TMCBlog.com – Bro sekalian, Komisi Grand Prix (Grand Prix Commission) yang terdiri dari Paul Duparc (FIM), Mike Webb (IRTA), Biense Bierma (MSMA), dan Carmelo Ezpeleta (MotoGP SEG), didampingi oleh Presiden FIM Jorge Viegas serta para petinggi teknis lainnya, baru saja merilis keputusan resmi terbaru terkait regulasi FIM Grand Prix World Championship.
Beberapa pembaruan regulasi ini membawa perubahan signifikan, mulai dari prosedur practice start, regulasi kelas Moto2, pembatasan RPM di MotoGP, hingga penundaan bahan bakar non-fosil 100%. Mari kita bedah detailnya satu per satu, sob!
1. Latihan Start di Pintu Keluar Pitlane Dilarang Total
Sebelumnya, latihan start (Practice Start) di area pintu keluar pitlane (pitlane exit) masih diizinkan di sekitar 30% sirkuit dalam kalender balap. Namun, mengingat saat ini seluruh sirkuit sudah memiliki area khusus practice start zone serta tersedianya sesi latihan start khusus untuk kelas MotoGP di setiap Grand Prix, Komisi Grand Prix memutuskan untuk melarang penuh latihan start di pintu keluar jalur pit di seluruh sirkuit. Aturan penegasan ini berlaku efektif untuk musim 2027.
2. Aturan Konsesi & Komponen Performa Moto2 Musim 2027
Penyedia mesin resmi Moto2, Triumph, akan memperkenalkan mesin dengan spesifikasi baru mulai musim 2027. Hadirnya mesin baru ini menuntut pengembangan sasis baru dari para produsen. Oleh karena itu, ditetapkan aturan sebagai berikut:
-
Reset Konsesi: Seluruh tim Moto2 akan memulai musim 2027 tanpa poin konsesi. Peringkat dan hak konsesi baru akan direvisi pertama kali pada pertengahan musim.
-
Update Sasis & Swingarm: Karena keterbatasan waktu pengujian pra-musim (pre-season testing) untuk kombinasi mesin dan sasis baru, setiap pabrikan sasis diizinkan melakukan satu kali pembaruan (update) pada sasis atau swingarm mereka selama berjalannya musim.
-
Pengendalian Biaya Aero Body: Komponen body aerodinamis akan dibekukan (frozen) sesuai desain tahun 2026. Selain itu, jumlah desain lama yang boleh digunakan akan dibatasi demi menekan biaya pengerjaan.
3. Klarifikasi Batas RPM ECU MotoGP
Untuk memberikan kejelasan hukum yang lebih tegas, batas maksimal 20.000 RPM yang sudah ter-coding pada perangkat lunak ECU secara resmi dituliskan ke dalam teks regulasi kelas MotoGP. Formula kata-katanya disesuaikan agar persis dengan regulasi teknis di kelas Moto3. Aturan penulisan regulasi ini berlaku efektif secara langsung.
4. Bahan Bakar Non-Fosil 100% Moto2 & Moto3 Diundur ke 2028
Rencana penerapan bahan bakar terbarukan 100% non-fosil untuk kelas Moto2 dan Moto3 yang semula direncanakan lebih awal, kini diundur pelaksanaannya ke musim 2028.
Langkah ini diambil demi menjaga kontinuitas penyesuaian teknis. Seperti kita ketahui, Moto2 baru akan mengadopsi spesifikasi mesin Triumph baru pada 2027, sedangkan kelas Moto3 dijadwalkan memperkenalkan jajaran motor/perangkat baru pada 2028. Dengan begitu, transisi ke bahan bakar 100% non-fosil di Moto3 dapat berjalan bersamaan dengan hadirnya motor baru di tahun 2028.
Gimana pendapatmu sob mengenai keputusan terbaru dari Grand Prix Commission ini? Silakan tuliskan di kolom komentar ya!
Taufik of BuitenZorg / TMCBlog



