TMCBLOG.com –Â Sobat sekalian, seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, menyisakan banyak tanda tanya besar. Dominasi Aprilia yang menempatkan empat prototipenya di lima besar seolah memberikan sinyal bahwa era kedigdayaan Desmosedici telah berakhir. Namun, bagi Michele Pirro, test rider kawakan Borgo Panigale, kesimpulan itu terlalu dini.
Mari kita bedah secara analitis mengapa Ducati merasa “badai” di Thailand hanyalah sebuah anomali dalam siklus kompetisi yang panjang.
1. Faktor Teknis: Spesifikasi Ban Khusus (Hard Casing)
Salah satu poin krusial yang diangkat Pirro adalah penggunaan carcass (kerangka) ban khusus di Buriram. Ban dengan spesifikasi ini memang dikenal menjadi titik lemah Ducati dibandingkan Aprilia.
-
Anomali Trek: Sepanjang sisa musim 2026, ban dengan konstruksi kaku ini hanya akan digunakan di dua sirkuit: Thailand dan Indonesia (Mandalika).
-
Analisis: Ducati sudah memprediksi akan menderita di trek dengan karakteristik suhu tinggi yang menuntut ban khusus ini. Artinya, hasil di Buriram tidak bisa dijadikan patokan absolut untuk sirkuit-sirkuit di Eropa yang memiliki temperatur dan kebutuhan ban yang lebih standar.
2. Potensi Tersembunyi Marc Marquez
Pirro menekankan bahwa hasil akhir di Thailand tidak mencerminkan kecepatan sebenarnya dari Ducati, khususnya di tangan Marc Marquez.
-
Data Sprint & Race: Di sesi Sprint, Marc berada di barisan depan sebelum terlibat kontak. Di balapan utama (Long Race), ia pun terus bertarung untuk zona podium.
-
Faktor Keberuntungan: Tanpa insiden Ducati yakin Marc minimal membawa pulang trofi podium. Ini membuktikan bahwa Desmosedici GP26 (atau evolusinya) tetap kompetitif di tangan rider yang tepat, bahkan di saat motor tidak berada dalam performa puncaknya.
3. Perjudian Strategis: Proyek 850cc vs Evolusi 2026
Ini adalah bagian yang paling menarik dari penjelasan Pirro. Ada perbedaan fokus pengembangan antara Ducati dan kompetitor (Aprilia & KTM) saat tes di Jerez lalu:
| Pabrikan | Fokus Tes Jerez | Implikasi |
| Kompetitor | Evolusi penuh prototipe saat ini (1000cc) | Performa instan di awal musim 2026. |
| Ducati | Alokasi sumber daya ke Proyek 850cc (2027) | Fokus jangka panjang, sedikit mengorbankan progres jangka pendek. |
Pirro mengakui bahwa sementara tim lain “gas pol” menyempurnakan motor saat ini, Ducati sudah mulai membagi konsentrasi ke regulasi baru 2027. “Bukannya kami tidak berkomitmen, tapi kami telah mengambil keputusan (strategis) tertentu,” ungkapnya. Ini menjelaskan mengapa gap dengan Aprilia terasa mengecil atau bahkan terlampaui di beberapa sektor.
4. MotoGP Sebenarnya Dimulai di Eropa
Sudah menjadi rahasia umum di paddock bahwa peta kekuatan yang terlihat di seri-seri flyaway (luar Eropa) seringkali berubah drastis saat rombongan sirkus MotoGP kembali ke tanah Eropa.
Karakteristik sirkuit seperti Jerez, Le Mans, atau Mugello akan menjadi pembuktian apakah Aprilia benar-benar sudah setara, ataukah Ducati hanya sedang “menyimpan kuku” sambil menunggu kondisi trek yang lebih bersahabat dengan temperatur ban normal.
Melihat apa yang dijabarkan Pirro, Secara analitis, Menurut tmcblog Ducati saat ini sedang memainkan permainan jangka panjang. Mereka sadar bahwa mendominasi selama bertahun-tahun secara mutlak adalah hal yang anomali dalam olahraga. Dengan menjaga Marc Marquez tetap dalam jangkauan perebutan gelar dan fokus pada transisi regulasi 850cc, Borgo Panigale sebenarnya sedang melakukan manajemen risiko yang cerdas.
Thailand mungkin milik Noale, tapi musim 2026 masih sangat panjang. Seperti kata Pirro, “Terlalu berlebihan jika mengatakan musim ini sudah berakhir bagi Ducati.”
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Apakah scan 3D yg di lakukan kru Aprillia pada motor Ducati tempo hari berhasil ?..
Klo semua menganggap hasil 1 race = 1 musim penuh, ini kesalahan besar
gw bilang jg apa, seri eropa lah sebagai benchmar, jika tetep kalah baru bisa disimpulkan dcti “habis”
kan yg ngomong begitu fans si ono ehhehe
Masalahnya yang comen tes rider-nya ya baik baikinlah ducatinya,kalau besok kalah lagi apalagi komennya
Tetep ngebela. Paling yg misuh2 pembalapnya. Diamah tetep anteng
Mantabh ya Grand Filano
Meskipun tanpa klaim “seri baru dimulai di eropa”, ini juga baru 1 race, belum bisa klaim habis.
Memang jos mas pirlo ini.
Moga ducati makin gacor. Aslinya ducati ketiban apes di race pertama kokya apes semua motor hmm ckck hmms
Ynf comunity
Mknya d cerna…jgn asal gonggon..pirro ud bilang,ducati itu mengalami kesulitan bila memakai ban dg kontruksi kompon spt yg d gunakan khusus d Thailand jg Mandalika.