P13 Untuk Aldi Satya Mahendra ditengah Kemenangan Masia Race 1 WorldSSP Phillip Island 2026

TMCBlog – Sob, selain kelas utama WorldSBK, ajang pembuka musim 2026 di Phillip Island juga menyajikan drama luar biasa di kelas WorldSSP. Fokus kita tentu tertuju pada pembalap kebanggaan Indonesia, Aldi Satya Mahendra, yang harus berjuang ekstra keras di Race 1 kali ini.

Masia Dominan, Sejarah bagi Oli Bayliss

Balapan pertama musim 2026 ini menjadi panggung bagi Jaume Masia (Orelac Racing VerdNatura). Memacu Ducati Panigale V2, pembalap asal Spanyol ini menunjukkan power motornya yang superior di trek lurus Phillip Island. Masia berhasil finis dengan keunggulan lebih dari 5 detik, mengulangi sukses penutup musim 2025-nya.

Di posisi kedua ada pembalap Jerman, Philipp Oettl, disusul oleh pebalap ‘akamsi’ Oli Bayliss yang meraih podium ketiga. Bayliss mencetak sejarah sebagai pembalap Australia termuda yang meraih podium WorldSSP, sekaligus mengakhiri puasa podium Australia di kelas ini sejak 2017.

Perjuangan Militan Aldi Satya Mahendra

Namun, sorotan tmcblog juga tertuju pada comeback yang dilakukan oleh Aldi Satya Mahendra. Seperti yang kita ketahui, Aldi harus menelan pil pahit saat sesi Superpole kemarin karena mengalami crash. Insiden tersebut memaksanya harus memulai balapan dari posisi grid belakang (buncit).

Memulai balapan dari barisan belakang di Phillip Island bukanlah perkara mudah, apalagi dengan angin kencang khas pesisir Australia. Namun, Aldi menunjukkan mentalitas juara:

  • Start Efektif: Aldi berhasil menghindari kekacauan di tikungan pertama dan mulai merangkak naik. Ia mampu merangsek ke posisi 15 pada lap pembuka.

  • Memanfaatkan Attrition: Balapan ini diwarnai banyak insiden jatuh, termasuk Tom Booth-Amos, Valentin Debise, dan Lucas Mahias. Aldi tetap tenang dan menjaga ritme balapnya.

  • Overtake Konsisten: Lap demi lap, Aldi berhasil melewati pembalap di depannya. Meskipun tertinggal jauh dari grup depan yang diisi oleh Masia dan Bayliss, Aldi terus menekan hingga akhirnya berhasil mengamankan Posisi ke-13 (P13) saat menyentuh garis finis.

Finish di posisi ke-13 setelah start dari baris belakang dan mengalami crash di hari sebelumnya adalah hasil yang patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa secara pace, Aldi sebenarnya mampu bersaing di zona poin atau bahkan 10 besar jika memulai balapan dari posisi yang lebih ideal.

Poin yang diraih di Race 1 Rider berjuluk “El’ Dablek” yang kini membela AS Racing Team ini sangat krusial sebagai modal kepercayaan diri menghadapi Superpole Race dan Race 2 besok. Jika Aldi bisa mendapatkan set-up yang lebih nyaman dan menghindari kesalahan di awal, bukan tidak mungkin ia bisa merangsek ke barisan depan.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

4 COMMENTS

  1. El da Black yok bisa yok, motor racikan timnya punya potensi kok,teammate dia arenas aja bisa P4

    • kalau posisi startnya ada di 15 atau 10 besar pasti bisa sesekali ngacak kedepan seperti musim lalu, eeh sayangnya musim lalu cidera parah dia pas udah di klasemen top 10, semoga musim ini lebih beruntung nih Aldi, aamiin

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP