Jarak Baris Grid Start MotoGP Akan Diperlebar dan Ride Height Device Dilarang Saat Start Pasca Summer Break 2026!

TMCBLOG.com – Halo bro sekalian, ada kabar super hangat dan krusial banget datang dari jagat MotoGP! Dipicu oleh kecelakaan karambol mengerikan di tikungan pertama (T1) Sirkuit Catalunya beberapa waktu lalu—yang membuat kaki kiri Johann Zarco cedera parah akibat terjepit di roda belakang Ducati Pecco Bagnaia—pihak promotor MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG) bareng MSMA (Asosiasi Pabrikan) dan tim-tim kontestan langsung bergerak cepat melakukan evaluasi masif demi keselamatan pembalap.

Hasilnya? Ada keputusan besar yang bakal merubah regulasi jalannya balapan dan dibagi dalam dua fase krusial pada musim 2026 ini!

Fase 1: Jarak Antar Baris (Row) Grid Start Diperlebar Mulai di GP Sachsenring!

Langkah darurat pertama akan mulai diterapkan pada GP Sachsenring, Jerman (12 Juli). Guna mengurai kepadatan rombongan pembalap saat melakukan akselerasi menuju tikungan pertama, jarak antar garis baris (row) di grid start akan ditambah sejauh 3 meter!

  • Jarak Lama: 9 Meter

  • Jarak Baru: 12 Meter

Carlos Ezpeleta sendiri mengakui bahwa keputusan ini sangat besar dan menantang bagi sirkuit, karena memperlebar jarak grid otomatis membuat barisan belakang semakin mundur mendekati tikungan terakhir. Namun demi keselamatan, regulasi ini fix akan dicoba dan disahkan.

Fase 2: Pelarangan Ride Height Device Saat Start Mulai GP Silverstone!

Nah, ini yang paling radikal, sob! Penggunaan perangkat pengubah ketinggian motor alias Ride Height Device / Holeshot Device resmi dilarang total khusus pada saat momen start balapan. Pelarangan ini akan mulai berlaku efektif pada semua sirkuit pasca jeda musim panas (Summer Break), tepatnya dimulai dari GP Silverstone, Inggris pada pertengahan Agustus 2026 nanti.

Sebenarnya pelarangan alat ini sudah dijadwalkan untuk regulasi baru tahun depan. Namun, insiden horor di Barcelona kemarin memaksa percepatan regulasi ini.

Catatan Penting: 1. Larangan ini hanya berlaku saat prosedur start awal. Setelah balapan berjalan (in-race), pembalap masih diperbolehkan menggunakan rear ride height device seperti biasa.

2. Awalnya ada wacana pelarangan start device ini hanya untuk sirkuit dengan T1 super cepat seperti Silverstone dan Phillip Island. Namun demi keadilan dan konsistensi, keputusan final menyatakan berlaku mutlak untuk semua sirkuit sisa musim ini.

Sebelum resmi disahkan oleh Grand Prix Commission, skenario tanpa start device ini akan diuji coba terlebih dahulu oleh seluruh tim pada seri GP Brno dua minggu ke depan. Mengingat semua pihak sudah satu suara dan konsensus sudah tercapai, ketukan palu perubahan regulasi ini dipastikan hanya tinggal formalitas belaka.

Gimana menurutmu sob? Apakah dengan melebarkan jarak start menjadi 12 meter dan tanpa bantuan holeshot device saat start bakal bikin jalannya T1 MotoGP makin aman atau justru bikin peta persaingan start makin sulit ditebak? Silahkan ketik opinimu di kolom komentar!

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

12 COMMENTS

  1. Hmmm, kalo ini berhasil, artinya gak perlu pake sistem per baris 2 motor yang malah jadi kayak mobil. Semoga berhasil, dan kalo ini berhasil juga kemungkinan bakal diterapin di ajang balap Internasional yang lain, sih.

    • makanya rivola keberatan banget RHD di larang secepatnya… doi ngotot kjadian kmrin salah martin wkwk… katanya jangan buru2 salahin RHD dan holeshot device…dah hbis banyak buat RND dan br berhasil eehh mau dibanned wkwk

  2. ya masih bisa dipake pas tengah2 race. mending hilangin aja sekalian baik start ataupun pas race berjalan. Udah banyak makan korban ini alat. kalo ga bikin celaka, bikin rugi yg udah di depan karena RHD nyangkut.

  3. lebih baik jarak start dimajukan lebih ke arah tikungan pertama, misalnya hanya 30 m dari tikungan pertama, cuma memang ngga enak dilihat oleh penonton, namun efeknya lebih aman, pembalap masih lambat saat masuk turn 1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP