TMCBLOG.com – Gelaran MotoGP Jerez 2026 menyisakan banyak cerita, namun salah satu yang paling menyita perhatian adalah performa Toprak Razgatlioglu bersama Yamaha M1 V4. Finis di posisi ke-19 dengan jarak waktu yang cukup jauh, yakni 44,5 detik dari sang pemenang, tentu bukan hasil yang diharapkan dari seorang juara dunia Superbike tiga kali.
Apa yang sebenarnya terjadi? Berdasarkan data dan pernyataan langsung Toprak pasca balapan, TMCBlog melihat ada satu titik masalah krusial: Engine Brake.
Paradoks Kecepatan: Lambat di Awal, Kencang di Akhir
Ada hal unik dari statistik balapan Toprak kemarin. Biasanya, pembalap akan sangat kencang di awal saat ban masih baru dan melambat di akhir saat ban aus (drop). Namun, bagi Toprak, yang terjadi justru sebaliknya. Ia merasa motornya jauh lebih baik di 5-6 lap terakhir dibandingkan saat awal balapan.
“Dengan ban baru, saya tidak bisa menemukan ritme karena masalah pada motorbremse (engine brake). Di akhir balapan, motor terasa lebih baik dan catatan waktu saya meningkat tajam.” – Toprak Razgatlioglu.
Analisa Teknis: Masalah Kalibrasi Elektronik
Mengapa Engine Brake menjadi masalah besar bagi Toprak? Mari kita bedah secara teknis:
-
Grip Ban vs Engine Brake Map: Saat ban belakang masih baru (fresh), grip mekanis ke aspal sangat tinggi. Jika pemetaan (mapping) engine brake tidak sesuai dengan karakter mesin V4 yang baru dikembangkan Yamaha ini, motor bisa terasa “mendorong” saat masuk tikungan atau justru terlalu mengunci.
-
Karakter Stop-and-Go Toprak: Kita tahu gaya balap Toprak sangat bertumpu pada pengereman keras (late braking). Jika engine brake tidak sinkron dengan pengereman manual, stabilitas area belakang motor akan terganggu. Ini menjelaskan mengapa ia tidak bisa menggunakan potensi ban depan secara maksimal.
-
Fenomena Ban Aus: Saat ban mulai aus, grip belakang berkurang. Secara paradoks, hal ini terkadang justru membantu menyamarkan ketidaksempurnaan engine brake karena ban lebih mudah “slide” dan mengikuti kemauan pembalap daripada melawan balik sistem elektronik yang belum pas.
Tantangan Mental dan Adaptasi V4
Toprak secara jujur mengakui bahwa situasi ini secara mental sangat melelahkan. Mengendarai Yamaha M1 V4 yang masih dalam tahap pengembangan (setelah beralih dari Inline-4) memang menuntut kesabaran ekstra. Fabio Quartararo sendiri pun hanya mampu finis di posisi ke-14, membuktikan bahwa proyek V4 Yamaha ini memang masih memiliki “pekerjaan rumah” yang menumpuk, terutama di sektor elektronik dan turning.
Langkah Selanjutnya: Tes Senin di Jerez Hari ini, tim Prima Pramac Yamaha dan Toprak akan fokus pada sesi tes resmi di Jerez. Fokus utamanya hanya satu: Elektronik. Toprak menegaskan ia butuh base setup yang konsisten agar bisa menikmati berkendara. Jika masalah engine brake ini teratasi, barulah mereka bisa beralih memikirkan masalah turning dan rear grip.
Transisi Yamaha ke mesin V4 adalah langkah besar, dan memilih Toprak sebagai salah satu pengembangnya adalah langkah berani. Namun, Jerez menunjukkan bahwa menyatukan gaya balap agresif Toprak dengan mesin V4 yang karakternya sangat berbeda dengan Inline-4 membutuhkan algoritma elektronik yang jauh lebih presisi.
Kuncinya bukan pada seberapa besar tenaga mesinnya, tapi bagaimana sistem elektronik bisa membantu pembalap melakukan deselerasi dengan halus. Kita tunggu hasil tes Senin ini, apakah ada terobosan baru untuk M1 V4.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Kasihan euy
kalo begini keknya tiga musim minimal baru keliatan m1 masuk sepuluh besar
M1 V4 pakai pneumatic yang operasinya tergantung ECU, sedang dukati pakai desmodromic valve yang operasinya berdasarkan hardware (ECU sedikit peran). Dari sini jelas ECU akan bekerja lebih komplek pada motor pneumatic valve. Aprilia adalah motor dengan pneumatic valve yang sudah berhasil, yang artinya software enginer terbaik saat ini dimiliki oleh aprilia.
Itu wajar Terima saja bayi baru lahir perlu banyak adaptasi
Lihat para tetangga pertama lahir ya pontang panting .
Masalah nya boz…ducduc dulu speed ada,walaupun kayak celeng, lah ini speed aja memble,engine dcekek disuruh balap,rider disuruh silent…ya KOBONG
Dulu waktu Rossi pertama kali pindah Yamaha kan juga bilang ada masalah di penutupan gas…pas masuk tikungan, nutup gas, malah rasanya mesin nendang…setelah diberesin baru M1 bisa bertaji. Itu masa transisi mesin baru 990cc 4tak.
Apa jangan2 masalahnya yg sekarang sama ya?
Dibikin setelan superbike ktny winglet belakang ngaruh bgt ? Tapi ada yg winglet sirip2 aja ?
Mas toprak ketinggian sih macam si pensiunan ya syusaaah