TMCBlog.com – Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 kini bersiap memasuki putaran ketujuh yang akan berlangsung di salah satu sirkuit paling ikonik, cepat, dan menuntut di kalender balap: Autodromo Internazionale del Mugello. Bertajuk Brembo Grand Prix of Italy, Honda Team Asia menyambangi sirkuit ini dengan motivasi tinggi setelah performa yang terus menunjukkan grafik peningkatan signifikan pada seri sebelumnya di Catalunya, Spanyol.
Bagi pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sirkuit Mugello akan menjadi medan pembuktian berikutnya dalam proses adaptasi yang berjalan sangat impresif di musim debutnya sebagai rookie Grand Prix.
Momentum Positif dari Catalunya
Veda Ega Pratama tiba di Italia dengan membawa modal berharga dari Sirkuit Catalunya. Pada balapan tersebut, pembalap kelahiran Gunungkidul ini menyuguhkan aksi memukau dengan melakukan comeback luar biasa. Memulai balapan dari posisi ke-20 di grid, Veda berhasil melewati 12 pembalap untuk menyentuh garis finis di posisi ke-8.
Lebih dari sekadar raihan poin, race pace (kecepatan konsisten saat balapan) dan daya juang yang diperlihatkan Veda di lap-lap terakhir membuktikan bahwa ia mampu bersaing ketat dengan grup depan yang memperebutkan podium. Kemampuan manajemen ban dan ketenangan dalam melakukan overtaking menjadi sinyal kuat bahwa proses adaptasinya dengan motor Honda NSF250RW berada di jalur yang tepat.
Mengenai kesiapannya menghadapi GP Mugello, Veda Ega Pratama mengungkapkan optimismenya:
“Saya tiba di Mugello dengan perasaan yang sangat positif setelah melihat hasil dari balapan-balapan terakhir. Selangkah demi selangkah, kami terus meningkat di setiap akhir pekan. Di Catalunya, kami kembali menunjukkan bahwa meskipun harus memulai dari posisi belakang, kami mampu bangkit berjuang dan bertahan dekat dengan grup depan.”
“Rasa percaya diri saya terhadap motor kini tumbuh pesat, begitu pula dengan komunikasi di dalam tim yang semakin kuat di setiap balapan. Mugello adalah sirkuit yang sangat saya nikmati karena karakternya yang sangat cepat sekaligus teknikal. Lintasan lurus yang panjang dan tikungan cepat membuat sirkuit ini sangat spesial untuk kategori Moto3.
” Target kami akhir pekan ini adalah terus bekerja ke arah yang sama, memperbaiki performa sejak hari Jumat, dan mencoba tampil kompetitif sepanjang akhir pekan. Kami sedang membangun momentum yang baik, dan saya ingin terus belajar serta memperjuangkan hasil yang kuat.”
Tantangan Karakter Sirkuit Mugello
Sirkuit Mugello dikenal memiliki lintasan lurus (main straight) sepanjang 1,141 kilometer, tempat di mana strategi slipstream (curi angin) akan menjadi faktor penentu yang sangat krusial, khususnya di kelas Moto3 yang sangat rapat. Selain top speed, kombinasi tikungan cepat seperti Arrabbiata 1 dan Arrabbiata 2 menuntut stabilitas sasis dan tingkat kepercayaan diri yang tinggi dari para pembalap.
Bagi tim teknis Honda Team Asia, tantangan utama pada hari Jumat (sesi latihan) adalah menemukan set-up final yang seimbang antara kecepatan di trek lurus tanpa mengorbankan kelincahan motor saat melibas rangkaian tikungan chicanes cepat khas Mugello.
Progres Zen Mitani di Sisi Lain Garasi
Tidak hanya Veda, rekan satu timnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, juga terus menunjukkan perkembangan positif dari satu seri ke seri berikutnya. Pembalap muda asal Jepang ini terus membangun rasa percaya diri dan mengumpulkan pengalaman berharga di atas trek.
Meskipun masih berupaya menembus posisi sepuluh besar, jarak Mitani ke zona poin semakin merapat di setiap akhir pekan. GP Mugello 2026 kali ini menjadi kesempatan emas berikutnya bagi Mitani untuk memburu poin perdana musim ini di salah satu sirkuit paling spektakuler dalam kalender motorsport dunia.
Dengan kombinasi tren positif dari Veda Ega Pratama dan perkembangan konstan Zen Mitani, Honda Team Asia menatap rangkaian akhir pekan di Mugello dengan fondasi yang solid. Mari kita tunggu bersama bagaimana kiprah Veda Ega Pratama dalam menaklukkan sirkuit Mugello pada akhir pekan ini.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Tak kira tren positif apaan Wak
Tetep aja pke nsf harus berjibaku dulu belajar banyak banget set upnya
Beda klo pke ktm kan dulu pernah dobel win dsini pke ktm
Ya iyalah bang pake nsf, apa suruh pake supra GTR aja wkwk….
Tetap fokus jgn overproud veda. Tetap membumi tapi jgn kehilangan daya juang.dukungan dan ekspektasi masy. Indo bgtu besar kadang jadi pressure yg g penting. Tekun berproses motogp jalanmu!
assen : the Cathedral of speed
mugello : the Cathedral of top speed
josjis
Mandalika ape bang….
The mosque of sea wind 🙈
Kapan ganti mesin
Taon depan
Masalah terbesar adalah di porses qualifikasi,
Belum mencoba jadi lone rider, selalu ngikut rombongan besar dan menit menit terakhir,
Padahal menurutku sangat berisiko tinggi terhambat sama rombongan depannya yang posisi sementara di depannya hingga risiko yellow flag pembalap yang jatuh karena ngepush diakhir menit qualifikasi