Bro sekalian, Honda CBR250RR dua silinder yang sempat tmcblog pelototin dari dekat saat meliput langsung Tokyo Motorshow 2015 lalu memiliki kode Honda K64A . . . menurut banyak rumor rumor Motor ini memang disinyalir baru akan dirilis / diproduksi pada paruh kedua Tahun Fiskal 2016 nanti .. . tapi catat, itu nggak sampai setahun bro 😀 . . . Nah satu rumor ringan yang tmcblog baru saja terima adalah di prototipe versi produksi massal tidak terlihat kabel gasnya .. . weleh
Nara sumber tmcblog mengatakan bahwa Gosip yang berkembang bahwa Honda K64A akan menggunakan ” Sensor throtel ” wah asli saat tmcblog mendengar ini serasa sedikit ambigu . . . secara kalau motor sudah FI throtelnya memang ada sensornya, namanya Throtel Possition sensor ( TSP ). Nah apakah yang dimaksud dengan informasi “sensor throtel ” ini masih belum jelas dan patut ditelusur karena bisa jadi sebuah teknologi baru nih . . . kepo . . . .
Bukan apa apa saat tmcblog melototin dengan mata sendiri honda light weight supersport concept tetap ada kabel gas nya, tipe push-pull dengan model kabel gas spontan githu .  tapi emang sih, model kabel gas yang dipakai di honda light weight supersport concept ( konsep Honda CBR250RR ) nggak umum dan ada kemungkinan ‘bukan jenis kabel’ yang akan dipakai . .. namun coba kita longok sebentar ke jeroannya . .
hmmm emangg nggak kelihatan throtel body (TB) nya sih, rada keatas itu TB nya sob ketutupan sasis dan ujung fairing samping . . ahhh tambah kepo, yang kelihatan malah kabel kopling yang datang dai sisi kanan dan di liukkan ke arah kiri . . . tapi coba cek disini deh
udah ngelongok sampai ndlosor dlosor ke dalam fairing juga belum kelihatan tuh ‘cantolan’ kabel push-pull nya . . . apakah ‘cantolan’ kabel push-pull posisinya di atas sehingga tertutup fairing atau jangan cuma decoy doang ? entahlaah . . . ehehehe
Honda K64A atau sang calon Honda CBR250RR memang penuh misteri .. . belum lagi selesai indikator ‘STD’ di konsol speedometer , hadir lagi rumor tanpa kabel Gas . . . yang buat blogger superkepo sama hal hal teknis beginian tebakan bisa kemana mana .. . salah satunya adalah semacam mapping setingan kayak moge moge ada STD, Rain dan Sport. BTW sebenarnya pula Kabel Gas ngumpet pernah dibuat oleh Honda . . . hehehe di CB100 gelatik super jadul udah pake sih, diumpetin di dalam selongsong setang . . . nah kalo di K64A atau Calon CBR250RR dua silinder ini apa dong ? Ride by wire kah ? Please suprise us Honda . ..
Taufik of BuitenZorg
Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui
- email : taufiknmotorcycle@yahoo.com
- instagram : tmcblog
- whatsapp : +62818103404 ( whatsapp only )
- Facebook TMCBlog
- Twitter Resmi TMCBlog @motoupdate
- blog alternatif ; http://ringpiston.com
- Video Blog : http://tmcvlog.com
- Android App : Google Play Store
- iOS App : App Store















moga-moga pake teknologi yg polkis bisa klik plat nomer lalu matiin motor pelanggar dari jarak jauh
Mungkin Honda masih trauma sama insiden “Kabel Gas Nyangkut” CBR1000RR nya Casey Stoner di Suzuka 8 Hours Wak 😀
wow, itu sampe 14.000 kah rpm nya
Bagaimana jika, seumpama, andaikata saluran intake 2 adalah decoy? mesin belum bisa dilihat ketrikannya. Jangan2 bisa nambah jumlah silinder nanti hehehe
modelnya kaya puntiran volume radio wak…
bisa nambah bisa d kurangi tapi gak perlu pke kabel ngolor2 kya kabel gas umum..
sok kalo gak percaya liat ajja nanti..
hmm.
makin dibikin penasaran aja nie…..
http://balimotorider.com/2015/12/16/mt15-aka-xabre-150-tertangkap-kamera-di-bali-settingan-kah/
Lha kok gak tanya sama spg ato teknisnya pas pameran,… pasti mereka dengan senang hati menjelaskan, seperti
kalo bener ya nggak 60jtaan nnti bisa tembus 70
harga yang cukup fantastis untuk 250 jepang
Dari segi tampilanya keren dan terlihat sporty, prakiraan saya harga bisa tembus 40jt
Manteb
Apa mugkin di versi konsep kabel gas cuman buat kamuflase ya wak?
Mengingat ada pilihan traction control, sangat mungkin aplikasi ride by wire disematkan pada motor ini. Karena reduksi torsi yang paling smooth adalah dengan menutup throttle. Jika kontrol throttle tetap menggunakan sling, maka ECU tidak memiliki banyak pilihan untuk mereduksi torsi. Tanpa kendali penuh terhadap throttle, ECU hanya bisa mematikan pengapian sesaat atau mengatur debit bahan bakar., mematikan pengapian memberikan efek on/off pada mesin dan kurang cocok untuk aplikasi traction control. Mengurangi debit bahan bakar juga tidak dapat memberikan kendali torsi yang smooth, karena tanpa kendali pada butterfly throttle valve, mengurangi debit BBM alan membuat AFR berantakan. So kemungkinan terbesar bagi ECU untuk mengendalikan torsi secara halus pada aplikasi traction control adalah mengendalikan persentase bukaan throttle.
Tetep aja pake kabel gas wak meskipun pake sensor
vespa jg di umpetin wak.hihi
tetep aja belinya embit wak..
Eling HR-V yo Rek!!!
HR-V dg mesin SOHC ya
wow canggih,
teknologi honda memang selalu jadi pioneer,
merk lain cuma bisa copy paste.
Bukannya honda itu followers / pengikut
makin mantap
motogp tanpa elektronik canggih apa bisa kenceng seperti sekarang? :
https://sepedamotorblok.wordpress.com/2015/05/26/motogp-tanpa-elektronik-canggih-apa-bisa-kenceng-seperti-sekarang/
apik 😀
—————————–
Langkah-Langkah Meningkatkan Pengereman
http://rpmsuper.com/2015/12/17/cara-meningkatkan-pengereman-motor/
Drive by wire
ngiler daaah, berharap dapat mempunyai motor ini 😀
Mantap infonya mas gan, lanjutkan ..
Honda cbr1000sp saja keok sama yamaha r1,ducati panegale,suzuki gsxr1000k,bmw s1000rr,kawasaki ninja zx10r,terus honda rcv keok sama yamaha m1