TMCBlog.com – Sobat sekalian, ada kabar yang cukup mengejutkan sekaligus menjadi perhatian besar bagi ekosistem MotoGP dunia. Baru-baru ini, sebuah laporan dari media Spanyol El País memberikan update yang cukup mengkhawatirkan mengenai masa depan salah satu seri pembuka paling ikonik, yakni MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail untuk musim 2026.
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, secara blak-blakan memberikan pernyataan yang mengindikasikan bahwa penyelenggaraan GP Qatar 2026 berada dalam posisi yang sangat sulit. Apa penyebab utamanya? Tidak lain dan tidak bukan adalah eskalasi konflik geopolitik yang tengah membara di kawasan Timur Tengah.
Kutipan Langsung Carmelo Ezpeleta
Lebih lengkapnya Carmelo Ezpeleta, CEO MotoGP, berbicara kepada media di acara Estrella Galicia bersama Marc Márquez, Diogo Moreira, dan José Antonio Rueda, tiga juara 2025. Di sana, eksekutif tersebut menjelaskan situasi saat ini. “Tetap tenang. Kami selalu punya rencana B. Kita harus menunggu; saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi.
” Kami telah berbicara dengan Qatar sejak kejadian hari Ahad. Dari situ, kami akan membuat keputusan. Kemungkinan kecil kami akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi. Ini sangat sulit. Pergi ke tempat lain, itu sudah pasti,” katanya.
Pihak eksekutif sudah mempertimbangkan perubahan tanggal, karena bisa dijadwal ulang untuk akhir musim, seperti yang direncanakan WEC. “Menyesuaikannya dengan kalender? Kami ahli dalam hal itu. Kami sangat mahir dalam membuat kalender. Kami akan segera tahu sesuatu, tentu saja, tetapi saya tidak bisa mengatakan apa pun sekarang.
Kami akan membuat keputusan secepat mungkin. Saat ini, kami akan pergi ke Brasil dan kemudian ke Amerika Serikat, jadi masih ada waktu,” tegasnya.
Dampak Terhadap Kalender 2026
Jika kita kunyah-kunyah lebih dalam, pembatalan atau ketidakpastian GP Qatar akan mengubah peta kalender MotoGP secara masif. Kita tahu sejak lama Qatar selalu menjadi seri pembuka (kecuali saat ada renovasi sirkuit). Jika Lusail absen, ada beberapa poin yang patut kita cermati:
-
Siapa Pengganti Seri Pembuka?: Disinyalir, jika Qatar benar-benar sulit digelar, Dorna mungkin akan menggeser seri pembuka ke kawasan Asia Tenggara atau kembali ke Eropa lebih awal. Apakah Buriram (Thailand) yang sudah dijadwalkan menjadi pembuka di 2025 akan tetap memegang peran itu di 2026? Atau ada alternatif lain?
-
Masalah Logistik: MotoGP adalah “sirkus” besar dengan ratusan ton peralatan. Jika wilayah udara di sekitar Timur Tengah dianggap berisiko tinggi atau bahkan ditutup, maka biaya asuransi pengiriman dan durasi perjalanan kargo akan membengkak luar biasa.
-
Investasi Lusail: Sirkuit Lusail baru saja melakukan renovasi besar-besaran untuk menyambut kontrak panjang dengan MotoGP dan F1. Ketidakhadiran MotoGP tentu akan menjadi pukulan ekonomi bagi pengelola sirkuit.
Keamanan Adalah Prioritas Utama
Sobat bisa bayangkan, memindahkan ribuan orang ke zona yang sedang tidak stabil secara politik dan militer adalah mimpi buruk bagi manajemen risiko. Ezpeleta menegaskan bahwa Dorna terus memantau situasi hari demi hari, namun untuk proyeksi tahun 2026, optimisme itu tampak memudar seiring belum adanya tanda-tanda de-eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Untuk saat ini, status MotoGP Qatar 2026 memang masih dalam tahap “Sangat Sulit” atau Highly Uncertain. Kita harus menunggu rilis kalender provisional musim 2026 yang biasanya baru akan muncul di pertengahan tahun 2025 nanti untuk melihat apakah Qatar masih ada di sana atau statusnya berubah menjadi Subject to Contract/Confirmation.
Semoga saja kondisi di Timur Tengah segera membaik, demi kemanusiaan yang utama, dan tentu saja agar kita bisa kembali melihat aksi lampu-lampu sirkuit Lusail menyala di malam hari.
Silahkan dikunyah-kunyah infonya, dan sampaikan pendapat sobat di kolom komentar. Apakah sobat setuju jika Qatar absen demi keamanan, atau MotoGP harus tetap jalan terus?
Taufik of BuitenZorg | TMCBlog.com



Udah mulai ga nyaman bacaannya wak, amburadul kata katanya
Sekarang kan udah tahun 2026 wak