Road Test Ride – Aprillia RS 125

Siip, Lengkap sudah duo Varian Aprillia RS 2 tak saya Test Ride. Dulu Aprillia RS 250 milik Mas Triatmono sempat saya coba Geber di perumahan Bogor Like Side. Nah Kali ini Motore Megan Fox  dalam Filem Transformer 2,  Aprillia RS 125 dicoba dalam perjalanan Down Hill Gadog-Warung Jambu Bogor Sejauh lebih dari 10 km. Motor ini sejatinya ditest Oleh Bro haryo Blogger-ADV-er yang kesehariannya nyemplak Pulsar. Tapi saat perjalanan pulang dari Gadog saya Pinjam dulu, sementara Bro Haryo ber matic ria dulu dengan Si Pinky. Pada Perjalanan Pulang kali ini Para Blogger membuat Formasi sendiri, tidak bergabung dengan rombongan Piaggio. Hal ini dilakukan agar lebih leluasa mengetes performa.

Ok kita mulai dari impressi bentuk fisik. Motor yang dijual PT SKN hampir 80 juta rupiah OTR DKI ini boleh dibilang memiliki garis desain yang mirip dengan varian  balap di GP 125. Setingan ergonomi riding nya racy banget, Saya langsung teringat RS 250 nya Mas tri yang dulu sempat saya test, nggak jauh berbeda !! Nyemplak RS 125 suka-atau tidak suka tubuh dipaksa untuk menunduk karena posisi setang berada di bawah segitiga atas (yoke). Rantai berada di sebelah kanan, yang paling estetis adalah bagian sasis twin spar alumunium pejal yang tentu akan menopang rigiditas motor saat digunakan. Satu masukan saya, agar pihak Aprillia membuat konsol dashboard sedikit lebih tertutup sehingga jalinan kabel di headlamp tidak terlihat.

🙄 Frame twin spar aluminium pejal . . . bentuknya sangat estetik

Well . . . This is My 2nd riding experience on Two stroke Bike !! he he he he ada beberapa point yang akan saya gali impresinya, mulai dari akselerasi, ergonomi/riding position, dan suspensi. This is Road Test Ride, so top speed pasti bukanlah hal yang menjadi tujuan utama. . Tercatat saya hanya bisa mengail kecepatan sampai 90 km/ jam saat down hill dari ciawi ke Bogor, untung proses betonisasi jalan Raya Ciawi sudah rampung. Untuk mengetes performa Motor ini dengan terpaksa saya meninggalkan teman-teman Blogger di jalur Gadog-Tajur. Tenaga tenaga motor ini baru terasa saat kitiran mesin melebihi 6.500 rpm, beda banget sama 4 tak yang mulai dapat dirasakan kelinearan tenaga di RPM-RPM rendah. Konon tenaga maksimum 18 bhp didapat pada RPM  10.200. Menurut Mas Tri Karena Keberadaan  radiatornya yang tidak memiliki kipas pendingin. Rider harus pandai-pandai membuat siasat riding

Artinya Sang rider harus tahu dimana dia bisa buka gas dan melaju dan dimana ia akan mendapati lalulintas yang padat merayap. Saat jalanan memungkinkan untuk melaju, momen ini di gunakan untuk ‘menabung’ suhu dengan cara melajukan motor sehingga  suhu air radiator rendah. Hal ini akan berguna nanti saat kita bertemu jalan yang ramai dan padat dimana suhu mesin dan radiator akan cepat naik. Mungkin ke depan dapat pula menjadi Pertimbangan Aprillia untuk menambahkan Kipas dan thermostat untuk menunjang performa kerja dan keawetan mesin.

Dua hal yang  harus saya acungi jempol untuk motor ini : Akselerasi dan pengereman. Panic Breaking dengan peranti dua rem cakram depan-belakang RS 125 cukup safe, nggak ada gejala ‘ngebuang’ ke kiri kanan, mungkin ini dikarenakan rigiditas sasis. Akselerasi RS 125 sangat mumpuni, ini sangat berguna untuk  kepercayaan diri saat riding-terutama saat mendahului kendaraan lain yang lebih besar.  Kondisi jalan Gadog-Bogor saat saya lakukan test ride terbilang Ramai Lancar dan basah karena hujan gerimis. Pasti banyak yang menyangka dengan ergonomi riding yang Racy akan membuat punggung mudah letih . .. Tapi, suer .. .  saya nggak merasa seperti itu,  kalo boleh dibilang saya sangat menikmati Down Hill 10 Kilometer dengan Aprillia RS 125. Diakhir riding, Mas tri sempet bilang

” gaya riding Sampeyan terlihat lebih sporty pake motor ini dibanding Ninja “

oalahh..kompor banget Blogger senior yang satu ini :mrgreen: Seketika terbuncah anganan saya . . . Andai saja semua pembalap muda indonesia sudah dibekali motor yang pajak pertahunnya 800 rb-an ini . . . 5-10 tahun kedepan saya pastikan kita sudah bisa bicara di ajang balap Internasional

