TMCBLOG.com – Kabar hangat yang datang dari Milan Fashion Week dimana Kolaborasi dua raksasa Jepang yang sama-sama lahir di era akhir 1940-an—Honda (1948) dan Onitsuka Tiger (1949)—melahirkan Onitsuka Tiger Honda Mid Sports Concept meminculkan sinyaleman kuat kehadiran sosok Honda CBR750R.
Menganalisis Anatomi: Sasis dan Dapur Pacu
Jika dibedah secara teknis, hampir tidak ada keraguan pada basis mekanis yang digunakan.
-
Mesin & Rangka: Melihat lekukan crankcase mesin serta arsitektur diamond frame baja yang terekspos di balik fairing, basis motor ini identik dengan CB750 Hornet. Artinya, dapur pacu yang diusung adalah mesin 2-silinder sejajar 754 cc (parallel-twin).
-
Kualitas Pengerjaan (Fit & Finish): Fairing penuh (full fairing) yang terpasang pada konsep ini tidak tampak seperti barang kustom one-off buatan tangan untuk pameran semata. Cetakan panel, dudukan fairing, hingga komponen cetor (casting) pada footstep plate dibuat berbeda dari CB750 Hornet reguler, memperlihatkan tingkat kepresisian standar pabrikan.
Detail Ergonomi dan Komponen Kakikaki
Perubahan pada sektor ergonomi dan sistem pengereman mempertegas karakter sportbike jalanan:
-
Stang & Posisi Berkendara: Menggunakan stang jepit (clip-on). Posisi footpeg digeser agak ke belakang dibanding Hornet, memberikan posisi berkendara merunduk namun tetap ramah untuk harian (sport-touring), mirip dengan karakter CBR650R atau CBR400R.
-
Suspensi & Rem: Suspensi depan upside-down dengan tabung luar berwarna emas dikawal kaliper monoblock Brembo yang terpasang secara radial-mount.
-
Sektor Belakang: Buritan tampak sedikit lebih tinggi dibanding CB750 Hornet. Ukuran profil ban belakang juga membengkak, disinyalir menggunakan lebar 180 mm atau 190 mm untuk mengimbangi estetika full fairing.
Ekspektasi Strategi Platform dan Penamaan “CBR750R”
Strategi Honda dalam memanfaatkan satu platform mesin untuk berbagai segmen (common platform strategy) sudah terbukti. Mesin 754 cc 2-silinder ini sebelumnya telah mengotaki CB750 Hornet dan XL750 Transalp. Langkah menghadirkan varian full fairing merupakan tahapan logis selanjutnya.
Melihat pemetaan jajaran motor Honda, model ini kemungkinan besar tidak akan mengusung frasa RR (seperti CBR600RR atau CBR1000RR-R), melainkan mengusung nomenklatur CBR750R. Motor ini diproyeksikan mengisi ceruk upper-middleweight sportbike yang nyaman untuk penggunaan sehari-hari maupun touring, bertarung langsung dengan rival di kelasnya.
Dua pameran mendatang—EICMA di Milan serta Motor Show musim semi mendatang—menjadi momen yang sangat krusial untuk menantikan versi produksi masal dari motor ini.
Bagaimana menurut kalian mengenai potensi hadirnya Honda CBR750R dengan basis mesin 754 cc 2-silinder ini?
Taufik of BUitenZorg | @tmcblog



