TMCBLOG.com – Bro sekalian, persaingan perburuan gelar juara dunia MotoGP makin memanas dan membuat para insinyur di pabrikan bekerja ekstra keras. Aprilia, yang bermarkas di Noale, jelas tidak tinggal diam melihat kejaran rival utama mereka. Di bawah komando Direktur Teknik Fabiano Sterlacchini, Aprilia tidak hanya berfokus pada persiapan regulasi mesin baru 850cc untuk musim 2027, tetapi juga terus secara agresif menggelontorkan pembaruan aero pada prototipe RS-GP versi terkini.
Salah satu perhatian utama saat seri Red Bull Ring, Austria, lalu adalah perubahan radikal pada bagian buritan (tail unit) motor balap nomor 72 milik Marco Bezzecchi. Berdasarkan Referensi Motorsport.com, Mari kita bedah secara teknikal apa saja ubahannya!
Sepasang Winglet Tambahan di Depan Biplane Rear Wing
Secara visual, area ekor RS-GP milik Bez mendapatkan sentuhan pembaruan yang cukup mencolok. Di depan struktur penopang (support struts) sayap belakang ganda (biplane rear wing), muncul sepasang bilah winglet/wing/aerofoil tambahan berprofil kurva melengkung.
Desain profil aerodinamis yang melengkung (curvilinear profiles) ini dirancang untuk bekerja secara sinergis bersama struktur sayap utama di bagian belakang. Konsep seperti ini secara teknis mirip dengan beberapa solusi penataan aliran udara yang pernah diuji coba oleh Ducati Desmosedici.
Fungsi Teknikal: Pembersihan Turbulent Air & Efisiensi Downforce
Lantas, apa sebetulnya efek aerodinamika yang dicari oleh para insinyur Aprilia dari penambahan dua bilah winglet ini?
-
Clean Airflow di Area Tail: Tambahan dua bilah kurva ini berfungsi mengarahkan serta merapikan pusaran angin (turbulent wake) yang keluar dari bagian punggung pembalap saat posisi full tuck-in di trek lurus. Dengan begitu, drag (hambatan angin) berkurang dan efisiensi kecepatan puncak (top speed) di trek lurus meningkat.
-
Local Downforce Saat Cornering: Ketika motor miring menaklik sudut tikungan, bilah winglet ini bekerja memberikan tambahan tekanan ke bawah (local vertical downforce) pada roda belakang. Imbasnya, traksi ban belakang saat akselerasi keluar tikungan menjadi jauh lebih menggigit.
Marco Bezzecchi Jadi ‘Pembalap Penguji’ Utama di Skuad Pabrikan
Ada alasan teknis mengapa perangkat ini baru dipasang di motor Bezzecchi dan belum dipakai oleh Jorge Martin. Di internal Aprilia, Bezzecchi dikenal memiliki sensitivitas (feeling) serta feedback teknis yang sangat tajam dan presisi saat mengevaluasi komponen part baru. Bersama pembalap penguji Lorenzo Savadori, Bezzecchi menjadi garda terdepan dalam menguji perangkat aerodinamika anyar sebelum diproduksi secara masif.
Di sisi lain, Jorge Martin memilih pendekatan yang lebih konservatif. Martinator memilih meminimalisir perubahan setup pada motornya jika sudah menemukan confidence. Ia menyerahkan evaluasi teknis awal perangkat anyar ini kepada Bezzecchi sebelum nantinya ia adopsi di seri-seri berikutnya setelah terbukti efektif.
Menarik banget kan bro melihat bagaimana detail-detail kecil aero di area buntut bisa berpengaruh besar terhadap kestabilan dan traksi motor balap sekelas MotoGP! Silakan dikunyah-kunyah infonya dan bagikan komentar teknis mu di kolom komentar ya!
Taufik of BuitenZorg / @TMCBLOG