Taufik of BuitenZorg
SPESIFIKASI TEKNIK APRILLIA RS 125

Mesin : 2-tak, pendingin air
Kapasitas : 124,8 cc
Bore x Stroke : 54 x 54,5 mm
Karburator : Dell’Orto VHST 28
Transmisi : 6 percepatan
Suspensi depan : upside down 40 mm
Rem depan : Cakram 320 mm (floating)
Rem belakang : Cakram 220 mm
Ban depan : Pireli 110/70-17
Ban belakang : Pireli 150/60-17
Jarak sumbu roda : 1.345 mm
Tinggi jok : 805 mm
Kapasitas tangki : 14 liter

156 COMMENTS

  1. Absen dulu ah, dah lama gak koment kangen juga,,,
    Yang pasti sih cocok sama aku yang suka Megan Fox,,,,

  2. Tunggangannya keren abis mas taufik, coba saya nyicip motor italia yang satu ini juga 🙂
    Pertanyaannya 1 aja mas, warna dan striping bodi aslinya sudah seperti itu atau sudah di custom ya? terlihat sedikit kurang sreg kalo aprilia ngeluarin striping bodi seperti itu, secara desain bodi udah yahud. thx.

  3. Mantap tu aprilianya.bener kata mas topik harunya pembalap punya indonesia punya ni motor biar isa saingan ma pemabalap2 d luar negri sana

  4. @pengamat
    yang mana . . .RS 125 atau Megan?

    @monde
    ya bro pasti ujung top speed yang di klaim Aprillia 140-an km/jam pada motor restricted ini diperoleh. Tapi ya itu dia karena ini adalah motor harian, maka kayaknya perlu juga tuh tes jalanan alias Road test ride :mrgreen:
    Enakan mana sama Ninja 250R
    saya pikir beda karakter . . .
    1. ergonomisnya . . . Ninja 250R riding positionnya lebih tegak karena keberadaan stang yang tinggi diatas yoke
    2. Saya pikir kalau masalah performa, hampir-hampir mirip, 2 tak tu performanya setara 4 tak dengan cc 2 kali diatas nya cmiiw. bahkan boleh dikata untuk versi derestricted . . .RS 125 punya potensi lebih dari Ninja 250R karena motor ini punya keunggulan sasis dan suspensi plus bobot

    @Kang Maskur
    Mungkin karena :
    1. aku dah terbiasa riding posisi racy dengan ninja 250R walau nggak begitu racy kayak RS 125 ini
    2. Nggak terlalu jauh sekitar 10 km saja, sedangkan bro haryo melahap sekitar 35-40 km tuh he he he he he

    @raharjo
    ya pak itu salah model fisiknya . . . yang lain ada . . . contohnya seperti yang disamping megan fox itu pak
    kalo nggak salah yang race replica Max Biaggi juga ada pak : http://ninja250r.wordpress.com/2009/08/01/aprillia-luncurkan-rs-dan-sr-replika-sbk-max-biaggi/

  5. sensasi murmer 2 tak, bisa dicoba di KRR, pd gasingan tertentu Super KIPS nya aktif….suaranya mendesing seksi…. Trek lurus Cianjur Cipatat bisa tembus 120 kpj..helm kesentak kebelakang…pdhal grip gas belum pol…keburu jalannya rame….he…he….
    Lxv 125 nya ada inpo harga?
    Peace ride safely

  6. @hampura

    hmmm suara tawon . . . khas super kips ya Kawak, RC Valve-ATAC nya Honda, ATEC nya suzuki dan teknologi power valve lain yang pertama kali di cangkokan di YZR500-Kenny Roberts di tahun 78
    btw . .. terakhir kali nyobain di jembatan rajamandala pake N250R ha ha ha ha . . no wonder dapet segitu xixixixi

  7. Sayang hujan ya Kang Taufik, bisa tembus berapa KMh Kang ?
    BTW tuh motor hrganya 11-12 sama YZF 125 khan ?

  8. @wong
    saya sempet nyobain sampai 90 kpj doang . . .maklum di jalan umum 🙂
    motor ini 20 juta lebih murah dari YZF R125 versi IU cmiiw

  9. dahsyat mas…

    cuman setang kok bisa di bawah segitiga yak…

    berarti mau gak mau gak bisa belok patah donks..??

    bakalan kesiksa tuh kalo pake si aprillia di tengah kemacetan berangkat dan pulang kantor lewat gatsu atau pancoran

    hehehehe.. 😀

  10. @anggi
    betul makanya sirkuit gak ada belokan patah-patah xixixi adanya cuma hair pin. Nggak sembarangan kalo mau belok . .. harus ambil sisi seberangan dulu baru belok . .. murip bus antar kota kalo mau belok :mrgreen:

    @Rotama
    walau dikorting 20jt tetep harga diatas 60-an bro 🙂

  11. dengan harga segitu, ditambah image eksklusive italian bike saya rasa worthy_lah.
    hanya saja lebih tertarik KRR 150 ….
    *(kang voting kemarin di FB aku isi di sini heheheheee…
    disamping harga lebih murah, saya rasa perawatannya lebih mudah dan lebih murah pula….

    masalah ridding position sebenernya tergantung kebiasaan, meskipun nunduk stang Under yoke namun footstep kan lebih kebelakang dan tinggi jadi posisi tulang punggung masih bisa lebih relax dengan sedikit lurus. yang akhirnya sama saja seperti touring bike…
    bahkan terkadang bagi speed lover ridding position racing sangat membantu, aku sendiri malah lebih nyaman dengan motor dengan stang under yoke
    *(namun sayang ambisi meng_under yoke N250 kandas dan akhirnya di lego dari pada nyumuk2i.. heheheheeee….

  12. @setelah saya amati.. Kecantikan megan fox n aprillia bagaikan pinang dibelah dua, bro.. Tapi klo aprillia dibikin naked n megan fox dibikin naked juga, kira2 sexy-an yang mana ye?? Xixixixixi.. 😉

  13. @ Bro Seweusiji
    Wah tiga hari tak muncul kelaut ya,
    Guspur sama Bro yahon juga, pada kemana yah, tuh diatas^ kok ada snif snif Guspur bukan?

  14. wah cakepnya….jadi ngiler (ngiler doank…..)
    jadi sdh diputusin mau ambil yg RS125 yah mas…. 😀

  15. @nuno
    yes . . itu dia Aprillia udah riset gimana posisi segitiga ergonomi ( tangan-bokong-kaki) sehingga memang bagi punggung, Kalau motor ini dipakai setang over Yoke seperti Ninja 250R kayaknya malah nggak enak deh soale posisi kaki sudah agak mundur . .. jadi terasa aneh kayaknya cmiiw

    ergonomi Ninja 250R :

    ergonomi RS 125 . .. model diperankan Nadhi alon rider

    @pengamat
    wakakakakak..jangan diterusin fantasinya ahhh . . . bahaya xixixiixxi :mrgreen:

    @madix
    buat riding segitu jauh . .. gak pegel . . . tau deh kalo riding jakarta-bogor xixixixi

    @Ja
    thats right mas . . . apa lagi untuk perjalanan down hill . . . tangan emang harus siap2 menerima limpahan bobot lebih he he he he

    @Anduk
    yang 2nd hand . ..dapet tuh bro . ..cuma model fairingnya mirip RS 250 nya mas tri . .. nggak menyudut seperti yang sekarang

    @Hage
    xixixixixi…cerita fesbuk dibawa ke marih 🙂

    @imyut
    belakang lebih mantab lagi 150/70/17 . . .jauh lebih lebar dari ban std nya N250R

  16. Setelah saya amati.. Tanya lagi neh bro! Klo PERFORMA aprillia n megan fox liar-an mana? Terutama dijalanan naik turun macam dipuncak?? Xixixixixi.. Tarik maaaaaaang… 😀

  17. @ Mas Taufik,
    Udah Ganti aja mas tumpakannya pakek rs125, yng ninin250 dilego ama saya aja,
    Kamsud hati memeluk luna apa daya kantongku cekak,,, cari barnag second mode on.

  18. sekali kena virus 2 tak bakal cinta mati dah bro wkkwkw. Restrictionny ga dicopot? bisa ngacir ampe 170 tuh 😀

  19. @All…
    OOT dab….
    Hasil Kejuaraan Dunia Relly Dakar. kategori R2 :

    1. Cyril Despres-KTM
    2. Pal Ullevalseter-KTM
    3. Francisco Lopes-APRILLIA
    4. Helder Rodriques-YAMAHA
    5. David Fretiqne-YAMAHA

    peace dab…

  20. kmaren saya jg test drive mas GSX R600, tarikannya yahut abis, agresif bgt mtor 600cc smpe cmiiw…
    pas saya mau putar balik di dlm komplek, namun jalan tdk ckup dan hrs mundur, alhasil saya tdk kuat mundurin tu motor dan dibantu s’sorang mnarik mtor trsbut.
    apakah ninja 250 jg sberat tu?

  21. @Asen
    wkwkwkwk . . . tolong disetop kompornya xixixixixi

    @M1
    whoa . . . gixier 600 yang 4 silinder . .. he he he he biasa bro sport bike agak ke depan titik beratnya he he he he, jadi agak berat mundurinnya

  22. Setelah saya amati.. Jiaaaaaah.. Cuma ngelirik sambil senyum doang.. Tarik maaaaaaang.. Xixixixixixi.. 😀

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP