TMCBLOG.com – Sobat sekalian, ajang EICMA 2026 di Milan, Italia, kembali diwarnai oleh gebrakan masif dari pabrikan sayap mengepak, Honda. Kali ini, mereka bukan cuma memamerkan motor konsep biasa, tapi resmi memperkenalkan sebuah teknologi keselamatan berkendara tingkat lanjut khusus sepeda motor yang dinamai Honda SENSING RIDE!

Teknologi Advanced Rider Assistance System (ARAS) buatan Honda ini dijadwalkan bakal langsung debut perdana pada salah satu motor petualang andalan mereka, Honda CRF1150L Africa Twin Adventure Sports tahun 2027. Wah, makin canggih dan pintar aja nih motor adventure penjelajah benua!
Perpaduan Radar Milimeter-Wave dan Teknologi DCT Legendaris
Honda SENSING RIDE dirancang bukan sekadar sebagai pajangan, tapi sebagai langkah nyata mewujudkan visi global mereka: “Safety for Everyone”. Sistem ini mengandalkan sensor radar milimeter-wave yang dipasang di bagian depan dan belakang sepeda motor. Sensor ini bertugas memantau kondisi sekitar, membaca perilaku pengendara, serta merespons situasi jalan secara real-time untuk menghindari potensi kecelakaan.

Yang bikin sistem ini makin spesial adalah integrasinya dengan teknologi Dual Clutch Transmission (DCT) milik Honda. Pertama kali diperkenalkan tahun 2010, transmisi kopling ganda ini terbukti sangat selaras dengan karakter dan niat pengendara. Ketika dipadukan dengan Adaptive Cruise Control (ACC) berfitur Stop & Go, Honda SENSING RIDE mampu mengatur kecepatan dan perpindahan gigi dengan sangat mulus—bahkan bisa berhenti otomatis dan membantu akselerasi awal (meskipun rider tetap harus siaga memegang kendali ya, Bro!).
10 Fitur Unggulan Honda SENSING RIDE
Bukan cuma ACC biasa, sistem baru ini membawa fungsi spesifik yang dirancang khusus untuk dunia roda dua. Berikut adalah daftar 10 fitur canggih yang diusung oleh Honda SENSING RIDE:
-
Adaptive Cruise Control (ACC): Otomatis menjaga kecepatan jelajah yang telah diatur dan menyesuaikan jarak dengan kendaraan di depan.

-
ACC with Stop & Go: Pengembangan dari ACC yang meminimalisir kerja tangan dan kaki pengendara saat terjebak kemacetan stop-and-go.

-
Group Ride Assist: Fitur keren buat touring bareng, di mana sistem membantu mengatur jarak aman antar-motor secara konsisten saat riding rombongan.

-
Distance Assist: Membantu menjaga jarak aman secara otomatis saat pengendara sedang menarik gas dan mendekati kendaraan di depan.

-
Emergency Braking Assist: Memberikan bantuan pengereman jika terdeteksi adanya risiko tabrakan dengan kendaraan di depan saat pengendara mulai melakukan pengereman.

-
Forward Collision Warning: Menampilkan peringatan visual di panel instrumen ketika ada potensi bahaya tabrakan depan.

-
Brake Pulse: Bekerja sinergis dengan Forward Collision Warning untuk memberikan kepekaan ekstra lewat kedipan/pulsa pengereman kepada pengendara.

-
Blind Spot Information: Indikator di spion yang menyala atau berkedip ketika ada kendaraan lain masuk ke area blind spot (titik buta) pengendara.

-
Rear Collision Warning: Memberikan peringatan ke kendaraan di belakang dengan cara menyalakan lampu sein secara cepat (rapid flashing) saat terdeteksi risiko tabrakan dari arah belakang.

-
Rear Vehicle Notification: Memberikannotifikasi lewat layar meter cluster jika ada kendaraan yang melaju kencang dan mendekat dengan cepat dari belakang.

Visi Keselamatan Jangka Panjang: Menuju Nol Korban Jiwa di 2050
Langkah Honda menghadirkan SENSING RIDE ini tentu patut diacungi jempol. Di bawah slogan global “Safety for Everyone”, Honda punya target ambisius untuk mengurangi separuh angka korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan mobil Honda di seluruh dunia pada tahun 2030. Puncaknya, mereka menargetkan zero traffic fatalities (nol korban jiwa) pada produk mobilitas Honda di tahun 2050.
Bagaimana menurut Sobat sekalian? Apakah teknologi radar dan ARAS seperti ini sudah saatnya menjadi standar wajib di motor-motor penjelajah kelas atas masa kini? Tulis komentarmu di bawah, ya!
