First Riding Impression Bajaj Pulsar 220 DTS-i F

Bro Sekalian Siang ini tmcblog memenuhi undangan PT Bajaj Auto Indonesia untuk mencoba Varian terbaru mereka , Yakni Bajaj Pulsar 220 DTS-i F di Sirkuit Internasional Sentul. Seperti Biasa tmcblog datang lebih awal dibanding rekan rekan blogger dan komunitas yang pagi itu berangkat bersama dari Kuningan-Jakarta. TMCBlog kembalimengajak mas Muksin Aseen dan Sabdo Guparman tuk ikut serta. tmcblog membawa riding gear sendiri berupa back protector, jacket full protector, pants Komine with knee slide, Helm AGV K-3, Glove AHRS, dan Sepatu Tomkins Road. tmcblog mendapat kesempatan Pertamaxx untuk mencoba, karena Daftar Ulangnya juga di awal xixixixi

🙄 tmcblog-Mr Vaibhav Gupta-Iwan Banaran

Setelah Press Converence dengan jajaran BAI, 3 Unit Pulsar 220 DTS berwarna Merah marun, Biru dan Hitam siap di test. Kali ini tmcblog menggunakan Pulsar 220 warna Biru . . . cakep juga siih. Saat pertama kali naik ke atas Joknya Feel yang terasa adalah . . . hmm motor ini cukup tinggi juga, soo jinjit lagi dahh . . . Namun untung bobot keseluruhan motor ini tidak terlalu berat sehingga masih bisa ditopang oleh satu kaki.  Bendera Start yang melepas 3 Blogger: tmcblog, iwan Banaran dan SL dikibarkan oleh Pak Vaibhav Gupta

Saya langsung melesat pelan melipir di sebelah kanan . ..  karena itu peraturan sirkuit bagi rider yang baru keluar dari pit stop, mencoba runut gigi . . . Gigi 1 sampai 9000 rpm dapat 29 km/jam Gigi 2 sampai 9500 rpm mencapai 47 km/jam . . . Pasca ketemu R1 baru bisa mengembangkan kecepatan gear 3 mencapai 85 km/jam di 9.000 rpm . . . setelah itu saya terbuai kembali oleh liukan sirkuit sentul Sentul dengan mengkombinasikan berbagai tipe gear shifting dari yang paling halus sampai cara paling kasar yakni . . . shifting gear tanpa tekan kopling 😀 . . . harap dilakukan di rpm tinggi (diatas 8500 rpm)

🙄 kalo ini mah Kang James Bonsai, kurang miring kang !!   :mrgreen:

Menikung dengan kecepatan 70-80 km/jam seperti yang dilakukan di R2 bisa dilakukan dengan nyaman, karena tmcblog merasa cukup percaya sama suspensi motor ini. Reboundnya pas banget . . . nggak terlalu lebut dan juga terlalu keras. Bagaimana Bannya . . . Ban Made-In India MFR cukup Gape di kondisi aspal kering . . . Ban ini cukup Menggigit, membuat tmcblog pede menikung agak miring termasuk di tambalan semen tikungan sirkuit sentul

Bro sendiri tahukan bahwa Mayoritas tambalan tersebut adalah racing line yang benar he he he . . . jadi yooo libas ajaaaaaa

Kunci untuk mengurangi kecepatan setelah ngebut kencang dengan motor adalah kombinasi Engine Brake dan Rem Manual. Di awal tmcblog sudah mensinyalir bahwa akan diperoleh engine brake yang guede . . . secara ini termasuk motor Big Single bro . . . dan bener aja . ..  jika kita down shifting akan terasa Jambakan engine Brake yang cukup bengiiis, kalau nggak biasa – ban belakang bisa spin he he, jangan kaget yah . . . ditambah Rem Cakram dua piston depan dan satu Piston dibelakang . . . hmmm cukuplah untuk menghentikan laju 120 km/jam.

 

Gimana di Straight? he he dengan modal start diujung tikungan terakhir 85 km/jam tmcblog cuma dapet top speed 132 km/Jam persis dibawah bilbord hump*s sebelum mengerem sejadinya guna persiapan masuk R1. hmmm, yups Jargon Kenceng yang diklaim BAI memang sepertinya bukan isapan jempol belaka. Secara Umum dengan 18,6 Juta rupiah, Bro sudah mendapatkan banyak hal yang tidak bisa diperoleh di motor lain : spedo digital, Kaliper rem turunan Brembo, cakram depan belakang, half fairing, lampu projector, lampu rem led, dan tentunya yang terpenting kesiapan ATPM untuk memback Up segala kebutuhan after sales Service !! . . . Jadi penasaran, gimana ya rasanya bila dipakai buat harian . . . ergonominya, konsumsi bahan bakarnya dll … mudah mudahan BAI mau meminjamkan tmcblog untuk test harian motor ini . ..  semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

  1. jadi gimana nih bang haji dirrecomend kan gak wat di pinang …??? nunggu wejangannya nih..;)

  2. klo ngeliat review warung sebelah, gear 1 selisih 1000 rpm bisa naik 18km/jam yah 😀
    Gear 1:
    warung sini 9000rpm = 29km/jam
    warung sono 10000rpm = 47km/jam?

    bener gak kang opik? kuenceng donk? supra fit X 125 gear satu juga 40-an km/jam (speedo) 😀

  3. Wuihhh……..
    Mantab tenan harga miring kualitas (y) mantabeee……..

    Semoga az Om taufik di kasih impentaris lg ya sama BAI biar data makin lengkap….xixixixi. 😀

  4. Wow keren lampunya dari depan, modif dikit ala naked cakep tuh warna biru bnar2 silau cuakep… dah smuanya… nabung2 ahhh…………

  5. ini mah Kang James Bonsai, kurang miring kang !!
    >>>itu dah paling miriiiiinnnggg…..kikikikikk
    *piss kang BB(sambil nunggu ripiuwnya versi kang BB)

  6. mangstab gan..
    buat kualitas, produk india cuman kalah setengah kelas dari produk jepang, ndak terlalu signifikan..

    buat pak haji, terima kasih reviewnya bagus tapi mohon kedepannya lebih dipertajam lagi..

  7. dan tentunya
    yang terpenting kesiapan
    ATPM untuk memback Up
    segala kebutuhan after
    sales Service !! . .

    *gigit jari nih di jogja belinya dimana ya?

  8. disinyalir P220 akan jd “new giant killer”, termasuk buat MS kelas 250cc dari H dan K. 🙂

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP