Kenapa Bulega dan Sam Lowes Pakai Helm Polos di WorldSBK Phillip Island 2026? FRHPhe-02 Jadi Jawabannya!

TMCBLOG.com – Hari pertama seri pembuka WorldSBK musim 2026 di Sirkuit Phillip Island, Australia, langsung menyuguhkan pemandangan yang cukup unik dan mengundang tanda tanya di kalangan petrolhead maupun pengamat helm. Jika sobat jeli melihat tayangan dua sesi Free Practice Jumat, ada yang aneh dengan penampilan juara dunia bertahan Nicolò Bulega dan juga pebalap kawakan Sam Lowes.

Biasanya, Bulega tampil mentereng dengan grafis khas di helm KYT-nya, begitu juga Sam Lowes dengan brand Suomy. Namun, di hari pertama ini, keduanya tertangkap kamera menggunakan helm dengan warna hitam polos (blank) tanpa ada satu pun logo brand helm yang menempel. Wah, ada apa ini? Apakah putus kontrak? Ternyata bukan itu alasannya, sob!

Masalah Homologasi FIM FRHPhe-02

Usut punya usut, fenomena “helm siluman” ini berakar dari regulasi keselamatan terbaru dari FIM, yakni FRHPhe-02 (FIM Racing Homologation Programme for helmets – Phase 2).

Seperti yang pernah TMCBlog bahas sebelumnya pada artikel jelang seri MotoGP 2026 (bisa cek di link ini), FIM mulai mewajibkan standar homologasi fase kedua ini untuk seluruh kejuaraan dunia balap motor di bawah naungan mereka. Standar FRHPhe-02 ini jauh lebih ketat dibandingkan fase pertama (01), dengan pengujian yang lebih detail terhadap benturan miring (oblique) dan perlindungan terhadap cedera otak traumatis.

Kenapa KYT dan Suomy Belum Muncul?

Hingga sesi latihan di Phillip Island dimulai, nampaknya brand KYT dan Suomy (yang secara manajemen masih satu grup) belum berhasil merampungkan proses homologasi laboratorium untuk ukuran atau model spesifik yang digunakan oleh Bulega dan Lowes untuk standar FRHPhe-02 ini.

Sobat bisa bayangkan, proses ini melibatkan pengujian ribuan helm di laboratorium Universitas Zaragoza, Spanyol. Jika ukurannya belum lulus uji, maka pebalap dilarang keras menggunakannya di lintasan balap resmi FIM.

Karena alasan keselamatan dan aturan teknis yang kaku (scrutineering), Bulega dan Sam Lowes pun harus “mengungsi” sementara. Mereka terpaksa menggunakan helm dari brand lain yang SUDAH lolos homologasi FRHPhe-02 (kemungkinan besar Arai atau Shoei yang sudah lebih dulu ready), namun dengan syarat: Seluruh logo brand harus ditutup atau dicat polos.

Hal ini dilakukan untuk menghormati kontrak yang masih berjalan dengan sponsor helm asli mereka (KYT & Suomy), meskipun secara teknis mereka sedang memakai pelindung kepala merk tetangga.

Bukan Hal Baru, Tapi Cukup Merepotkan

Kejadian seperti ini sebenarnya juga menghantui beberapa pebalap di kelas MotoGP. Seperti yang TMCBlog pantau, beberapa pebalap masih menunggu surat “sakti” dari FIM agar helm mereka bisa legal digunakan saat seri perdana nanti.

Bagi pabrikan helm, ini adalah perlombaan melawan waktu. Selain harus memastikan keamanan tingkat tinggi, mereka juga harus mengurus birokrasi homologasi yang tidak sebentar. Bagi pebalap, ini soal kenyamanan. Memakai helm merk lain yang bentuk shell dan inner-nya berbeda tentu butuh adaptasi lagi, terutama soal aerodinamika di kecepatan lebih dari 300 km/jam.

Kita tunggu saja sob, apakah saat Race nanti, proses homologasi KYT dan Suomy sudah rampung sehingga kita bisa melihat kembali grafis keren Bulega dan Lowes di lintasan. Kalau belum, ya siap-siap saja melihat aksi “pebalap tanpa brand helm” lebih lama lagi di Phillip Island. Silahkan dikunyah-kunyah infonya, dan semoga bermanfaat!

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

4 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP