TMCBLOG.com – Dunia balap Grand Prix resmi memasuki era baru. Informasi dari Managing Director Yamaha Racing, Paolo Pavesio, kepada Sky Italia adalah salah satu bom terbesar untuk masa depan pembibitan pembalap. Mulai musim 2028, Yamaha resmi ditunjuk sebagai pemasok mesin tunggal untuk kelas Moto3.
Bukan sekadar mengganti mesin, ini adalah rombakan total filosofi kelas entry-level. Berikut adalah poin-poin krusial yang diutarakan Pavesio mengenai proyek rahasia yang akhirnya dibuka ke publik ini:
1. Mirip Prototipe, Bukan Mesin Motor Massal R7 atau Ténéré
Pavesio langsung mematahkan spekulasi liar di media sosial. Jantung dari Moto3 masa depan ini memang menggunakan basis mesin produksi massal Yamaha CP2 (700cc dua silinder), namun pengembangannya sangat radikal.
-
Mesin: Mesin CP2 dimodifikasi total untuk kebutuhan balap murni, menggunakan material magnesium agar jauh lebih ringan, serta dilengkapi dengan racing gearbox.
-
Sasis: Dirancang 100% in-house dari nol oleh kolaborasi insinyur muda Jepang dan tim R&D Yamaha di Italia. Pavesio menegaskan, “Tidak ada satu pun sekrup dari motor jalanan pada sasisnya. Ini murni motor prototip.”
2. Performa Naik, Biaya Pangkas 50%
Dorna (kini Liberty Media Group) melemparkan tender ini 1,5 tahun lalu dengan misi utama: aksesibilitas finansial. Yamaha berhasil memenangkan tender tersebut dengan menawarkan keseimbangan antara performa tinggi dan efisiensi biaya.
-
Spesifikasi: Bobot motor berkisar di angka 120 kg dengan semburan tenaga mulai dari 95 tenaga kuda (hp) ke atas.
-
Performa: Secara matematis, rasio power-to-weight motor ini diklaim lebih baik dan diproyeksikan lebih kencang dari motor Moto3 250cc satu silinder saat ini.
-
Efisiensi: Hebatnya, biaya pengadaan motor bagi tim akan berkurang sekitar 50% dibanding biaya saat ini.
3. Regulasi Spec-Bike Total (Tanpa Kebebasan Komponen)
Berbeda dengan Moto2 di mana tim bebas memilih sasis (seperti Kalex atau Boscoscuro) serta komponen rem atau suspensi, Moto3 2028 akan menjadi kejuaraan one-make-spec murni yang sangat ketat.
-
Yamaha akan menjual motor ini secara utuh (complete bike).
-
Semua komponen teknis vital—mulai dari suspensi, rem, hingga knalpot—sudah ditentukan sejak fase desain dan seragam untuk seluruh grid. Tim hanya boleh mengganti komponen kecil yang tidak berdampak langsung pada performa. Ini dilakukan agar fokus penilaian murni tertuju pada talenta sang pembalap.
4. Jadwal Tes, Rencana Tim Mandiri, dan Hak Branding
-
Timeline: Motor prototip ini akan turun ke lintasan untuk pertama kalinya pada September atau Oktober tahun ini (2026) untuk uji validasi. Presentasi versi finalnya dijadwalkan pada awal musim 2027.
-
Tim Yamaha: Yamaha dipastikan akan menurunkan tim pabrikan sendiri di Moto3 2028 melalui program kemitraan dengan struktur tim yang sudah ada (karena slot grid/entries dari IRTA sudah penuh).
-
Geopolitik Kompetisi & Branding: Yamaha tidak meminta hak eksklusif branding. Artinya, jika ada pabrikan rival yang ingin membeli paket motor ini dan menempelkan merek mereka sendiri demi menyekolahkan pembalap muda mereka, Yamaha sangat menyambutnya. Pavesio berkaca pada Moto2, di mana timnya sendiri balapan menggunakan mesin Triumph.
5. Ekspansi Global dan Piramida “B-Spec” Mulai 2029
Yamaha dan penyelenggara MotoGP ingin memecahkan masalah dominasi pembalap Eropa (terutama Spanyol dan Italia). Mulai tahun 2029, Yamaha akan meluncurkan versi “B-Spec”—motor dengan basis konsep yang sama namun berbiaya lebih murah dan performa sedikit diturunkan.
-
Motor B-Spec ini akan menjadi motor wajib untuk ajang FIM Moto3 Junior World Championship mulai 2029.
-
Yamaha mengincar kerja sama dengan kejuaraan nasional di wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia-Pasifik demi menjaring bakat global secara merata ke piramida MotoGP.
Bagi kita yang merindukan era kejayaan motor 2-tak 125cc dan pertarungan mekanis antar-pabrikan, keputusan menjadikan Moto3 sebagai ajang mono-brand mungkin terasa pahit. Namun seperti yang dikatakan Pavesio, dunia telah berubah. Biaya balap yang mencekik harus ditekan, dan grid butuh variasi pasokan pembalap dari benua lain di luar Eropa. Komitmen finansial dan teknis skala masif dari Yamaha ini membuktikan satu hal: raksasa Iwata ini sedang berinvestasi sangat panjang untuk mengamankan fondasi masa depan MotoGP.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Banyaknya uang
95HP, 120kg dengan mesin CP2 basis R7 itu Amazing, karena R25 aja 170kg.
Wak, gimana soal web mobile ga bisa tampil gambar di HP android?
Betul,turun hampir 50kg, berarti speck hampir 100% mirip prototipe
Lebih malah, berat isi r7 188kg berat kosong 176kg
Eh kata specnya 188kg itu dry weight ding
apakah nanti rider indonesia bisa cepat adaptasi? di world sportbikes aja, arai agaska dan felix mulya kesulitan
Ya kembali lagi gimana skill masing2 pembalap sih sepertinya.
yamaha cup
Yamaha panen cuan ni
“ini membuktikan satu hal: raksasa Iwata ini sedang berinvestasi sangat panjang untuk mengamankan fondasi masa depan MotoGP.”
Seee …2028 br bisa bernafas, Team 850cc nya baru bisa kembali ke jalan yg benar(upgrade disokong FULL)✌️🙏.
Masih penasaran anggap aj bobotnya sm kayak yamama Vixion ,tapi 700cc cp2, matrial logam nih moto kayak apa
power 95 hp bobot ngga lebih berat dari nmax, ya emang bener motor prototype sih ini ngga ada berbasis motor jalan raya, ganas
Resmi sudah kejuaraan world grand prix cuma ada 1 kelas alias cuma ada motogp.
Karena yang dulunya terdiri dari berbagai kategori (50, 125, 250, 350, 500/motogp) yang masing-masing merupakan kejuaran tersendiri, memiliki gelar juara dunia tersendiri sekarang cuma ada kelas motogp sedangkan kelas dibawahnya hanya sebagai akademi penjenjangan, bahkan sekarang status juara dunianya sudah tidak lagi disebutkan (contoh marc hanya disebut juara dunia 7kali).
Nice article! Learned something new today.