Bezzecchi : Aprilia Tidak Bahas Team Order

TMCBlog.com – Jelang seri Phillip Island, Australia, Marco Bezzecchi berada dalam situasi yang menuntut ketegasan tanpa kompromi. Menjelang akhir musim, pebalap Aprilia Racing ini tidak memiliki pilihan lain selain tampil menyerang secara konsisten demi menjaga peluang matematisnya di perebutan gelar juara dunia.

Kemenangan emosional di Sirkuit Mandalika, Indonesia, menjadi titik balik penting bagi Bezzecchi untuk mengembalikan rasa percaya diri yang sempat goyah akibat cedera bahu dan lutut usai insiden di Sachsenring.

Phillip Island: Karakter Unik dan Adaptasi Cuaca

Sirkuit Phillip Island selalu menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari faktor angin kencang hingga kondisi cuaca yang sering kali tidak menentu. Bagi Bezzecchi, adaptasi cepat menjadi kunci utama di trek pesisir Australia ini.

“Di sini sangat normal jika cuaca berubah-ubah beberapa kali sepanjang akhir pekan. Pada akhirnya, kondisinya sama untuk semua pebalap, jadi yang terbaik adalah mencoba beradaptasi secepat mungkin. Tentu saja balapan basah selalu sangat sulit, tetapi dalam kondisi kering pun tidak jauh lebih mudah,” ungkap Bezzecchi.

Mengenai tantangan angin kencang saat melaju hingga kecepatan 360 km/jam, Bezzecchi menjelaskan tekniknya:

“Di beberapa lap awal, kita mencoba memahami bagaimana angin mempengaruhi motor—dari arah mana dan seberapa kuat. Kemudian kita harus beradaptasi menggunakan tubuh untuk mengkompensasi. Itu menjadi seperti sebuah tarian di atas motor.”

Isu Team Order di Aprilia

Salah satu topik hangat yang mencuat adalah potensi penerapan team order di kubu Aprilia, mengingat pentingnya pengumpulan poin maksimal di sisa musim ini. Apalagi sempat beredar kabar adanya pertemuan antara pebalap pabrikan Aprilia dengan skuad satelit Trackhouse.

Namun, Bezzecchi menepis spekulasi bahwa pertemuan tersebut membahas strategi team order.

“Kami tidak membahas team order. Itu adalah pertemuan normal untuk akhir pekan; kami selalu bekerja sama dengan anak-anak Trackhouse, Aprilia selalu melakukan itu, dan kami semua tahu pekerjaan mereka sangat penting bagi kami. Berkumpul dan mendiskusikan setiap situasi adalah hal yang wajar. Itu bukan pertemuan formal, hanya minum kopi bareng—dua atau tiga cangkir!” tegasnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah pertanyaan konstan terkait team order mulai mengganggunya, pebalap asal Italia ini memberikan tanggapan santai namun pragmatis:

“Saya tidak terlalu memikirkannya. Saat ini, itu bukan sesuatu yang mempengaruhi kami. Jika dan ketika mereka memberi tahu kami sesuatu, kami akan mendengarkan dan melihat bagaimana bertindak sesuai arahan. Saat ini, belum ada hal semacam itu yang disampaikan.”

Kondisi Fisik dan Strategi Sisa Musim

Meski berhasil mengamankan podium tertinggi di Mandalika, Bezzecchi mengonfirmasi bahwa kondisi fisiknya belum 100% pulih total, terutama pada bagian lutut.

“Bahu saya sudah baik-baik saja, tetapi lutut saya belum sepenuhnya pulih. Setiap kali saya naik motor, cairan cenderung menumpuk dan membengkak. Kondisinya tentu jauh lebih baik daripada tepat setelah cedera, tetapi belum sembuh total. Saya tahu ini adalah sesuatu yang harus saya jalani untuk sementara waktu, karena sampai saya benar-benar berhenti balapan, itu tidak akan sembuh sepenuhnya.”

Menghadapi sisa balapan yang makin sedikit, Bezzecchi menegaskan strateginya tidak akan berubah: tampil menyerang dan siap mengambil risiko lebih.

“Kami harus memberikan segalanya—akhir musim sudah makin dekat. Mungkin kami perlu mengambil sedikit lebih banyak risiko dan tetap cepat di setiap sesi. Sangat sulit untuk membuat prediksi saat ini, tetapi saya akan mencoba untuk secepat mungkin sejak awal.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP