TMCBLOG.com – Sobat sekalian, akhir pekan seri MotoGP di Sirkuit Phillip Island, Australia, benar-benar ditutup dengan drama cuaca ekstrem yang berujung pada pembatalan balapan utama kelas primer. Keputusan ini tentu memicu berbagai reaksi dari para petinggi tim, tak terkecuali CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola.
Ketika ditanya apakah pembatalan balapan di Phillip Island ini merupakan hal yang baik atau buruk bagi Aprilia, jawaban Rivola cukup diplomatis sekaligus menyiratkan kebingungan: “Entahlah, saya tidak tahu,” buka Rivola.
Dilema Kubu Noale: Antara Kelegaan Jorge Martin & Kekecewaan Bezzecchi
Situasi di garasi Aprilia memang sedang berada dalam spektrum yang kontras. Di satu sisi, Jorge Martin mengalami insiden crash yang cukup keras pada sesi Sprint Race hari Sabtu, yang mengakibatkan dirinya mengalami patah tulang pada radius lengan kanannya. Akibat insiden tersebut, Martin kehilangan tampuk pimpinan klasemen sementara dari Marc Márquez yang kini unggul 10 poin.
Dari kacamata Jorge Martin, pembatalan race utama tentu menjadi semacam ‘penyelamat darurat’—sebuah kelegaan kecil agar selisih poin tidak semakin menjauh sementara ia harus pemulihan. Namun di sisi lain, rekan setimnya, Marco Bezzecchi (yang berada di peringkat ketiga klasemen dengan selisih 50 poin dari Márquez), justru merasa geram karena kehilangan peluang emas untuk memangkas jarak poin di trek ikonik tersebut.
“Saya yakin Marco sedikit kesal karena ia melihat ada peluang besar di depan mata, tapi saya rasa Jorge merasa senang,” ujar Rivola.
“Saya turut prihatin dengan para penonton yang sudah hadir sejak pagi buta. ‘Tarian terakhir’ atau balapan penutup di Phillip Island ini seharusnya layak mendapatkan akhir yang lebih baik. Tapi, ya, keadaannya memang seperti ini.”
Faktor Keselamatan: Helikopter Medis Jadi Alasan Utama
Seperti yang sudah Sobat sekalian ketahui, pembatalan terpaksa dilakukan karena faktor cuaca buruk yang membuat helikopter medis tidak bisa terbang untuk mengevakuasi pebalap jika terjadi insiden darurat, sekaligus tidak bisa mendarat di rumah sakit rujukan di Melbourne.
Rivola mengakui bahwa awalnya ia tidak terlalu memikirkan masalah helikopter tersebut, namun aspek keselamatan memang menjadi prioritas mutlak para promotor.
“Secara pribadi, saya awalnya tidak memikirkan masalah helikopter itu. Tapi ternyata itu adalah kendala utamanya,” ungkap pria asal Italia tersebut. “Sangat disayangkan, karena kita semua datang ke sini untuk balapan. Phillip Island adalah salah satu trek paling ikonik dan semua orang suka datang ke sini. Tapi keselamatan adalah nomor satu.”
Bagaimana Nasib Jorge Martin di Sepang Pekan Depan?
Mengenai cedera patah tulang radius tanpa pergeseran yang dialami Jorge Martin pada hari Sabtu, peluang sang pebalap untuk turun di GP Sepang, Malaysia, pekan depan rupanya masih tanda tanya besar.
Ketika ditanya apakah Martin bisa langsung comeback di Sepang, Rivola menjawab dengan nada pesimistis namun tetap berharap:“Sangat sulit. Sangat, sangat sulit. Saya berharap bisa melihat Jorge di Sepang, minimal mendampingi kami, dan kita lihat nanti perkembangannya.”
Rivola juga menambahkan bahwa perjalanan kisah antara Aprilia dan Jorge Martin musim ini diwarnai sedikit ketidakberuntungan. Kendati demikian, performa Martin saat sprint race hari Sabtu membuktikan kecepatan aslinya. “Kemarin ia menampilkan pertunjukan yang luar biasa. Kita melihat sosok Jorge yang sebenarnya, dan ia punya peluang menang. Kami kurang beruntung dengan situasi ini, tapi kami tidak akan menyerah sampai akhir musim!” tegasnya.
Sobat sekalian, dengan dibatalkannya GP Australia dan sisa seri yang semakin menipis menuju akhir musim, persaingan titel juara dunia MotoGP kini semakin panas sekaligus penuh teka-teki fisik bagi para pebalap yang cedera.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





