton atau airfence yang bisa kami sentuh dalam kondisi kecelakaan normal,” papar Miller.

2. Dilema Ekonomi: “Lebih Murah Nonton ke Malaysia!”

Inilah poin paling krusial yang diangkat oleh “JackAss”. Miller menyoroti betapa beratnya beban finansial bagi sebuah keluarga di Australia jika ingin menonton balapan di Phillip Island.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, Miller membedah estimasi biayanya:

  • Logistik: Harus terbang ke Melbourne, sewa mobil, lalu menyeberang ke pulau.

  • Akomodasi: Harga sewa rumah di Phillip Island saat pekan balap melonjak tajam.

  • Total Biaya: Bisa mencapai $6.000 hingga $7.000 (sekitar Rp 60-70 jutaan) untuk satu keluarga.

“Sangat sulit bagi keluarga muda untuk membawa anak-anak mereka menonton ke sana. Kenyataannya, jauh lebih murah terbang ke Malaysia (Sepang) untuk nonton MotoGP karena sirkuitnya tepat di samping bandara, daripada harus ke Phillip Island,” ungkap Miller dengan jujur.

3. Adelaide: Aksesibilitas “Fly-In, Fly-Out”

Berbeda dengan Phillip Island yang terisolasi, Adelaide menawarkan konsep Urban Race. Miller menilai akses yang ditawarkan Adelaide akan fenomenal karena:

  • Lokasi di Tengah Kota: Fans bisa cukup berjalan kaki dari hotel atau pusat kota menuju sirkuit.

  • Transportasi Mudah: Dekat dengan bandara, memungkinkan fans untuk terbang, nonton, dan langsung pulang.

  • Cuaca yang Lebih Bersahabat: Phillip Island terkenal dengan angin selatan yang sangat dingin dan cuaca yang tidak menentu. Sementara di Adelaide, pada bulan November, fans bisa menikmati “panas asli Australia” yang lebih stabil.

Sedih tapi Realistis

Miller mengakui bahwa para pembalap pasti akan merindukan sensasi membalap di Phillip Island yang menantang. Namun, demi keberlangsungan olahraga dan jumlah penonton, transisi ke Adelaide dianggap sebagai langkah yang sangat menarik bagi Australia secara umum.

TMCBlog melihat bahwa langkah MotoGP mulai melirik sirkuit perkotaan (street circuit) yang lebih dekat dengan fans adalah strategi global untuk meningkatkan engagement penonton secara langsung, mirip dengan apa yang dilakukan Formula 1 saat ini.

Kami akan terus memantau perkembangan pembangunan sirkuit Adelaide ini. Kira-kira, kalau benar-benar pindah ke Adelaide, apakah atmosfer “The Island” yang magis itu bisa tergantikan? Silahkan tulis pendapat Bro sekalian di kolom komentar!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

19 COMMENTS

  1. Diteplok duit sama Pemda dan Liberty,lagian palingan pas pindah ke Adelaide Miller udah ga balap di MotoGP,jadi ya cuek ae

  2. pasti bakal ada penggusuran area perumahan buat run off .
    gak mungkin nggak. kecuali tetap mau seperti sirkuit magny cours prancis yg ada tembok bodoh yg bikin pebalap cidera seperti toprak.

  3. ” Mereka punya pengetahuan luar biasa soal kedalaman gravel, ukuran batu, hingga jarak pengereman ”
    Nyatanya Marc jadi korban gravel juga pdhl bukan di sirkuit baru lo

  4. Sekalinya highside paling cuma nyangkut di pager, klo lowside kelindes doang, emang klo udah ada bumbu bumbu perduitan emang nyawa juga bisa dinomor sekiankan, penting cuan cuan cuan.

  5. Gp jepang Pindah ke Suzuka lagi dong? Karena fans lokal pasti lebih akrab dgn sirkuit Suzuka yg sering adakan event balap daripada Motegi yg harus naik bukit dulu buat kesana.
    Buriram juga, PM Thailand kudu mikir keras tuh gimana bikin sirkuit MotoGP di daerah Bangkok yg udah padat bangunan

  6. Jadi gitu ya gaes. Jangan percaya begitu saja kerja di ausie pasti gajinya bisa buat beli apa saja. Bahkan orang ausi saja mengaku, plesiran di sana mahal dan ngga kejangkau UMR.

  7. indo juga harusnya ditengah area atau daerah yang kejangkau dan terjangkau, ada opsi nonton di bukit gitu yang pahe cocok buat ngopi sambil nonton, pasti rame. jika acuannya rame, mau ga mau ya harus di pulau padat penduduk, bukan di pulau wisata imho.
    semog liberty juga lihat ini di sirkuit indo

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP