Jelang Moto3 Motegi 2026: Veda Pratama Pede Tatap Seri Pembuka Tur Asia

TMCBLOG.com – Bro sekalian, akhir pekan ini atmosfer kejuaraan dunia Moto3 2026 akan sedikit berbeda karena kita akan secara resmi memasuki fase balapan di benua Asia atau yang sering kita sebut sebagai Asian Tour. Putaran ke-16 ini akan dihelat di Mobility Resort Motegi, Grand Prix Jepang. Buat skuad Honda Team Asia, ini jelas balapan yang sangat krusial dan spesial. Dan tentu saja, buat pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, seri ini ibarat medan pertempuran yang sudah sangat ia hafal luar-dalam.

Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, datang ke Jepang dengan target yang jelas: mengambil langkah maju di musim rookie mereka. Keduanya bukan sosok asing di aspal Motegi berkat pengalaman mereka di kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. Mitani jelas punya motivasi ekstra sebagai local hero yang tinggal tak jauh dari sirkuit, sementara Veda punya rekam jejak impresif dan kesuksesan saat melibas Motegi di kategori junior.

Mari kita kunyah-kunyah sedikit performa Veda di seri Austria sebelumnya yang jadi modal penting pekan ini. Walaupun hasil akhir Veda di Red Bull Ring harus tertahan di P13 karena imbas long-lap penalty, tapi race pace yang ditunjukkannya sangat luar biasa. Bayangkan, start dari P19 dan sempat merangsek naik menembus P4! Ini adalah bukti sahih bahwa Veda punya fighting spirit dan kecepatan yang setara dengan grup terdepan. Mitani pun menunjukkan progres positif di Austria dengan bangkit dari P22 ke P18 dengan pace yang meyakinkan.

Hiroshi Aoyama selaku Team Manager Honda Team Asia juga sangat antusias menyambut seri pembuka Asian Tour ini. Aoyama menegaskan bahwa dengan penguasaan trek yang dimiliki kedua pembalapnya, tidak ada alasan untuk tidak langsung tampil ngacir sejak sesi FP1.

Menariknya, dari kacamata teknis, Aoyama menyoroti kemiripan karakter sirkuit Motegi dengan Red Bull Ring. Karakteristik trek stop-and-go dengan kombinasi trek lurus yang menuntut top speed, area hard braking yang menyiksa sistem pengereman, serta elevasi sirkuit, diyakini akan membuat Veda dan Mitani merasa lebih familiar dengan ritme balap setelah apa yang mereka lalui di Austria.

Lalu bagaimana tanggapan Veda sendiri menjelang balapan akhir pekan ini? Pembalap bernomor start #9 ini mengaku sangat bersemangat:

“Saya sangat antusias pergi ke Jepang. Setelah Austria, saya merasa kepercayaan diri saya telah kembali dan kami memiliki kecepatan untuk bertarung dengan para pembalap di rombongan depan. Mampu merangsek dari P19 ke P4 menunjukkan kepada saya bahwa kita bisa bertarung, dan meskipun penalti mengubah hasil akhir, saya mengambil banyak hal positif dari balapan tersebut.

“Sekarang saya ingin membawa perasaan positif itu ke Motegi. Saya sangat paham sirkuit ini dari balapan-balapan sebelumnya, dan saya punya kenangan indah dari Motegi, jadi saya tak sabar untuk kembali ke atas motor dan memulai akhir pekan dengan kuat. Jepang adalah awal dari Asian Tour, saya ingin menikmati balapan ini namun di saat yang sama terus menekan untuk hasil terbaik. Ada banyak kesempatan untuk berimprovisasi dan menunjukkan apa yang kami bisa. Saya akan memberikan segalanya bersama tim, terus bekerja keras, dan mencoba untuk bertarung di barisan depan lagi.”

Kita tentu berharap cuaca di area Mobility Resort Motegi akhir pekan ini bisa stabil, sehingga tim bisa langsung menemukan setup dasar yang optimal sejak Jumat. Mampukah Veda mengonversi ritme impresifnya menjadi poin masif di Jepang? Kita tunggu aksi full attack dari Veda!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP