TMCBlog.com – Sobat sekalian, sebuah kabar menarik sekaligus krusial datang dari meja regulasi MotoGP. Berdasarkan laporan dari Motorsport.com Spanyol, Race Direction dikabarkan telah mengajukan usulan kepada tim-tim kontestan untuk melarang penggunaan perangkat pengatur ketinggian motor (ride-height device) atau yang sering kita kenal sebagai holeshot device & RHD khusus pada saat prosedur start di tiga sirkuit tertentu: Le Mans (Prancis), Silverstone (Inggris), dan Phillip Island (Australia).
Mengapa usulan ini muncul secara spesifik untuk ketiga sirkuit tersebut, dan apa alasannya? Mari kita bedah bareng-bareng sob!
Alasan Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Langkah ini bukan tanpa alasan teknis. Race Direction menyoroti karakteristik desain sirkuit di Le Mans, Silverstone, dan Phillip Island yang memiliki jarak sangat pendek dari garis start menuju tikungan pertama (T1) atau memiliki tikungan pertama dengan kecepatan yang sangat tinggi.
-
Le Mans: Sirkuit ini memiliki run-to-turn-1 yang cukup unik menuju Dunlop Chicane. Interaksi antar pembalap dalam posisi motor yang “ceper” (terkunci rendah) dianggap berisiko tinggi jika terjadi senggolan di zona pengereman yang sempit.
-
Silverstone & Phillip Island: Kedua sirkuit ini memiliki tikungan pertama yang sangat cepat (high-speed corner). Masalah teknis utama dari holeshot device adalah perangkat ini baru akan terlepas (kembali ke posisi normal) ketika pembalap melakukan pengereman keras (hard braking).
Nah, di tikungan cepat seperti T1 Phillip Island (Doohan Corner), pembalap seringkali tidak melakukan pengereman yang cukup keras untuk memicu sistem mekanis perangkat tersebut lepas. Bayangkan melibas tikungan cepat dengan motor yang masih dalam kondisi “ceper” di bagian belakang atau depan; stabilitas motor akan sangat terganggu dan bisa berakibat fatal jika terjadi mass-crash saat start.
Menuju Pelarangan Total 2027
Sebenarnya, kita tahu bahwa per 2027 nanti, perangkat pengatur ketinggian (baik depan maupun belakang) akan dilarang total dalam regulasi mesin 850cc yang baru. Namun, usulan Race Direction ini menunjukkan bahwa mereka tidak mau menunggu hingga 2027 untuk area-area yang dianggap berbahaya.
Jika tim-tim setuju, maka di Le Mans, Silverstone, dan Phillip Island nanti, kita akan kembali melihat pembalap melakukan start secara “tradisional” tanpa bantuan motor yang merunduk. Ini tentu akan menguji kembali skill murni pembalap dalam menjaga agar roda depan tidak wheelie tanpa bantuan mekanis tersebut.
Usulan ini masih dalam tahap diskusi dengan tim-tim (MSMA), namun arahnya sangat jelas: Keselamatan pembalap di atas segalanya. Menghilangkan variabel motor yang terkunci rendah di tikungan pertama yang cepat atau sempit adalah langkah preventif yang masuk akal.
Apakah ini akan merubah peta kekuatan saat start? Tentu saja, sob! Pabrikan yang memiliki sistem elektronik dan distribusi bobot motor paling seimbang tanpa bantuan holeshot device akan sangat diuntungkan di ketiga sirkuit ini.
Bagaimana opini sobat sekalian? Setujukah jika perangkat ini dilarang di sirkuit-sirkuit kencang tersebut demi keamanan? Silakan tuliskan pendapatmu di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg






Penasaran besok
Terserah lah atur aja.
Asal jangan ngide regulasi hybrid 50:50
Yang jelas di musim 26 ini moto 3 lebih menarik di tonton
Setuja….
iki no debat… lakon utamanya skg moto3…pantang terlewat.. kl lainya msh sanggup via yutub spotv yg aje gile cpet banget uploadnya wkwk
Valid
Lah, le mans sdh lewat 😄
Ancen rodok ayahab iki ride height.
Jadi di Le Mans kemaren ini di beneran aplikasikan? Lagian aneh sih dari awal ada perangkat ini, motor motogp kok ceper? emang mau drag race? udah gitu banyak kasus nyangkut, kaya quartararo waktu itu udah leading di depan terpakasa harus out gegara alat itu nyangkut ga balik posisi awal.
Asal ga kenceng kenceng tanpa RHD juga gak wheelie, kalem kalem santai wae gak sah ngebut, beres…
Emang akan ada GP Le Mans lagi?? Kok Le Mans masih ikut dibahas?
Ini wacana lama terlambat post atau AI yg lupa update seperti Marc di Gresini dan Vinales di Noale?