Davide Tardozzi Tegaskan Ducati Tak Akan Biarkan Gresini Racing Pindah ke Honda

TMCBLOG.com – Pasca balapan MotoGP Brasil 2026 yang baru saja usai, tensi di paddock bukannya mendingin, malah makin membara, Mas Bro. Bukan cuma soal siapa yang menang atau kalah di lintasan Goiania kemarin, tapi ini soal “perang” strategi di balik layar mengenai masa depan tim satelit.

Salah satu kabar yang paling menyita perhatian adalah manuver HRC (Honda) yang kabarnya tengah gencar mendekati Gresini Racing. Menanggapi isu ini, bos Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, angkat bicara dengan nada yang sangat tegas dan defensif. Cekidot ulasan lengkapnya berikut ini!


Ducati Ingin Balas Dendam di Austin

Sebelum masuk ke inti soal Gresini, Tardozzi memberikan apresiasi besar kepada Aprilia yang tampil perkasa di Brasil. Aprilia dianggap sedang dalam performa puncak dengan pembalap yang sangat fit. Namun, Ducati tidak mau tinggal diam.

“Secara hasil, kami ingin langsung bereaksi di Austin, tidak menunggu sampai Jerez,” tegas Tardozzi.

Tardozzi juga sempat menyinggung kondisi dua pembalap kuncinya. Pecco Bagnaia disebut kehilangan feeling di Brasil meski performanya di tes pramusim dan dua seri awal sangat kuat. Sementara soal Marc Marquez, Tardozzi mencatat bahwa Marc tidak pernah mengeluh, tapi jika Marc bilang belum 100%, itu artinya memang ada sesuatu yang masih kurang dari paket motornya.

“Perang” Memperebutkan Gresini: Ducati vs Honda

Nah, ini yang paling menarik, Sobat sekalian. Kabarnya, Honda sedang berusaha keras merayu tim milik Nadia Padovani ini untuk kembali menjadi bagian dari keluarga sayap mengepak mulai musim depan.

Mendengar kabar timnya “diganggu” oleh pabrikan lawan, Tardozzi memberikan pernyataan yang sangat lugas di Sky MotoGP:

“Kami tidak ingin kehilangan mereka (Gresini). Ini adalah tim yang sangat luar biasa. Kami akan melakukan segalanya agar mereka tetap bersama Ducati, dan saya yakin mereka pun ingin tetap bersama kami.”

Pernyataan “Faremo di tutto” atau “Kami akan melakukan segalanya” dari Tardozzi ini menunjukkan betapa krusialnya posisi Gresini bagi ekosistem Ducati saat ini.

Mengapa Gresini Begitu Penting Bagi Ducati?

Ada beberapa poin yang bisa TMCBlog analisa dari situasi ini:

  1. Kestabilan Data: Dengan banyaknya motor di lintasan, Ducati akan memiliki bank data paling melimpah. Kehilangan satu tim satelit berarti berkurangnya input data berharga untuk pengembangan Desmosedici.

  2. Platform Pembinaan: Gresini terbukti menjadi tempat yang nyaman bagi pembalap untuk langsung kompetitif tanpa tekanan sebesar tim pabrikan.


Akankah Gresini Pindah?

Secara logika profesional, saat ini Ducati masih merupakan motor paling kompetitif di grid (bersaing ketat dengan Aprilia dan KTM). Pindah ke Honda saat ini tentu merupakan perjudian besar bagi Gresini secara prestasi instan, mengingat Honda masih dalam proses transisi panjang untuk kembali ke papan atas.

Namun, dalam dunia MotoGP, faktor finansial dan dukungan teknis langsung dari pabrikan (factory support) seringkali menjadi penentu. Jika Honda menawarkan dukungan finansial yang jauh lebih besar dan status tim utama setelah tim pabrikan, tentu tawaran itu sulit untuk ditolak mentah-mentah.

Meski begitu, Tardozzi terlihat cukup pede bahwa loyalitas Gresini masih ke Bologna. Keinginan Ducati untuk mempertahankan mereka “dengan segala cara” bisa berarti adanya tawaran kontrak baru yang lebih menggiurkan, mungkin berupa motor spek terbaru (GP27?) atau dukungan teknis yang lebih dalam.

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan Silly Season untuk level tim ini, Sobat sekalian. Apakah Gresini tetap merah Ducati, atau kembali ke pelukan sayap mengepak? Silakan tulis pendapat kalian di kolom komentar.

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

32 COMMENTS

  1. Mumet bin angel mau kunyah² artikele wak.. ini yg lg nulis siapa..? Gresini rumah bagi MM , 8 motor ducati dsb..walah..angel wes angel ini crta taun brpa seh..wkwkwk

  2. Paragraf awal mengulas hasil balapan di Brazil tapi kenapa pas ngulas Gresini masih menjadi trimah MM93 plus ada delapan motor Ducati di lintasan?
    Sekarang kan Ducati tinggal enak motor di lintasan.

    • Mas Taufik.. Ducati kan cuma 3 tim.( 6 motor). Lha kok iso 8 motor..? Sing dua motor ngutang dimana..
      Th 2027 ya pasti semua tim baik pabrikan dan satelit yo pasti pake spek terbaru sesuai regulasi mesin ganti 850cc. Masak tim satelit mau pake spek 2026 ya… ga mungkin..
      Miiikiiirr..
      Tangi.. Tangii.. Bikin blog jangan mimpi kebanyakan tiduur..

  3. Haduh,Wak
    Udh ga se-passionate itu ya nulis langsung di blog?,atau entah karena kesibukan offline lain
    Tapi sgt disayangkan 🥲

  4. Lama kelamaan artikelnya ngawur, apakah gak di cek krosscek lagi wak? Bolehlah pakai ai, tapi di krosscek lagi lah. Mana ada Marc di Gresini. Mana ada pembalap Ducati ada 8. Asli lama lama artikelnya gak jelas

  5. Makin kesini makin parah artikelmu wak,sdh banyak kritik tp gk berbenah.sdh hilang soul tmcblog.com nya…yg tersisa artificial intelligence tp ternyata sama sekali gak inteligence

  6. Sebenernya ini blog yang paling gercep kalau ngebahas update MotoGP. Sayang oh sayang, penulisnya diganti robot.

  7. Artikel sampah, Om. Sorry to say.
    You know my instagram id, paling kita ketemu di sana aja sesekali. Beberapa kali mau berguru ke om tentang gimana cara saya payback all the good times mungkin dgn bantubantu tulis menulis di warung ini, cuma ngerasa kurang pantes aja.

    Im leaving this warung for good. Maafkan.

  8. ARTIKEL AI TOLONG DIKUNYAH-KUNYAH DULU WAK HAJI… MAAF, LAMA-LAMA KOK BINGUNG SAYA MAU KUNYAH-KUNYAH TAPI YANG DIKUNYAH-KUNYAH NGGAK NYAMBUNG….

  9. Mau kunyah-kunyah apa ini yang mau dikunyah-kunyah Wak Haji? Sorry to say… Bingung saya AI ngaco nggak nyambung… Please deh…

  10. Tolong artikelnya makin diperhatikan lagi, wak haji. Karena makin banyak yang kurang nyaman bacanya gegara pake AI, apakah Bro Nugie udah gak di tmcblog lagi? Soalnya banyak banget artikel yang gak sesuai termasuk hasil test dan hasil race yang kadang masih belepotan tulisannya. Ditambah ciri khas tmcblog jadi hilang. Kalopun males nulis, mending pake voice note terus di convert ke tulisan aja wak haji, tapi ya tetep harus di koreksi.

  11. Mas Taufik.. Ducati kan cuma 3 tim.( 6 motor). Lha kok iso 8 motor..? Sing dua motor ngutang dimana..
    Th 2027 ya pasti semua tim baik pabrikan dan satelit yo pasti pake spek terbaru sesuai regulasi mesin ganti 850cc. Masak tim satelit mau pake spek 2026 ya… ga mungkin..
    Miiikiiirr..
    Tangi.. Tangii.. Bikin blog jangan mimpi kebanyakan tiduur..

  12. Jangan pake ChatGPT wak, pake gemini tapi yg Pro, jauh lebih pinter..
    Trus jangan langsung diposting ato auto post.
    Preview dulu, sapa tau ada info yg g bener, ato bahasa yg aneh, kadang AI yg belum pinter dia bikin base naskahnya bhs Inggris trus diterjemahin Indonesah,
    Gpp pake AI, asal lebih bijak aja Wak,,

    Tapi kalo Blog nya udah dianggep ‘sampingan’ y eman ae seh..
    Ngapunten lho Wak,,
    Soale sy suka style tulisan sampean yg dulu, sering typo.. hehehe

  13. Wak haji ini seperti nyuruh anaknya
    “nak buatin cerita tentang Gresini, pake eay, ok ?”
    “baik ayah”
    “Ayah mau bobo dulu 🫩”

    • Nah aku juga curiga ini anaknya yg disuruh pake AI. Om Nugie jg kmn sih ga tau muncul.. sebagai kaum pembaca, sumber referensi bacaku bakal berkurang nih

  14. AI bukan filsuf dan tidak memiliki pengalaman hidup. Ia tidak merasakan hangatnya pagi atau getirnya kopi tanpa gula.
    kompresi informasi yang berlebihan justru membuatnya kehilangan konteks penting, menghasilkan jawaban yang dikemas rapi tetapi salah. AI dapat menyampaikan jawaban dengan penuh keyakinan, tetapi ternyata keliru total.
    Bisakah kita senantiasa tetap mengoptimalkan tenaga dan pikiran yang sudah Tuhan berikan tanpa harus mendewakan AI?

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP