Dominasi Berlanjut: Menakar Konsistensi dan Peta Kekuatan Yamaha Hingga Seri 3 Mandalika Racing Series 2026

TMCBlog.com – Gelaran Kejurnas Mandalika Racing Series (MRS) 2026 telah menuntaskan putaran ketiganya di Sirkuit Internasional Mandalika pada 25–26 Juli 2026. Hingga pertengahan musim ini, pimpinan klasemen sementara di beberapa kelas utama masih didominasi oleh deretan rider penggawa pabrikan garapala. Namun, jika dianalisis lebih dalam, peta persaingan tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa celah. Mari kita bedah performa tiap kelas secara berimbang, mulai dari dominasi mutlak hingga dinamika poin yang kian ketat.

1. National Sport 150cc: Dominasi Mutlak Fahmi Basam & Penyegaran Podium

Di kelas National Sport 150cc, persaingan klasemen sementara dipimpin oleh tiga pembalap Yamaha: Fahmi Basam, Fadli Rigani, dan Aldiaz Aqsal Ismaya.

Fahmi Basam tampil sangat dominan pada Seri 3 dengan menyapu bersih pole position, podium pertama Race 1, Superpole Race, hingga Race 2. Rekan setimnya, Fadli Rigani, menyusul di posisi kedua klasemen berkat raihan podium kedua di Superpole Race dan Race 2, meski sempat menelan hasil Did Not Finish (DNF) pada Race 1. Konsistensi ini memberikan sinyal kuat kepemimpinan poin menjelang paruh kedua musim.

2. Underbone 150cc: Efisiensi Poin Rendi Oding & Lompatan Fadli Rigani

Kelas Underbone 150cc mencatatkan dominasi struktur klasemen dengan menempatkan pembalap Yamaha hingga sembilan besar. Namun, dinamika jalannya balapan di Seri 3 menyajikan catatan menarik:

  • Rendi Oding (AS Tuan Muda PRK The Strokes 55) berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen berkat akumulasi poin finis ke-6 (Race 1), ke-5 (Superpole Race), dan ke-4 (Race 2), meskipun tidak mengamankan podium pada putaran ini.

  • Fadli Rigani membuat lonjakan signifikan dari peringkat ke-4 ke posisi runner-up klasemen setelah memenangi Superpole Race dan Race 2, serta merengkuh podium kedua di Race 1.

  • Posisi ketiga klasemen sementara diisi oleh Mohd. Silmi Helsinky (Bintang Mandiri Aceh RMP Racetech RCB Racing Team).

3. Junior Sport 250cc U-18 & National Sport 250cc: Konsistensi vs Kebangkitan Poin

  • Junior Sport 250cc U-18: M. Abid Ashar Musyafa (14 tahun) masih bertahan di puncak klasemen sementara. Pembalap tim Yamaha Nitiracing Global Ondolomon Pikoli Dynavolt KYT ini harus absen pada Seri 3 akibat cedera yang dialami usai berlaga di ajang R3 bLU cRU Asia Pacific Championship pekan sebelumnya. Absennya pemuncak klasemen ini berpotensi merapatkan jarak poin antar-pembalap pada seri-seri berikutnya.

  • National Sport 250cc: Candra Hermawan (Yamaha Yamalube SCM Grup Aditama NHK STSJ RK RBT34 GDT Berau) menunjukkan performa impresif dengan meraih podium kedua pada Race 1 dan Race 2, serta finis ke-7 di Superpole Race. Hasil ini mengamankan posisinya di peringkat 3 klasemen sementara. Candra juga tampil serba bisa dengan merangsek ke urutan 4 klasemen National Sport 150cc setelah finis kedua di Race 1.

4. National Sport 600cc: Rotasi Pemenang di Kelas Para Raja

Di kelas bergengsi National Sport 600cc, perebutan podium berlangsung sangat ketat dan terdistribusi merata di antara para rider binaan Yamaha Racing Indonesia:

  • Wahyu Nugroho (Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS) merebut podium 1 Race 1, podium 2 Superpole Race, dan podium 3 Race 2.

  • Arai Agaska (Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing) mengamankan podium 3 Superpole Race dan podium 1 Race 2.

  • M. Faerozi turut menyumbang podium 2 pada Race 1.

Secara klasemen sementara kelas 600cc, M. Faerozi menempati posisi ke-2, disusul Arai Agaska di posisi ke-4, dan Wahyu Nugroho di urutan ke-6.

Evaluasi Teknis: Modal Penting Menuju Paruh Akhir Musim

Manager Motorsport PT YIMM, Wahyu Rusmayadi, mengapresiasi ketahanan mental dan konsistensi para pembalap di atas lintasan. Kemampuan mengamankan posisi klasemen menjadi modal krusial untuk menjaga peluang perebutan gelar juara nasional di akhir musim.

Meski keunggulan klasemen di beberapa kelas masih dipegang oleh skuad garapala, dinamika persaingan di kelas Underbone 150cc dan absensinya pemuncak klasemen Junior Sport 250cc menjadi perhatian khusus. Konsistensi setelan motor (setup) serta manajemen ban di cuaca ekstrem Sirkuit Mandalika akan menjadi kunci penentu apakah dominasi poin ini dapat dipertahankan hingga seri pamungkas.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

2 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP