TMCBLOG.com – Kabar panas kembali berhembus dari paddock MotoGP pasca gelaran GP Thailand di Buriram akhir pekan lalu. Fokus utama bukan hanya soal siapa yang menang, tapi soal masa depan sang mega bintang WorldSBK yang baru saja menjalani debutnya di kelas para raja, Toprak Razgatlioglu.
Meski baru seumur jagung mencicipi atmosfer MotoGP bersama Pramac Yamaha, sang manajer yang dikenal “keras,” Kenan Sofuoglu, sudah memberikan pernyataan tegas mengenai peta jalan karier Toprak di tahun 2027.
99% Tetap di Pramac, Menepis Rumor Tim Pabrikan?
Sobat sekalian, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa Toprak hanya akan menjadikan Pramac sebagai “batu loncatan” singkat untuk segera naik ke tim pabrikan (Monster Energy Yamaha) pada 2027. Namun, Kenan Sofuoglu justru mendinginkan suasana dengan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Menurut Kenan, kemungkinan Toprak untuk tetap bertahan di Pramac Yamaha pada 2027 mencapai angka 99%. Kenapa hal ini menarik? Karena di tahun 2027, Yamaha sedang melakukan perombakan besar-besaran di tim internal mereka.
“Rencana awal kami tetap bersama tim yang sekarang (Pramac). Saya 99% yakin Toprak akan bertahan di sini ( PRAMAC) tahun depan (2027), karena kami merasa senang dan bekerja dengan sangat baik di struktur ini,” ungkap Kenan Sofuoglu.
Peta Kursi Yamaha 2027: Martin Masuk, Quartararo Keluar
Untuk memahami mengapa Toprak tetap di Pramac, kita harus melihat konstelasi pembalap Yamaha di tahun 2027:
-
Fabio Quartararo: Sudah dipastikan akan hengkang menuju Honda.
-
Jorge Martin: Sudah resmi diamankan Yamaha untuk mengisi satu kursi di tim pabrikan.
-
Kursi Kedua Pabrikan: Inilah yang menjadi teka-teki. Yamaha sempat mengincar Pecco Bagnaia namun ditolak. Kini radar mereka mengarah ke Luca Marini atau opsi mencari talenta muda dari Moto2 (mencari the next Quartararo).
Dengan situasi tersebut, Kenan melihat bahwa stabilitas di Pramac jauh lebih berharga bagi Toprak untuk saat ini. Pramac bukan lagi sekadar tim satelit biasa; mereka memiliki struktur berkualitas tinggi yang mampu memberikan dukungan teknis setara pabrikan.
Debut Buriram yang Menjanjikan
Meskipun secara hasil finis di posisi ke-17 di GP Thailand terdengar biasa saja, namun bagi seorang rookie yang baru pindah dari motor produksi massal ke motor prototipe, catatan Toprak tidak bisa dipandang sebelah mata.
-
Jarak: Finis 39 detik di belakang pemenang.
-
Prestasi: Berhasil finis di depan rekan setimnya yang jauh lebih berpengalaman, Jack Miller.
Hal ini membuat manajemen Yamaha merasa sangat puas. Yamaha sadar mereka memiliki permata dalam diri Toprak. Proyek ini bukan proyek instan, melainkan investasi jangka panjang menuju regulasi baru di masa depan.
Secara logis, langkah Kenan Sofuoglu ini cukup cerdik. Membiarkan Toprak di Pramac pada 2027 memberikan waktu bagi pembalap asal Turki tersebut untuk benar-benar menguasai karakteristik ban Michelin dan sasis MotoGP tanpa tekanan besar dari tim pabrikan.
Apalagi kontrak Toprak bersifat terbuka (open contract). Meskipun Kenan menyebut 99% bertahan di Pramac, ia tidak menutup pintu jika tiba-tiba ada urgensi dari tim pabrikan. Namun, untuk saat ini, kenyamanan kerja di Pramac menjadi prioritas utama.
So, apakah menurut kalian Toprak lebih baik segera pindah ke tim pabrikan di 2027 mendampingi Jorge Martin, atau tetap di Pramac seperti kata Kenan? Silakan tuliskan pendapat sobat di kolom komentar.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




