Dilihat dari Desain Paten, VVL Suzuki di GSX-250R Mirip VVA Yamaha, Namun Punya Tantangan Tersendiri

TMCBLOG.com – Halo sobat sekalian, tmcblog mencium pergerakan senyap namun masif dari pabrikan Hamamatsu. Melansir laporan teknis dari Cycle World, Suzuki kedapatan mendaftarkan paten mesin baru yang disinyalir kuat akan menjadi basis pembaruan (update) bagi motor sport-touring 250cc dua silinder mereka, Suzuki GSX-250R.

Menariknya, dokumen paten ini memperlihatkan mekanisme pengubah bukaan klep atau Variable Valve Lift (VVL). Dari skema kerja yang dijabarkan, sistem VVL Suzuki ini ternyata menganut konsep mekanis yang tidak jauh berbeda dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) andalan Yamaha, namun diaplikasikan pada konfigurasi mesin dua silinder! Yuk, kita bedah aspek teknikalnya, Sob.

Skema Kerja Mekanis: Solenoid Aktuator dan Pin Geser

Jika pada mesin VVA Yamaha (1 silinder SOHC) pemindahan profil kem menggunakan struktur rocker arm yang dikunci oleh pin hidrolis, Suzuki merancang sistem yang sedikit berbeda untuk mengakomodasi mesin dua silinder SOHC milik GSX-250R ini.

1.Deteksi RPM Tinggi oleh ECU:Input Elektronik.

Ketika mesin menyentuh batas RPM tertentu yang telah ditentukan (titik perpindahan/switching point), ECU akan mengirimkan sinyal elektronik ke komponen aktuator.

2.Solenoid Menggerakkan Pin:Solenoid Aktuator.

Sebuah aktuator berbentuk solenoid elektromagnetik yang dipasang di bagian luar kepala silinder (cylinder head) akan menekan atau menggerakkan sebuah poros pin pengunci.

3.Pergeseran Rocker Arm:Mekanisme Geser.

Pin tersebut bertugas menggeser atau mengunci bagian rocker arm (pelatuk klep) secara lateral (menyamping) agar berpindah mengikuti profil bumbungan noken as (cam lobe) yang lebih tinggi.

4.Durasi dan Lift Klep Berubah:Output Teknis.

Klep isap (intake valve) kini membuka lebih dalam (high lift) dan lebih lama (high duration), memasok udara dan bensin lebih banyak ke ruang bakar untuk menghasilkan tenaga ekstra di putaran atas.

Bedanya dengan VVA Yamaha: Tantangan Dua Silinder

Dasar pemikirannya persis sama: menyediakan dua karakter mesin dalam satu motor. Profil kem rendah (low-speed cam) bertugas menjaga torsi padat dan efisiensi bahan bakar di putaran bawah-menengah, sementara profil kem tinggi (high-speed cam) bertugas melepas tenaga maksimal di putaran atas.

Namun, tantangan terbesar Suzuki adalah menerapkannya di mesin dua silinder paralel.

  • Pada VVA Yamaha, komponen solenoid hanya perlu menggerakkan satu mekanisme pelatuk di satu silinder tunggal. Space yang dibutuhkan sangat minim.

  • Pada paten Suzuki, mereka harus memikirkan bagaimana satu atau dua Solenoid Aktuator bisa bekerja presisi menggeser mekanisme rocker arm di dua silinder sekaligus secara bersamaan (simultaneous) tanpa membuat dimensi cylinder head membengkak lebar.

Dari gambar paten yang dirilis, Suzuki mengakalinya dengan penempatan posisi aktuator solenoid yang sangat kompak di bagian atas, memanfaatkan struktur mesin SOHC (Single Overhead Camshaft) bawaan GSX-250R yang memang secara inheren menyisakan ruang lebih lega dibandingkan mesin DOHC.

Langkah Tepat Segarkan Mesin Legendaris

Langkah Suzuki ini tergolong sangat cerdas, Sob. Dibandingkan harus mendesain ulang mesin total menjadi DOHC 4-Katup per silinder yang memakan biaya riset masif, menyuntikkan teknologi SOHC VVL pada basis mesin long-stroke dua silinder yang sudah ada akan membuat GSX-250R masa depan jauh lebih bertenaga di putaran atas tanpa kehilangan jati dirinya sebagai motor yang terkenal torsinya badak dan super irit di putaran bawah.

Gimana menurut opini sobat sekalian mengenai langkah teknis Suzuki ini? Apakah VVL ini bisa membuat GSX-250R kembali kompetitif melawan rival-rivalnya? Silakan tulis di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

4 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP