Yamaha Kudu Waspada dengan Honda Scoopy?

Honda Scoopy, Skutik Honda terbaru bagi saya merupakan pilihan Lain dari Honda Beat, secara cita rasa mesin sepertinya sama aja. Banyak Orang Bilang bahwa Pasar Motor Retro masih segmented dan cenderung abu-abu. Bila pandangan ini didasarkan dengan fenomena skutik-skutik Piaggio yang mayoritas memiliki garis desain retro dan berharga lumayan mungkin ada benarnya. Tapi pada Fenomena Scoopy ini, sepertinya Kompetitor Honda Jangan terbuai oleh statistik skutik piaggio. Scoopy Harus ditanggapi serius Oleh Yamaha sebagai Kompetitor karena saya melihat sepertinya Penerimaan Konsumen akan desain Scoopy cukup positif.

Ditambah lagi area yang diancam scoopy adalah segmen entry level skutik yang memiliki share market tergemuk di kerajaan skutik tanah air. Honda sepertinya sangat tahu Bahwa salah satu cara untuk mematahkan dominasi Yamaha di segmen skutik adalah dengan menggerogoti market share Mio Sporty. Walaupun akan tetap waspada, Honda sepertinya nggak terlalu Khawatir dengan kehadiran Xeon . . . karena mereka pikir Market yang disasar Xeon nggak akan mempengaruhi usaha mereka mengepung Mio sporty. Yup bro, bandrol Xeon yang masih 2 juta diatas Scoopy lah yang memberatkan . . . Honda berfikir Xeon tetap akan ditangani oleh Vario sisters, cmiiw

Apa yang harus dilakukan Yamaha? Jangan terlalu lama mengobservasi kehadiran Scoopy ini. kalau dalam waktu sudah terlihat gelagat membahayakan, langsung putar haluan dnegan membuat counter strategy . ..  entah memperbaharui Mio Sporty, Meluncurkan Yamaha Fino atau usaha Lain yang menyasar perkuatan lini segmen entry level market, karena kayaknya Xeon nggak akan bisa berbuat banyak bila Mio Sporty dalam keadaan Under pressure. ini hanya pendapat pribadi saya, cmiiw . ..  silahkan share komentar bro semua . . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

853 COMMENTS

  1. @195
    masak orang tua sukanya sakitgigi sama sariwawan,,
    xixixixixi

  2. @200
    wah,, slamet ya ntel,,, dapet mongtor 200cc,, 😀

    *ngak berani ngomong jadul ah,,,

  3. ^
    beda mesin f1zr sama jupiter/vega apa, cuman 2tak dirubah jadi 4tak, beda mesin RX King sama MX apa, 2tak dirubak jadi 4tak.. ada lagi, bedanya sama mesin vixi apa, yaaahh.. lagi2 mesin RX King dirubah jadi 4tak, truz di boreup… 😀

    mungkin tuh alay pernah eksperimen cangkok mesin RX king ke mesin MX kali.. bisa juga 😀

  4. ^
    apalagi ngomongin shock scouzy yang “amblaz” sama matik jyadull yang ga ada fitur safety.. omongan nya ga jauh beda sama fbH yang tempo hari nyales disini.. 😀

  5. @thole
    j4N9aN 6iT03 D0NI< 64Nn.. 4I_4Y j03gA M4N035Y4 I_03CH..

    *copas dr kaskus hehehe

  6. Klo gue usul neh ke Thole -Jaos. bilang ke YMKI suruh bikin tuh TGP ato apa tuh yg biasa bikin part contekan buat bikin part Fino yg pasti murah meriah…Jadi Mio bisa spt bunglon, ntar klo mo jual tinggal pasang aslinya…harga ga jatoh & susah jual. Belajar tuh ama orang-orang yg ikut Djarum Black Slalom, klo mo jual di standar tin lage… jadi harga jual ga jatoh. Ini hanya pandangan gue looogh

  7. @kampret
    atau jual aja part/baju fino yg PnP buat mio dng harga atpm bukan IU, yaaah kisaran 1,5 jt laah.
    jadi scoopy cukup dilawan dng part/baju doang.

  8. Untuk motor Honda Scoopy mantapz bagetz..
    Sesuai dengan jiwa anak muda sekarang..
    Perpaduan antara klasik dan modern..
    Tapi Yamaha jangan merasa kalah sebelum berperang…
    Berkompetisi secara sehat aja, karena konsumen sekarang bisa menetukan seleranya sendiri dalam memilih sepeda motor yang ok.

  9. @210
    bikin aja pake fiberglass biar bisa lebih murah.. :mrgreen:
    terus catnya disemprot pake semprotan obat nyamuk.. 😛

  10. menurut ane sbg konsumen, dibanding Y.Fino, desain scoopy yg lbh bulet mirip si fenomenal piaggio, lbh lucu dari segi fisik, sedangkan desain fino lbh ‘co’. Untuk teknologi, scup dah inject, klo fino? mungkin mas Taufik lbh tau..^^. Scup berbasis beat+inject, dah kebayang pasti irit ya..cmiiw, klo Fino yg berbasis mio, dah kebukti tangguhnya..
    Nah, setubuh sm artikel mas Taufik.. senjata H adl jurus ‘curi start’ dalam ngeluarin matic retro yg ms baru di kancah per’matic’-an Indo. Klo konsumen keburu puas sama scup, nah Y bakalan berabe dah.. mending kluarin byson (ngarep..)
    thx boss dah diizinkan berkomen..

  11. y udah mulai panik dengan kehadiran fino, makanya sales pada ditekan suruh lembur, walhasil pada bikin klonengan semua

  12. @kucrut
    kl fiber mending nggak lah …. kualitasny bro. pengalaman bumper avanzaku dr fiber skr sdh pecah (pas kec. tinggi kena batu beda dng standartnya pasti cuman lecet catnya)
    tp nggak tahu jg kl buat motor bisa kuat kagak

  13. hmmmmm

    sepertinya potensi bakar2an nich, tapi kok belum menunjukan tanda2 yah….

    lagi siapin pertamax dan LPG

  14. snifff…sniff crot….crot…suara scoopy olie nya rembess ..liat di thailand dech……pada bocor tuch..

  15. @172 ashley
    Punya Kawahara bagus jg kok… kl diliat fisiknya sih barang dr sono2 jg… cm dilabeli Kawahara… harga lebih murah… oke dong? 🙂

    Sniff… sniff…

  16. Sebenarnya ini lebih bagaimana membentuk trend market motor di Indonesia dengan cara membentuk presepsi publik terlebih dahulu.

    Misal saat Honda membentuk presepsi bahwa produk Yamaha Jadul, maka Yamaha segera melauch Xeon sebagai contra presepsi.

    Sekaligus mendahului Scoopy yang akan bermain di retro classic. Disini Xeon akan membentuk citra matic Modern yang Hi-tech sebagai trend masa kini, Yamaha tidak jadul lagi, ada Xeon. Produk baru matic adalah produk yang Hi-tech.

    Presepsi ini harus ditanam dengan dalam-dalam ke publik sebelum Honda menanam presepsi Retro Classic sebagai trend masa kini.

    Sebenarnya Yamaha punya senjata, disadari atau tidak Yamaha bisa bicara, “Nah sekarang siapa yang Jadul, lue atau Gue?” “Xeon atau Scoopy” dan ini bisa diterima secara logis dalam mass perception calon konsumen roda 2.

    Lalu….selanjutnya bisa ditebak….iklan sebagai promotion toll emang kadang harus difikirkan dengan masak-masak kedepan… jangan sampai tidak konsisten, konsumen akan mencela Anda sebagai pemilik merk!

    Any Idea?

  17. oh iya, nama sebuah produk itu juga bisa menentukan laris / nggak nya sebuah produk lho.. 😀

    gue jamin, kalo yamaha mau ngluarin mio fino kesini, nama fino akan jauh lebih mudah&gampang di inget konsumen.. kemungkin besar untuk cepet populer nya lbh gedhe dibanding scoopy.. 😀

  18. Wah Yamaha kudu siap-siap nih, Honda lawan beratmu…Scoopy keluar ternyata busyet ga disangka-sangka banyak banget peminatnya..Ati2 nih Yamaha,. Mo siap ngeluarin apa nih buat ngehadang Honda. Aku liat Scoopy mantap banget…I LOVE HONDA…MmMmUuuAaaccCchHh 3x

  19. @223
    ada ide ….
    hnd nulis ‘ yang lain jadul ah’….tapi gak paham jadul itu apa…
    tech.scoopy, beat, varios….gak beda jauh dari ymh mio ….yang beda cuma fitur pbl, sks, sss…..

    lain cerita kalo sopy make pgm-fi,….

  20. @richie
    belum tentu bro … dulu waktu blade keluar pengunjung banyak yg berkomentar bagus, siap indent dll, tp hasilnya gimana?
    tp ini tantangan buat ahm utk memecahkan trend motor yg ‘berbeda dr yg lain’ stl gagal dng cs1 & blade

  21. nanti mesti diperhatikan…apa iklan beat berubah gak…masih gak ngomong “yang lain jadul ah”?

  22. Bagaimana presepsi Anda?

    Apakah Retro Classic adalah desain Jadul?

    atau justru…

    Retro Classic adalah desain modern?

    tanya knapa?

  23. lah.. seharga blade gw 13,5jt
    payah nih, kenapa baru keluar skrg, coba dr dulu
    gw pasti beli scoopy, secara value for money
    dgn harga segitu , gak perlu modif apa2 lg
    cukup isi premium, dan ganti olie rutin.. kekeke

  24. @ jaos

    takutnya nanti iklan Beat berubah;

    “Yang gak Jadul pilih Beat, yang Jadul silahkan pilih Scoopy”

  25. @231
    retro classic itu tetap desain luar yg klasik, gak bisa dibilang modern…., tapi hanya-la siklus yang berulang….
    kalo bahasa lugasnya…..jadul pada bagian luar.

    Kuno….berarti luar dan isi …jadul semua

  26. @ jaos

    he he he he….retro classic = jadul luarnya githu.

    luar atau daleman yang penting ya tetap “Jadul”

  27. Contoh : minicoope (mbl) …ini desain klasik tapi hi-tech..
    isi setiap tahun selalu upgrade performa, tapi luar tetap klasik dan tidak berubah sama sekali (terlalu minor perubahannya). Bahasa lugasnya: jadul tapi hi-tech.

    Sopy…luar jadul isi downgrade (masih kena ke jadul juga)…

    @233
    iklannya (beat) dikoran sekarang,…..”semakin menjadi idola”

  28. @235 H dash
    retro klasik = luar jadul
    tapi kalo dalaman ‘jadul’…..maka kesimpulannya KUNO….he he he

  29. jadi hnd ahm kena makan iklannya sendiri….
    sangat disayangkan iklan ‘jahat’ begitu bisa ada ….kan beresiko sendiri…mending kalo cuma di koran lokal….

  30. kalo hnd mau bikin tren….mesti tren hi-tech…TITIK.
    luar dalam hi-tech …
    tapi yang begini dia gak bisa….sudah di”kunci mati” sama omongan petinggi2nya sendiri…

  31. sopy…..cita rasa mesin kok bisa sama dengan beat…ver very JADUL…
    harga murah, bukti –very JADUL irit produksi– mahal di masa depan –segera kehilangan siklusnya dengan segera–…..terrible-la.

    untuk berapa lama sih mau bertahan dengan model begini?

  32. @240
    buat ti mtr ymh….yang itu bukan maen aman….tapi the real comfort safety for other riders.

  33. @242
    tren HP (smartphones) hi-tech….tombol qwerty di INA sini…
    yg touch screen kurang

  34. @Jaos

    lha kalau dalaman dari injec trus di down grade jadi karbu lagi gimana?

    retro classic katanya luar jadul, daleman modern.

    kalau daleman dah di downgrade juga? gimana? emang bukan mesin kuno sih, tapi down grade aja.

  35. hehe,..

    perasaan jaos seru sendirian tuch ga ada yang nemenin.

    dan omongannya jadul mulu yah,..

    padahal mengakui juga kalo produk matic yamaha ngga punya fitur safety kaya di Honda.

    jadi jadulan mana yah.? yang punya fitur safety atau ngga.?

    Bagaimana om jaos apakah Yamaha mau memperhatikan konsumennya dengan menerapkan fitur safety. atau memang biar konsumen nyemplung ke kali kaya iklan E-*uss

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP