Blak Blakan Acosta Jelaskan Alasan Pindah ke Ducati ketimbang Tetap di KTM

TMCBLOG.com – Kita semua Sudah sama mengetahui bahwa Satu Keputusan mengejutkan datang dari paddock MotoGP terkait langkah karier sang talenta muda, Pedro Acosta Yang akhirnnya memilih Ducati Untuk Tahun pertama Musim MotoGP 850 cc. Pembalap asal Spanyol tersebut akhirnya angkat bicara mengenai alasannya memilih hengkang dari pabrikan KTM dan berlabuh ke kubu Ducati.

Dalam pernyatannya, Acosta mengungkapkan bahwa keputusan ini tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui pertimbangan teknis dan profesional yang sangat matang. Meskipun KTM telah memberikan dukungan luar biasa sejak awal kariernya di ajang Grand Prix, Acosta melihat bahwa paket teknis dan konsistensi pengembangan motor Ducati Desmosedici saat ini memberikan jaminan terbaik baginya untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP secara konsisten.

Acosta “Saya sudah mengatakan saat menandatangani kontrak dengan KTM bahwa satu-satunya yang saya inginkan adalah motor untuk memenangkan Kejuaraan Dunia. Jelas motor itu belum datang. Sejujurnya, saya tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan. Saya mendapatkan banyak pengalaman di KTM, tetapi saya juga merasa bahwa Ducati adalah tantangan yang saya butuhkan untuk karier saya.”

Acosta menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah meraih hasil maksimal dan mencari platform terbaik yang bisa mengeksekusi potensinya di atas lintasan secara instan. Paket aerodinamika, drivability mesin V4, serta paket elektronik Ducati dinilai menjadi tolok ukur (benchmark) tertinggi di grid saat ini, yang sulit ditolak oleh seorang pembalap dengan ambisi gelar juara dunia.

Kendati demikian, Acosta tetap menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen dan tim teknis KTM atas segala dedikasi serta kepercayaan yang diberikan selama ia membela pabrikan asal Austria tersebut. Langkah kepindahan Acosta ke skuad Ducati dipastikan akan semakin memanaskan dinamika persaingan silly season dan mengubah peta kekuatan antar pabrikan untuk musim-musim mendatang.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

7 COMMENTS

  1. Masa prime nya banyak yg terbuang,kayak quartararo bedanya paling gak dia pernah dapat gelar saat motornya masih cukup kompe

      • Perlu sih,tapi juga ada batasan waktu,karena umur dan waktu terus berjalan, contoh taro yg sudah habis kesabarannya karena ngebangun motor yg gak tau bangun nya kapan🥲

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP