Exciter 155 VVA TCS . . . Ini Kah Calon Yamaha MX King 155 Buat Indonesia?

TMCBLOG.com – Baru saja jagat roda dua regional dihebohkan dengan gebrakan dari Yamaha Vietnam. Setelah sekitar 5 tahun generasi Exciter 155 mengaspal tanpa rombakan besar, per hari ini Yamaha di Vietnam resmi merilis major update untuk motor bebek super andalan mereka: Yamaha Exciter 155 VVA TCS . . hmmm ini kah Calon MX King 155 untuk Pasar Indonesia ?

Langkah ini jelas menjadi sinyal kuat bagi peta persaingan motor moped sport alias bebek super, khususnya untuk membendung pergerakan Honda Winner X (atau Supra GTR di sini). Yang bikin tmcblog geleng-geleng kepala, Yamaha tidak tanggung-tanggung dalam membenamkan teknologi baru. Mereka bahkan membawa fitur yang biasa kita temukan di motor besar (big bike) atau bahkan mobil ke dalam motor bebek ini, sob!

Desain Baru: Pendekatan “Downforce Movement”

Dari sisi estetika, Yamaha menerapkan bahasa desain baru yang mereka sebut “Downforce Movement”. Desain ini terinspirasi langsung dari motor balap untuk mengoptimalkan sisi aerodinamika, mengurangi hambatan angin, sekaligus menambah tekanan ke bawah (downforce) saat motor digeber dalam kecepatan tinggi.

Kalau sobat perhatikan detailnya:

  • Fasia Depan: Area tebeng depan dibuat lebih kompak. Menariknya, kini disematkan windscreen sport minimalis yang posisinya agak naik untuk mengalirkan angin ke arah atas pengendara. Lampu DRL (Position Light) juga mendapatkan sentuhan visual baru yang lebih tajam.

  • Bodi Samping & Belakang: Bagian sayap (shroud) memiliki guratan lubang udara (air scoop) baru yang dinamis. Bodi belakang ditarik lebih ramping dan meninggi, dipadukan dengan lampu rem (tail light) LED baru yang berdesain tipis minimalis ala sport murni.

  • Knalpot: Desain cover knalpot dan moncong silencer dibuat lebih pendek serta kompak dibandingkan versi sebelumnya.

Sektor Dapur Pacu: Power Melonjak Jadi 18,5 PS!

Ini dia yang krusial, sob. Jantung mekanisnya masih berbasis mesin 155cc, SOHC, 4-Katup, berpendingin cairan, dengan rasio kompresi 11,6:1. Namun, Yamaha melakukan kalibrasi ulang yang cukup masif.

Jika pada versi Exciter 155 terdahulu power puncaknya berada di angka 17,9 PS, pada versi terbaru ini tenaganya melonjak menjadi 18,5 PS! Kenaikan tenaga ini didukung oleh perubahan struktur saluran udara masuk (intake system) dengan boks filter udara yang dimensinya lebih besar, lengkap dengan resonator suara baru guna menghasilkan raungan hisapan mesin yang lebih berkarakter.

Tidak cuma itu, untuk memaksimalkan napas motor di putaran atas, Yamaha mengubah secondary gear ratio dengan memperbanyak jumlah mata gir pada sproket penggerak. Efeknya, akselerasi di gigi ke-6 diklaim bakal jauh lebih responsif dan isi terus! Tenaga besar ini tetap dikawal oleh transmisi 6-percepatan dengan fitur Assist & Slipper Clutch agar perpindahan gigi lebih empuk dan mencegah roda belakang mengunci saat downshift ekstrem.

Fitur Elektronik & Keamanan Tingkat Tinggi

Nah, bagian ini yang membuat Exciter terbaru ini serasa melompat kelas. Embel-embel nama TCS (Traction Control System) di belakangnya bukan pajangan.

Untuk pertama kalinya di kelas bebek super, Yamaha membenamkan sistem Traction Control (TCS) guna mencegah ban belakang selip saat berakselerasi di permukaan jalan yang licin atau berpasir.

Selain TCS, berikut peranti canggih lainnya yang disematkan:

  1. Rem ABS & Cakram Lebih Besar: Untuk varian tertinggi (SP dan Limited), rem depan dibekali piringan cakram berdiameter gambot 267 mm yang dikawal kaliper 2-piston, lengkap dengan sistem Anti-lock Braking System (ABS). Sementara untuk rem belakang dibekali cakram 203 mm. (Catatan: Untuk tipe Standar dan High-End masih menggunakan cakram depan 245 mm non-ABS).

  2. Konektivitas Smartphone Y-On: Melalui modul kontrol SCCU terbaru, panel instrumen digital motor ini bisa terkoneksi ke smartphone pengendara. Sobat bisa memantau rute perjalanan, lokasi parkir terakhir, pengingat servis, hingga memunculkan fitur keren Revs Dashboard di layar ponsel.

  3. Saklar ala Sportbike: Pada setang, kini terdapat tombol engine cut-off independen layaknya motor sport tulen.

Analisis Peluang untuk Pasar Indonesia (Calon MX King 155)

Pertanyaannya sekarang: Kapan PT. YIMM akan memboyong motor ini ke Indonesia sebagai penerus MX King 150?

Seperti yang kita tahu, pasar motor bebek sport di Indonesia memang tidak se-seksi di Vietnam atau Malaysia (di mana bebek underbone masih menjadi raja jalanan). Di Indonesia, dominasi pasar sudah beralih total ke skutik Maxi dan retro-modern. YIMM sendiri terpantau masih mempertahankan MX King 150 bermesin generasi lama tanpa VVA di katalog resmi mereka.

Namun, dengan rilisnya Exciter 155 VVA TCS ini, tmcblog melihat ada celah strategi yang menarik bagi YIMM:

  • Sebagai Flagship & Image Builder: Memasukkan MX King 155 VVA dengan paket komplit TCS dan ABS bisa memposisikan Yamaha sebagai pionir bebek super tercanggih di tanah air, sekaligus memberikan opsi bagi para loyalis speed-goers yang bosan dengan matik.

  • Tantangan Harga: Di Vietnam, motor ini dibanderol mulai dari 49,9 juta VND hingga 60,9 juta VND (jika dikonversi mentah berada di kisaran Rp 31 jutaan hingga Rp 38 jutaan). Jika diproduksi lokal oleh YIMM, penyesuaian fitur mungkin saja dilakukan (misal menghadirkan versi ABS/TCS sebagai varian tertinggi saja) agar harganya tetap kompetitif di rentang Rp 28-32 jutaan agar tidak bentrok dengan segmen sport 150cc seperti R15 atau Vixion.

Gimana menurut sobat sekalian? Apakah strategi membawa bebek super bertabur fitur moge ini akan sukses jika dirilis oleh Yamaha Indonesia? Tulis pendapat sobat di kolom komentar, ya!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

9 COMMENTS

  1. Andai lampu utama pindah ke tebeng dan batoknya pakai seperti motor2 matic bakal terlihat lebih futuristik.
    Menurut saya keindahan desain tebengnya terganggu dengan bentuk batok yang dipasangi lampu utama.

  2. Kayaknya tetep pake mesin 150 Vixion,buat mengakomodir balap roadrace dan ARRC jg yg aturannya ketat tentang CC dan variable valve

    Kalo dijual keduanya 150 dan 155 kue nya terlalu kecil di Indonesia,cuma Menuhin lini produksi doang yg harusnya bisa buat nmax/aerox yg lebih volume maker di pasar

  3. Desain headlamp + stoplamp merusak segalanya
    Kalau mau dijual disini mending ganti aja perlampuan sama yg MX king V2

  4. Model lampu barong cakep dilihat utk satria, tapi utk Exciter ini kesannya malah aneh. Stoplampnya jg agak gimana gitu

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP