Implementasi UU No 22/09 . . . Gimana Kalo Gradual berdasarkan Skala Prioritas?

Seperti Juga kesepakatan ACFTA, UU No 22  tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan seharusnyadiimplementasikan dan mulai berlakukan Mulai 1 januari 2010 kemarin. Akan tetapi ternyata fakta di lapangan dipandang terlalu prematur dan riskan menimbulkan side effect gejolak sosial yang kontraproduktif. Gejolak ini salah satunya disebabkan karena beberapa pasal di UU yang baru ini dituding multitafsir. Dua diantaranya adalah masalah Knalpot racing dan helm berstandar Nasional. Knalpot Racing dianggap rentan menimbulkan kasus salah penafsiran dari penegak hukum, karena dalam UU tersebut nggak dijelaskan rambu-rambu apa yang dapat digunakan untuk para penegak hukum untuk menentukan ini knalpot racing atau Bukan. Sedangkan Untuk masalah helm Berstandar Nasional bermasalah karena banyak Biker yang mempertanyakan apakah helm Impor yang secara Fakta telah teruji keamananya oleh lembaga keselamatan lain nggak dianggep?

Oleh Karena itu sebagai Orang Awam yang menempatkan diri sebagai bagian dari pengguna jalan raya, saya berfikir dapatkah Implementasi UU ini dilakukan Gradual (bertahap) berdasarkan Skala Prioritas. Untuk Step Pertama misalnya, bagaimana bila pihak kepolisian secara masif melakukan sosialisasi tentang kebijakan Day Time Runing Light (DRL=Headlamp menyala pada siang hari) untuk kendaraan Roda Dua. Memang sih tetap akan terjadi pro kontra dikalangan Biker yang ditengarai karena  masalah ekonomi (bohlam cepat putus, memperpendek umur part kelistrikan dll).

Akan tetapi menurut hemat saya Kebijakan Headlamp menyala di siang hari paling mungkin dilaksanakan secara masif lebih dahulu. Terlebih berdasarkan beberapa penelitian dan uji empirik, progam ini secara positif dan signifikan dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan. Nah Program ini bisa pula di teruskan ke pihak pabrikan untuk dapat membuat motor tanpa saklar hidup-mati lampu, alias lampu akan langsung menyala disiang hari. Pemerintah, menuru saya layak menggunakan sumberdaya dan powernya untuk memberi tekanan agar program DRL ini bisa berjalan dahulu. setelah itu dengan jeda beberapa bulan baru masuk ke program selanjutnya entah itu Helm standar, emisi, atau juga knalpot. ini pendapat saya lho, gimana menurut brader semua? Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

jangn lupa baca juga : Daytime Running Light . . . Masih Dilematis?

  1. Pemakaian lampu utama di siang hari sangat membantu terdeteksinya pengendara r2 oleh r4 tpi peraturan ini jga menimbulkan masalah baru….
    kalau pas siang hari apalagi pas terik sen dpan agak susah terlihat karna pandangan kita fakus ke lampu utama…
    Terlebih bagi kendaraan yg lampu utama dan lampu senya masih satu tempat(tak terpisah)sangat sulit untuk melihatnya…

  2. lumayan masih dapat poin daripada lu manyun….. hehehehe…..
    kira-kira UU mencantumkan juga gak ya larangan kendaraan R2 naek2 ke atas trotoar? kadang kalo udah gitu kasian pejalan kakinya deh……

    mari sopan, tertib, dan sabar di jalan raya pak pulisi mode: on….
    ==========================================

    silakan kunjungi kami di warung sate batibul bang firman khas tegal jl. pondok kelapa raya blok F1 no. 2A (jati bening) depan apotek pondok kelapa jakarta timur

  3. Daripada bingung, silup belajar lbh konsisten aja dl dr yg pasti2. Mis : keharusan pk helem. Biasa kl pagi anak2 sekolah berangkat skolah dianter pk motor banyak yg gak pake helm, belum lg pelanggaran nyata thd rambu2 lalu lintas seperti lampu merah, dilarang berhenti dll.
    Nah, yg gini dl dipastikan tegaknya peraturan baru merambah ke yg lain2, jgn sampe penegakan peraturan ky hangat2 tai ayam mulu
    Terima kasih

  4. maaf OOT, tapi berkaitan dengan ilustrasi gambar diatas
    mau nanya, Nonja 250R itu lampunya bisa nyala sebelang doang ya?
    apa itu semacam lampu senja nya?

  5. engga yakin peraturan ini dapat bertahan. yang sudah2 peraturan ini cuma kuat beberapa bulan saja. selebihnya, cincai lah ama petugas……

  6. @MR
    yup .. .lampu utamanya cuma nyalla sebelah doang (yg kiri) .. .yang sebelah lagi (kanan) high lamp

    @Elektra
    kok aku nggak merasa seperti itu ya he he he . . .mungkin karena posisi lampu utamanya yang terlalu keatas sehingga menyilaukan rider yg berjalan berlawanan arah ya, soale kalo lampu bener2 mengarah ke permukaan jalan, menurut ku nggak terlalu menyilaukan mata, cmiiw

    @Awaku
    konsisten !! good Point bro 🙂

    @penerjemah
    ok nice advice 🙂

  7. Fans n ALL

    salah satu benang merah yang mau aku sampaikan adalah kira:kra Gini

    Negara Kita kan boleh dibilang berhasil dalam rangka kampanye memakai Helm, bila dibandingkan negara2 lain semisal Vietnam yang katanya juga besar penjualan R2nya, Kesadaran penggunaan Helm sudah mulai merasuki jiwa Bikernya sendiri, jadi implementasi wajib Helm lebih udah digelontorkan . . .

    nah bagaimana caranya DRL, dan peraturan2 lainnya bisa se’sukses’ Helm dalam hal kesadaran? . .. kan asik tuh , cmiiw

    lanjooot

  8. Emem mas klo soal lampu d siang hari dah dari 3 tahun y lalu d sosilisasikan d bandung pas jaman saya skul dl.tapi y anget2an gt.pas lagi rame dulu y nyalain lampu pas dah lama y tau lah.g da y nyalain lagi.yo wes dah da uunya tingal d ikutin ja.x ja mang da gunanya.y penting savety rading lah.dah lengkap smu tapi ugal2 pakenya y sama ja bohong.q dah iktn uu.helm q beli baru ma cap SNI&DOT lampu tak nyalain klo siang.motor standaran pbik g d modif aneh.nek d tilang ae yo aneh ku mah.
    Mas cbr ckd kapan keluar.??
    Ngarep mode on

  9. Helm berhasil di sosialisasikan karena ada sentuhan mode, maksudnya sekarang mindsetnya bukan biker modis kalo enggak pake Helm.
    Mungkin DRL bisa sukses juga kalau ada sentuhan mode-nya misal pabrikan mensupport dengan membuat mekanisme Headlamp khusus untuk DRL bisa warna-warni tanpa harus menyilaukan, bisa menampilkan siluet hewan, lambang ATPM, atau yang lain…

  10. sebenarnya kalau konsisten, rata-rata orang indonesia itu takut juga dengan denda yang besar, saat helm standar diwajibkan, maka orang-orang langsung beli helm standard. Saat disuruh pakai dua spion, langsung banyak penjual spion di pinggir jalan, dan banyak yang beli dan pasang dua spion, saat diminta liggt on maka banyak yang sudah menyalakan lampu di siang hari dll. Itu yang saya lihat di Jogja lho.

  11. Uh gt toh maz.dulu helm skarang lampu besok pa lagi y??xixixi
    mang dulu jamahan helm half face.skarang kan d tilang pake helm gt.y beleh full face ma.open face.bagus programnya berhasil

  12. @mas taufik
    gini mas kalau pas matahari terik sekali(jam 11-14)kalau berlawanan arak lampu sen susah terlihat apalagi yg lampu senya berada di samping lampu utama…bukan terpisah di tebeng/sayap…
    Tpi sepenuhnya saya mendukung uu tentang menyalakan lampu di siang hari…

  13. Bagi kami orang kecil, untuk mematuhi UU tersebut tidaklah sulit. Hanya 1 yang kami kesulitan untuk mematuhinya, yaitu larangan boncengan bertiga. Pripun pandangan pak Taufik dan juga teman-teman semua?

  14. @Whongpurba

    Hanya 1 yang kami kesulitan untuk mematuhinya, yaitu larangan boncengan bertiga

    setuju, apalagi bawa anak kecil yang belum bisa dipercaya untuk tidak bermain-main, atau bahkan tidur sewaktu dibonceng. Bahaya sekali itu, kalo mengandalkan angkutan umum juga tidak efektif, selain lama, tidak nyaman, sering tidak sampai tempat yang dituju

  15. mungkin polisi perlu dilengkapi dgn pengukur kekerasan suara saat razia knalpot..jadi ndak salah tangkap.

  16. ^
    Boncengan 3 harusnya ditambahin ket. Misalkan kalau 2 orang dewasa mk boleh + 1 orang usia maks 10th.
    Kalau perlu yg bonceng anak kecil dibelakang tanpa alat safety juga d tilang demi keamanan d jln.

  17. @whong Purba

    hmm . . . masuk akal juga . . .berkendara R2 tidak lebih dari 2 orang memang agak sulit dilakukan. good point bro

    @Athlet
    nah . . . kudu diamandemen UU nya?

  18. setelah saya amati..

    PERATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR..
    TIDAK ADA PERATURAN MAKA TIDAK ADA YANG DILANGGAR..
    AGAR PERATURAN DAPAT DITEGAKKAN MAKA PENEGAK PERATURAN MENJALANKAN TUGASNYA SESUAI PERATURAN..
    MENEGAKKAN CARANYA DENGAN HIMBAUAN, PERINGATAN, TINDAKAN..

    Kupacu sepeda motorku….. Didepan ada polantas wajahnya begitu buas, tangkap aku.. Prit.. Priit.. Priiit.. Tawar menawar harga pas, tancap gas!!! (iwan fals mode : on)

  19. @ Pak Taufik.. Lha nggih pak, untuk point yang lain cukup mudah untuk tidak melanggar UU tsb, biayanya juga gak mahal. Tapi kalau urusan larangan goncengan 3, gak cukup hanya kemauan tuk berdisiplin lalin, tapi kudu ngetokke duwit yang nggak sedikit. Bisa sik keluar duwit sedikit, tapi kita harus ekstra sabar dan betah dengan ketidak nyamanan angkutan umum di negeri tercinta ini.

  20. kalau tidak boleh boncengan bertiga, yo susah, yang bikin UU mungkin gak pernah mudik ke jawa pakai motor.

  21. Mungkin yg bikin UU bukan seorg biker. , makanya bisa multitafsir begitu.
    Lagipula pelarangan penggunaan knalpot racing cuma mematikan usaha rakyat (pengusaha knalpot).

  22. bersyukurlah bisa nambah kerjaan Pak Polis….kan tiap tahun bertambah terus anggotanya…ya tiap tahun dikeluarin kebijakan baru agar kerjaanya bertambah juga…kalo kerjaannya tetep kecian yang lainnya ndak kebagian kerjaan…piss

  23. Pakai helm sudah pasti wajib, kalo ngga suka pake helm standar…beli aja helm yang keren. Pokoknya pake helm khusus motor buat minimalisir dampak kecelakaan, biar kalo jatuh…otaknya ngga aburadul, muka ngga peyang… Orang yang nungguin kita di rumah juga bisa tenang.

    Soal knalpot racing masalahnya berisik dan ketertiban umum. Sebaiknya parts racing ngga dijual bebas, banyak yang pakai motor standar aja udah ugal2an…apa lagi dikasih parts racing.

    Lebih demen jaman dulu yang tertib. Biasanya polisi langsung stop tuh motor berisik. Terus si pengendara suruh dengerin suara knalpot langsung ke telinganya, grip di puter poll!

    Soal ketertiban umum….
    Liatin nyali di jalan sampai hampir mati itu ngga ada kerennya, jaman gw muda juga dulu gitu. Ujung-ujungnya malu juga, motor amburadul, ortu sama pacar marah-marah, buat kesel orang, disumpahin orang-orang di jalan, badan penuh bekas luka-luka, banyak ruginya lah… Safety ride itu no.1, lebih banyak dipuji orang di jalan.

    Kalo tenaga motor pas-pas an, terima aja apa adanya. Ato nabung untuk beli motor yang lebih kenceng, kondisi standar bikin mesin lebih awet, bensin hemat, dompet ngga jebol, emisi terkontrol dan harga jual ngga ancur. Kalo lagi butuh duit, bisa dijual cepat…ngga di kilo ke tukang loak.

    Termasuk klakson sialan yang buat kaget itu. Klakson juga sebaiknya standar.

    Sebaiknya kelengkapan seperti spion juga harus ditaati, banyak yang belok seenaknya ga peduli di belakang ada orang.

    Spion juga baiknya standar, karena banyak spion aftermarket ngga pakai kaca khusus yang agak cembung. Susah liat kendaraan di belakang. Beberapa orang juga pake spion cuma buat liat tangan doang, entah bangga dengan hasil manicure, entah apa tujuannya. Temen gw juga patah beberapa jari tangannya saat tubrukan, gara-gara spion yang letaknya di depan grip.

    Terus yang bikin jengkel banyak anak kecil yang dikasih motor, boncengan 4 orang dan kebut2an. Harus ditertibkan meski hanya di dalam komplek, tujuannya apa juga saya ngga tau. Ngajarin anak 9 tahun bawa motor. Ato tujuannya supaya si anak-anak itu diberhentiin sama bangsat, ditonjokin dan dibawa kabur motornya. Seperti mengambil permen dari tangan bayi..

    Motor yang diajak jalan2 ke trotoar juga bahaya dan ngga hargain hak pejalan kaki. Boleh dibilang maling juga (maling jalan). Ga ada salahnya sabar kan? Toh gw juga kesel kalo lagi jalan di trotoar, di klakson sama motor dari belakang. Alhasil gw tonjok aja tuh orang. Bahkan beberapa pejalan kaki sangat mendukung tindakan saya, serius lho…(terutama ibu-ibu yang bawa anaknya).

    Tertib itu bisa bikin nyaman, kenapa ngga dilakoni?

  24. DRL : Setuju, paling ga usaha untuk meminimalisir accident.
    Knalpot Racing : mungkin batasan2 di perjelas lagi.
    Helm : Selama helm sesuai standart ( bukan helm ” cetok ” ). No Problem kan

    Mungkin perlu di adain pertemuan antara biker sama pembuat UU. Biar ga jadi masalah.

  25. Opiniq:
    – Aturan ini sudah bagus, tinggal pelaksanaanx
    yang lebih intensif.
    – Kita selaku pengguna jalan ikuti aturan² yang
    ada, utamanya demi keamanan dan kenyamanan
    – Ketika (terpaksa) melakukan kesalahan, mintalah
    ditilang dengan lembar biru, jangan mau yang
    merah. Dengan demikian tidak ada kesempatan
    “dia” menawarkan titip sidang, yg ujung²nya uang
    masuk ke kantong pribadi. Kalo lembar biru, kita
    merasa bersalah dan kita bisa membayarkan uang
    kita langsung ke bank.
    – Kalo kita berprasangka buruk terus terhadap hal²
    begini, jangan² kita yg sebenarnya nggak bener!!!

    @Mas Taufik
    UUnya nggak perlu di amandemen, cuma perlu
    ditambah penjelasannya. Semisal: Hadist yang
    melengkapi penjelasan Al Qur’an. Juga Aturan
    Tambahan pada UUD kita. CMIIWwww

  26. lebih baik pemerintah mengurusi dulu polisi-polisinya…sering kali gw liat polisi bawa motor tanpa spion,indikator kecepatan,lampu sein + boncenger ga pake helm.. gimana masyarakat mau menaati peraturan sedangkan sang polisi yg harusnya jadi panutan malah kasih contoh yg tidak baik.

    gw jg pernah ketemu ada polisi mau tilang gw 3bulan yg lalu cuma karena spion gw patah satu,padahal uda dijelasin kalo gw baru jatuh dari motor.celana gw jg masih sobek2,motor lecet dmn2, tetep aja ditilang. begitu diperatiin ternyata motor si polisi lebih parah daripada motor gw. ga ada spion 1pun, indikator kecepatan aja ga ada. kok malah tilang orang…hehehehe kok jadi curhat ya

  27. @kay
    Setelah saya amati.. Waaah, bijaksana banget ente boz.. Tapi koq terakhirnya nonjokin orang ya?

  28. pada dasarnya arah dari UU ini udah bagus, tapi sayang isinya ada beberapa point yang tidak berpihak pada biker dan membuka pintu buat adanya pungli oleh pihak kepolisian. yah mau gak mau kepolisian kita itu sudah jadi lembaga perampok rakyat bukan pelindung rakyat, yah sedikit2 duit soalnya. pernah saya ngalamin ditilang gara lampu nyala pas siang hari (tahun 2006), tapi herannya pasal yang dikenakan itu berkenaan dengan penggunaan lampu sirine dan lampu blitz yang sama sekali gak ada hubungannya dengan nyalanya lampu disiang hari. padahal udah dijelasin kalo tempat yang saya lewatin lagi hujan, bahkan saya aja masih pake mantel, tetepan aja polisinya ngotot. dan ini bukan oknum lho, gimana bisa dibilang oknum yang lagi merazia aja 1 truk.
    kayaknya biker bisa jadi bulan2an polisi gara2 peraturan kedalaman alur ban dan kealpot. kan di-UU gak dijelasin berapa minimal ukurannya. belum lagi soal larangan boncengan bertiga, lha anakku baru 2,5 tahun, masak iya saya suruh naik motor sendiri atau kalo orang tunya pergi apa mesti ditinggal dirumah. ini yang bikin UU kayaknya gak kenal sama rakyatnya.

  29. @ 38 kay

    motor std blum tentu irit bensin mas…asal modifnya yg ningkatin efisiensi pembakaran mesin y bakalan lbh irit misal gnt CDI yg bqn kurva pembakaran lbh mulus + gnt busi iridium dsb, klo gnt knalpot racing br dah boros

    trus ttg polisi yg srg main tilang masuk kantung…emg pada gombal mrk,skrg cb cek sapa yg pnh motornya yg dl hilang (dicuri maling) yg bs balik lg k tangannya?g ada kan?kalopun ktm tu motor g bakal polisi balikin k qta2..malah dibagi2 bwt kendaraan dinas bawahannya…memalukan!!!

  30. @44 hmmzz
    Anda terlalu “seronok” dan gegabah dalam menuding
    semua polisi. Ada baiknya menggunakan istilah oknum.
    Karena memang tidak semua bertindak seperti itu.
    Sedikit cerita:
    Kira² thn 1992 motorq ditahan oléh Polisi karena bener²
    parah kondisinya (saat msh muda dl). Nggak ada spakbor
    ban depan belakang, spion kecil, knalpot ya gitu deh,
    teman² kampus bilang helikopter.
    Ditahan selama 8 bulan dan aq takut kalo pulang di
    tanya ortu. Dengan bersusah payah hutang sana-sini
    saya tebus motorq itu. Justru kondisinya jauh lebih baik.
    Spakbor dpn blkng dipasang, spion meski cuma satu
    terpasang standar, knalpot ganti aslinya nggak berisik.
    Plat nomor jg lebih baik….

    Dr pengalaman ini bisa diambil kesimpulan bahwa
    msh ada yg bagus n care terhadap kita. Jadi janganlah
    semua dianggap bersalah ato se-wenang² ….

  31. REPOT…!!
    di liat dr UU-nya, baik&mengarahkan biker pada keselamatan dlm berkendara.
    taaappiiiiiiiii….yg jd “GENDALA” dlm pelaksanaanya tuh, imej publik figurnya (dlm hal ini yha para pak pulish) sdh jelek di mata biker.
    jadinya…ada kesan malas dlm mentaati uu lalin.
    rasanya, ada perasaan g rela gt, kalo kita patuh, smentara penegak hukum malah nglanggar, atau bertindak semena-mena tanpa alasan yg jelas. semisal, maen potong snalfot, dg dalih g standard.
    kalo mnurut saya, spt yg sdh d sampeiken bro awakku di atas, penegak hukum kudu konsisten, sehingga para pengguna jln jg akan menghargai mereka serta mentaati aturan yg mereka tegakkan

  32. gak usah lha nyalain lampu disiang hari,,

    boro2 siang hari, malm hari aja gak pake lampu gak ditilang,,
    heran, kalo malm pd kmn. Ap jam kerja sm jam kantoran,,

    Motor boleh bonceng bertiga? Kalo diturutin nanti ngelunjak minta bisa berempat,
    beli aja gerobak tempel di belakang ato pake sidecar kayak motor2 dlu.
    ato si kepala keluarga jgn beli motor, tapi beli becak motor aja,,

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP