TMCBLOG.com- Sobat sekalian, rangkaian MotoGP 2026 sudah memasuki fase akhir overseas musim ini. Pekan ini, para pejuang kelas Moto2 dan Moto3 bakal menghadapi satu-satunya balapan malam hari (night race) di Sirkuit Internasional Lusail, Qatar.
Ada yang beda nih sob! Kalau biasanya GP Qatar digelar di bulan April, tahun ini jadwalnya bergeser ke bulan November. Otomatis, faktor cuaca, suhu lintasan, dan kelembapan malam hari bakal jadi PR tersendiri buat para engineer tim.
Tantangan Sirkuit Lusail: Halus tapi “Kejam” ke Ban
Berlokasi di tengah gurun sekitar 20 km dari Doha, Lusail punya karakter aspal yang unik sejak di-resurface ulang tahun 2023 lalu. Aspalnyasangat halus, tapi sangat abrasif terhadap ban!
Belum lagi masalah klasik: angin gurun yang kerap menerbangkan pasir ke atas trek. Efeknya? Grip bisa ngedrop drastis dan aus ban meningkat. Ditambah lagi perubahan suhu drastis antara sore dan malam hari, serta naiknya kelembapan seiring malam makin larut. Tim dipaksa jeli adaptasi set-up motor!
Pilihan Kompon Ban Pirelli: Andalkan Resep Lama, Plus Senjata Baru!
Belajar dari data tahun 2025, Pirelli memutuskan mengonfirmasi solusi ban yang terbukti sukses musim lalu. Tapi ada satu update menarik: kehadiran versi standar baru SC0 untuk tahun 2026 di kelas Moto2!
Berikut detail alokasi ban Pirelli di Lusail 2026:
-
Kelas Moto2â„¢:
-
Depan: SC1 (Soft) & SC2 (Medium) — penyesuaian tergantung gaya balap & set-up.
-
Belakang: SC0 (Soft — versi standar baru 2026) & SC1 (Medium).
-
Catatan: Tahun lalu, Aron Canet sukses juara Moto2 pakai SC0 soft di belakang. Apakah versi 2026 ini bakal kasih keunggulan ekstra? Menarik ditunggu! Opsi SC1 medium bisa jadi alternatif kalau suhu malam drop drastis karena faktor bulan November.
-
-
Kelas Moto3â„¢:
-
Depan & Belakang: SC1 (Soft) & SC2 (Medium). Kedua kompon ini terbukti sangat kompetitif buat strategi berebut podium sepanjang musim.
-
Menurut pihak Pirelli, kunci utama di Lusail adalah menemukan balance pas antara grip dan keausan ban. Ban depan bakal bekerja ekstra keras, jadi pemilihan antara SC1 dan SC2 sangat krusial tergantung gaya berkendara sang pebalap. Bagaimana aksi para pebalap Moto2 dan Moto3 menjinakkan gurun pasir Lusail dengan racikan ban anyar ini? Kita pantau sama-sama akhir pekan ini, sob!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog


