TMCBLOG.com – Jelang gelaran seri MotoGP Aragon 2026, jagat paddock Grand Prix nggak cuma dihebohkan sama persiapan teknis tim dan pebalap di lintasan, Sob. Di jajaran manajemen puncak penyelenggara balapan, alias MotoGP Group (struktur organisasi setelah masuknya pemilik baru Liberty Media), baru saja merilis pengumuman resmi mengenai perombakan struktur eksekutif.
Yap, Carlos Ezpeleta secara resmi dipercaya dan diangkat mengemban tugas serta jabatan baru sebagai Deputy CEO (Wakil Chief Executive Officer) MotoGP Group!
Restrukturisasi Manajemen Puncak Jelang GP Aragon
Sebelumnya, Carlos Ezpeleta kita kenal menduduki posisi strategis sebagai Chief Sporting Officer atau Direktur Olahraga. Dalam posisi lamanya tersebut, Carlos punya peran yang sangat sentral dalam menyusun regulasi balap, keselamatan pebalap, regulasi teknis mesin, hingga pembentukan format baru seperti Sprint Race yang kita nikmati saat ini.
Dengan promosi jabatan baru ini, Carlos akan bekerja secara langsung bersisian dengan sang ayah, Carmelo Ezpeleta, yang tetap mengukuhkan posisinya sebagai CEO utama.
Berikut adalah poin penting terkait peran anyar Carlos Ezpeleta:
-
Jabatan Baru: Deputy Chief Executive Officer (Deputy CEO) MotoGP Group.
-
Partner Kerja Utama: Mendampingi Carmelo Ezpeleta (CEO) dan bekerja sama erat dengan jajaran pimpinan Liberty Media (seperti Derek Chang).
-
Fokus Tugas Baru: Nggak cuma mengurusi ranah sporting/regulasi balap, tetapi juga mengekspansi jangkauan internasional MotoGP, memperkuat kemitraan strategis, mengoptimalkan potensi komersial, serta menggaet basis penggemar (fanbase) baru secara global.
Sinyal Kuat Era Baru Liberty Media & Estafet Kepemimpinan
Langkah ini menurut TMCBlog sangat menarik dan strategis, Sob. Masuknya Liberty Media sebagai pemegang saham mayoritas tentu membawa arah baru yang ingin membuat MotoGP makin populer seperti Formula 1.
Dengan menunjuk Carlos sebagai Deputy CEO, Liberty Media memberikan sinyal kepercayaan penuh pada duet keluarga Ezpeleta untuk tetap menakhodai MotoGP. Carlos yang usianya relatif masih muda (35 tahun) dinilai punya kombinasi komplet: pemahaman mendalam tentang paddock dan kultur balap, namun juga memiliki visi modern untuk membawa MotoGP ke era komersial dan digital yang lebih masif. Ini juga mempertegas proses transisi atau estafet kepemimpinan jangka panjang di pimpinan tertinggi MotoGP Group secara halus.
Bagaimana menurutmu Sob, apakah dengan jabatan baru Carlos Ezpeleta ini, MotoGP bakal makin menarik secara tontonan dan bisnis ke depannya? Silakan ketik pendapatmu di kolom komentar ya
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog



