Tardozzi Buka Suara: Bantah Isu SETUP Desmosedici Hanya Disesuaikan dengan Gaya Marc Marquez!

TMCBLOG.com – Halo bro sekalian, paddock MotoGP pasca-GP Mandalika kembali dihangatkan oleh rumor seputar pengembangan motor balap pabrikan Borgo Panigale. Performa apik Marc Marquez yang menjadi satu-satunya pembalap Ducati di jajaran 5 besar klasemen sementara—bahkan hanya terpaut 2 poin dari pimpinan klasemen Jorge Martin—memicu spekulasi liar. Banyak suara-suara sumbang yang menuding bahwa Ducati mulai “anak emaskan” Marc Marquez dan meracik Desmosedici 2026 khusus sesuai request serta riding style sang juara dunia 7 kali tersebut.

Isu ini makin memanas mengingat masa-masa Marquez di Honda dulu, di mana RC213V dianggap dikembangkan khusus untuk dirinya hingga pembalap lain kesulitan. Ditambah lagi dengan situasi Pecco Bagnaia yang belakangan ini tampak cukup berjuang di atas lintasan. Namun, Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, langsung pasang badan dan menepis tegas kabar burung tersebut!

Tardozzi: “Sama Sekali Tidak Benar, Itu Cuma Rumor Tak Berdasar!”

Dalam wawancaranya bersama Sky Italy, Tardozzi menyebut klaim bahwa motor Ducati dibuat khusus untuk Marquez sebagai “gosip kosong”.

“Sama sekali tidak benar. Saya melihat sendiri apa yang dikontribusikan dan apa yang diputuskan oleh pembalap lain, jadi tidak benar kalau Marquez membuat motor sesuai spesifikasinya sendiri,” tegas Tardozzi.

“Itu hanya omong kosong belaka. Siapa pun yang terlibat dalam pengembangan motor paham betul apa yang sudah dilakukan untuk Marquez dan apa yang telah kami usahakan untuk pembalap lain. Contohnya untuk Pecco Bagnaia, meskipun pada akhirnya hasil akhirnya belum maksimal,” lanjutnya.

Ducati Sediakan Komponen Bebas Pilih Buat Tiap Pembalap

Lebih lanjut, Tardozzi menjelaskan keunggulan sistem riset & pengembangan (R&D) Ducati yang fleksibel. Ducati tidak menerapkan sistem one-size-fits-all, di mana satu motor yang cocok untuk satu pembalap harus dipaksa dipakai oleh semua rider.

Beberapa poin penting perbedaan setup yang dibeberkan Tardozzi antara lain:

  • Aerodinamika / Fairing: Pecco Bagnaia menggunakan paket fairing yang berbeda dari yang dipakai Marc Marquez.

  • Aero Swingarm: Pecco juga sudah lama menggunakan perangkat aerodinamika pada swingarm yang berbeda dibanding milik Marc.

  • Kebebasan Opsi Komponen: Pembalap lain seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio pun memiliki kebebasan penuh untuk memilih komponen yang paling cocok dengan karakter berkendara mereka masing-masing.

Langkah konfirmasi dari Tardozzi ini cukup masuk akal untuk meredam potensi gesekan internal maupun spekulasi liar publik. Filosofi Ducati sejak beberapa tahun terakhir memang terkenal sangat berbasis data telemetry dan menyediakan beragam opsi komponen modular, bukan sekadar menuruti satu pembalap utama saja. Bahwa Marc Marquez bisa tampil kencang dan konsisten saat ini, lebih disebabkan oleh kemampuan adaptasinya yang cepat serta jam terbangnya membaca limit batas motor.

Nah, bagaimana kalau menurut pandangan bro sekalian? Apakah murni karena skill Marc yang makin menyatu dengan Desmosedici, atau memang secara tidak langsung racikan teknis Ducati makin mengarah ke karakter berkendaranya? Silakan tulis pendapatnya di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

3 COMMENTS

  1. Parah … orang-orang benar-benar melupakan gimana saat GP Mandalika,
    Marc ditabrak Marco. Hasilnya dia langsung absen sampai kompetisi selesai,
    bahkan tidak ikut dalam pengembangan motor GP26.

    Gimana bisa mesin disettup hanya untuk Marc seorang, ikutan ngetest aja gak.

  2. Hahaha, silahkan nonton dokumenter Marc Marquez: All In, yang melarang bukan dari tim tapi dari si paling nomor satu dan harus selalu untung hehehe, buat yang tahu-tahu saja, dan punya otak untuk bisa terima kenyataan, bahwa orang ini memang tipe yang menghalalkan segala cara untuk menang, termasuk menghambat kemajuan rekan satu tim sendiri bila diperlukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP