TMCBlog.com – Bro sekalian, jelang transisi regulasi besar-besaran MotoGP pada musim 2027 mendatang—di mana kapasitas mesin dipangkas menjadi 850 cc dan ban resmi berganti dari Michelin ke Pirelli—atmosfer di paddock MotoGP mendadak memanas. Pasalnya, sejauh ini sesi tes resmi untuk paket 2027 baru digelar secara terbatas di Brno dan Spielberg. Nama-nama besar seperti Quartararo, Jorge Martin, hingga Ai Ogura bahkan dikabarkan baru akan mencicipi ban Pirelli 2027 pada tes bulan Desember mendatang.
Namun di saat pembalap reguler lain masih harus menunggu giliran, kabar mengejutkan datang dari kubu Borgo Panigale. Nicolò Bulega, pembalap yang baru saja mengunci gelar Juara Dunia WorldSBK 2026, ternyata dilaporkan sudah melahap 10 hari tes privat bersama Ducati menggunakan motor prototipe berkapasitas 850 cc yang dibalut ban Pirelli!
Tak berhenti di situ, Bulega yang diproyeksikan bakal naik kelas menjadi pembalap reguler MotoGP musim depan juga dijadwalkan kembali mengikuti dua hari tes lanjutan di Sepang pada Januari mendatang. Keputusan Ducati memberikan porsi track time yang melimpah ini memicu gelombang kritik dari para pembalap MotoGP lainnya. Mereka menganggap Bulega mendapatkan keuntungan teknis yang sangat signifikan.
Suara Protes dari Paddock
Salah satu penuturan paling tajam datang dari pembalap penguji sekaligus pembalap reguler, Pol Espargaró. Pol menyuarakan keheranannya atas situasi ini:
“Ini gila, benar-benar gila. Dan saya berani bilang ini tidak adil. Dengan jumlah jarak tempuh (kilometer) yang sudah dia kantongi, dia bakal jadi pembalap reguler tahun depan. Dia secara tidak langsung membangun motor tersebut agar sesuai dengan karakternya, jadi motor itu akan sempurna buat dia. Dia bakal paham betul karakter motornya, paham luar dalam soal ban Pirelli, plus masih dapat jatah dua hari tes tambahan.”
Senada dengan Pol, Fabio Di Giannantonio yang baru bisa menjajal paket anyar di bulan Desember turut mengungkapkan kekecewaannya:
“Saya tidak senang dengan apa yang terjadi. Kami hanya punya waktu sekitar empat hari untuk membiasakan diri dengan motor baru, ban baru, dan dalam kasus saya, dengan tim yang baru. Untuk saat ini, Bulega adalah orang yang paling berpengalaman dengan motor baru 2027 tersebut.”
Pembalap Gresini Racing, Alex Márquez, juga memberikan pandangan serupa:
“Nicolò jelas punya keuntungan. Memang benar dia akan memegang banyak data di hari-hari pertama dan seri-seri awal musim karena dia sudah menempuh jarak yang sangat jauh dibanding kami semua.”
Namun, Bulega tidak melihat situasinya seperti itu. Ia menegaskan bahwa motor Ducati 850cc tersebut tidak dikembangkan secara khusus untuk dirinya. Menurut Bulega, perannya sebagai pembalap penguji berarti ia harus mencoba apa pun yang diminta oleh pabrikan untuk diuji, alih-alih memilih apa yang secara pribadi cocok baginya.
“Motor itu dibuat untuk para pembalap tim pabrikan, dan saya hanya menguji apa yang mereka minta untuk saya uji. Tidak benar jika dikatakan bahwa motor itu dibuat untuk saya.”
Bro sekalian, secara regulasi tes privat, Ducati memanfaatkan celah alokasi tes serta status Bulega sebelum ia terdaftar penuh sebagai pembalap reguler MotoGP. Namun, perpindahan ke mesin 850 cc dan karakteristik ban Pirelli (yang profil serta feeling cornering-nya cukup berbeda dibandingkan Michelin) membuat jam terbang di atas lintasan menjadi sangat krusial.
Membuat baseline setup serta memberikan masukan (feedback) pengembangan motor 850cc sejak awal memungkinkan Bulega secara tidak langsung meminta teknisi Ducati memformulasikan karakter penyaluran tenaga (power delivery) dan geometri motor yang pas dengan gaya balapnya. Ketika pembalap lain masih meraba-raba batas grip ban Pirelli 2027 pada tes pra-musim nanti, Bulega sudah memiliki data telemetry yang melimpah dan pemahaman mendalam.
Apakah keuntungan head-start ini bakal membuat Nicolò Bulega langsung menggebrak di musim perdana regulasi baru 2027? Ataukah pembalap papan atas lainnya sanggup mengejar ketertinggalan jam terbang tersebut dalam waktu singkat? Silakan kunyah-kunyah informasinya dan bagikan pendapat bro sekalian di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg / @TMCBlog






Ngapain takut lagian dgn postur Segede Bagong nya seperti itu cukup sulit buat kompetitif di tiap seri di MotoGP modern
Palingan beberapa seri awal experience nya dgn Pirelli udah kesalip ama pembalap yg udah terbukti skillfull dr kelas kadetnya
Kekhawatiran pembalap lain wajar.. tp ingat, skillnya sudah jelas.. dia tidak lebih baik dr toprak, bahkan dengan motor yg lebih superior pun dia di k.o oleh toprak..
Paling2 dia gacor d awal musim doang..
Tapi harus diketahui, toprak bisa menang lawan bullega dan bautista tahun 2024 karena bmw diberikan sasis kosesi dan bautista dikasih pemberat tambahan, awal tahun 2025 giliran bullega yang dikebiri dengan limit bahan bakar karena terlalu mendominasi di awal awal seri. Dulu waktu menang lawan rea juga begitu, kawasaki rea dikebiri limit RPM. Intimya toprak itu banyak diuntungkan regulasi yang mengebiri lawan-lawannya
Pas 2021 okelah Toprak emang dapat keuntungan rpm karena Yamaha lebih unggul. Tapi di 2024 memang beda, okelah kita katakan pake sasis super konsesi, tapi pembalap BMW yang lain aja loyo. Paling gokil emang di 2025, BMW gak dapat keuntungan sasis super konsesi, soal pembatasan aliran bahan bakar itu BMW juga kena kok, dan itu adil karena yang kena gak cuma ducati. Dan pembatasan aliran bahan bakar itu jatuhnya gak signifikan sebenarnya dibanding sunat rpm. Ingat di 2026 Bulega juga pake motor baru yang notabene jauh lebih powerfull dibanding tahun2 sebelumnya.
Biasa aja sih. Ngapa jg protes toh blm tentu langsung stel. Yg jelas input bulega bakal dipilah oleh rider andalan,93 dan dijadiin input utk baseline motornya. Bulega mah jadi keinci percobaan doang. Nomor 1 ya tim utama ducati, 93 37
Jam terbang lebih banyak di awal pasti membawa keuntungan. Tapi bakat asli akan muncul di pertengahan musim
biarin lah, kan kalau bapuk nantinya enak ada bahan bauat ngata2in dia WKWKWKWKKW
Huaseeeem..
🤣🤣
Udah kayak konoha.memanfaatkan celah-celah regulasi untuk bisa tetap berkuasa.
Kalo Konoha sih menabrak dan melanggar regulasi woyy
Di konoha, regulasi bisa disesuaikan dgn orang² yg punya kepentingan 🤣
Hedeh smakin politik aja komengtar warung wak taufik ini
Selama tidak ilegal ya sah-sah aja 😀
Ducita emang paling pinter ngakalin regulasi agar jadi keuntunan buat timnya. Don luigi magnifico
Dari sini terlihat bahwa Ducati lebih cerdas di bandingkan Yamaha, dlm kasus Bulega dan Toprak.
Seandainya Yamaha cerdas dlm melihat regulasi, Toprak akan di kondisikan sama dgn Bulega. Thn 2026 Toprak stay di WSBK tapi pindah balik ke tim Yamaha WSBK, dan sekaligus di jadikan test rider utk motor GP M1 850cc. Alhasil Toprak bisa melakukan apa yang di lakukan Bulega sekarang.
Bukannya hodna udah nyodorin kontrak kayak gitu ke Toprak,setahun di tim Hodna WSBK dulu trus diorbitkan ke pabrikan MotoGP
Jadi sebenarnya kursi Moreira/Alonso di pabrikan itu harusnya diisi Toprak,jadi HRC ga ambil rookie dr moto2
Cuma dia udah keburu ngebet jadi back marker MotoGP kayak
kangen komen komen yang sering bilang Ducati Cup, tapi sekarang menghilang entah kemana, wkwkwkwk
Kangen juga komen tajam ga tajam tumpul ga tumpul 🤣
Buat rider motogp yg iri sama bulega. Suruh mereka pada pindah ke wsbk aja. Ducati tidak melanggar aturan. kalo bulega ngak punya cukup talent buat juara dunia wsbk juga ngak bisa dijadikan buat tester ducati motogp 850. belum tentu juga bulega akan langsung juara di motogp 850