TMCBLOG.com – Bro Sekalian, hari ini 4 April 2019 secara resmi empat pabrikan jepang Yakni Honda Motor Co., Ltd., Kawasaki Heavy Industries Co., Ltd., Suzuki Motor Corporation dan Yamaha Motor Co., Ltd sepakat untuk mendirikan Satu konsorsium untuk memecahkan permasalahan Pergantian baterai untuk desain Sepeda motor listrik.

Dengan berpedoman pada satu tujuan yang sama Yakni mempromosikan Penggunaan Sepeda motor listrik, ke empat Pabrikan jepang ini mencoba memecahkan permasalahan permasalahan yang selama ini mencuat Yakni Jarak jelajah motor, waktu pengisian, Biaya dan Infrastuktur stasiun isi ulang Baterai. Dan salah satu pemikiran bersama mereka adalah standarisasi dari baterai.

Yap standarisasi disini artinya standar dari dimensi dan Juga spesifikasi Teknis, kimia ataupun Electrical dari baterai tersebut. Bisa sobat bayangkan apabila Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki berbagi standarisasi baterai yang sama . . Nggak perlu lagi Honda , Yamaha, Kawasaki maupun Suzuki bikin stasiun isi ulang listrik baterai yang ekslusif buat Baterai mereka doang, namun bisa di mana saja karena standarisasinya sama.

Bila ini bisa segera terealisasikan maka disinyalir akan menambah akselerasi penetrasi dari sepeda motor listrik yang selama ini terkendala oleh masalah baterai isi ulang dan segala macam kendala teknisnya.

Mewakili Konsorsium-  Honda Motor Co., Ltd. Managing Executive Officer, Motorcycle Business Headquarters Tatsumi Abe mengatakan :  “Penyebaran sepeda motor listrik memerlukan solusi untuk masalah seperti jarak dan waktu pengisian daya. Dalam hal kenyamanan pelanggan, kami percaya bahwa standarisasi baterai pengganti dan penyebaran sistem penggantian sangat penting. Dan dalam konsorsium ini, kami akan melanjutkan dengan studi kolaboratif di antara empat sepeda Merk.”

” Pada saat yang sama, saya berpikir bahwa dengan membagikan konsep ini dengan banyak orang, kami akan meningkatkan lingkungan penggunaan sepeda motor listrik dan membantu meningkatkan kenyamanan pelanggan kami “

Taufik of BuitenZorg

Foto baterai PCX-el hanyalah ilustrasi

119 COMMENTS

    • Perlu penggagas sept yg dilakukan H ? bukan berarti H gak bisa bermain sendiri, namum dg kolaborasi ini tentu menjadikan persaingan antar mereka semakin kompetitif ? jangan sampe salah 1 dri mereka ko’it ?

      Guest
    • Kalau gak berkolaborasi sept ini menentukan batt yg bakal dilahirkan…maka nanti yg terjadi adalah perlombaan menciptakan batt yg paling tahan lama dg waktu ngecas paling sebentar ? sementara motor listriknya kaga jadi2..
      Maka dri itu, sebagai permulaan mesti d wujudkan sept ini.. tahun2 kedepan..kekuatan batt bisa ditingkatkan secara berkala, sekalipun sebenarnya sekarang salah 1 dri mereka udah bisa ciptakan batt yg superior ?
      Nah….., setelah hadirnya nanti batt yg mereka sepakati.. maka step berikutnya adalah menciptakan daya gerak / komponen2 dri motor listrik tsb agar bisa irit dan nguacir ? jangan tanya masalah Harga, karena 1 yang Pasti..secara head to head H itu pasti lebih mahal dari yg lain ?
      Kalau H memberikan harga yg sama bahkan lebih murah..maka yg lain bisa muzzzznahh ?
      Itulah salah 1 isi perjanjian antara mereka..siapapun yg berada dikasta tertinggi..tak boleh menerapkan harga dg yg lain ?

      Guest
    • walaupun isi ulangnya teratasi gmn dgn harga batreynya yang harganya selangit. isi ulang + ganti batre baru setelah 5 thn bisa kebeli motor bensin msh karuan motor bensin.

      Guest
      • Kalo sudah produksi massal pasti harga bisa turun . sekarang mahal karena biaya riset mahal dan dibuat masih terbatas

        Guest
    • Sepertinya sebagus dan se hightech apapun mesin listrik gak bakalan bisa ngalahin sensasinya motor konvensional apalagi motor 2 tak….!!! kalau akselerasi/jambakan mungkin masih bisa bejaban. tapi Suaranya itu lhooo beeuh….garing garing renyah….!!!!!

      Guest
        • Eh lupa, klw enjiner skelas MIT y psti bs njelasin tuh… Brpa kl lbh kuat dr baja, brpa kl lbh tipis dr kertas & brpa kl pghantar listrik dr Silicon dll.

          Colek sseorg…. ??

          Guest
      • Sepertinya hal tsb juga dibahas dalam gagasan bersama mereka,,tapi ane salut sama industri otomotif Jepang,bersaing tapi juga saling kerjasama

        Guest
        • Peluang investasi ini om..
          Buka SPLU (stasiun pengisian listrik umum) di pinggir jalan. Dan juga sebagai vendor utama dalm bisnis energi listrik ini.. jgn keduluan perta*ina..

          Guest
      • Masih saja mikirin limbah beracun ? buang ingus sembarangan saja bisa nyebarin penyakit..pabrikan besar kalau udah mengeluarkan sesuatu udah pasti mikirin Amdal nya ?
        Ini bikan pabrikan tempe tahu dipinngir kali ?

        Guest
      • menjawab masalah dengan masalah pastinya mas….ada solusi baru di dunia kendaraan yang pasti akan jenuh….tapi menimbulkan masalah baru di bidang polusi limbah… tapi pasti ada solusi dari masalah limbah…

        mudah2an jadi era yang lebih baik
        polusi udara hilang
        tinggal
        polusi limbah

        Guest
    • Pokoknya kalo motor listrik usahakan body motor harus tebal,presisi,jangan tipis tipis amat nanti rame sendiri,tau sendiri motor listrik
      ngga ada suara ??

      Guest
  1. Pabrikan eropa dan india kalo gak mau ikut standardisasi jepang, saya jamin bubaarrr..

    Inget dulu perang :
    – HD-DVD vs Bluray
    – SD Card vs Microstick vs MMC
    – Symbian (Nokia) vs Android vs iOS (iOS calon punah)

    Guest
    • ios gak akan pernah punah mas…seandainya dibidang mobile mengecil..diindustri kreative dan hiburan gak akan mati…. percaya deh…

      Guest
      • Mungkin dia belum pernah pakai ios, dan argumennya berdasarkan jumlah pemakai aja. Gimana Android ga menang kuantitas? Nokia, BlackBerry, Microsoft yang sebelumnya pada punya os sendiri terpaksa pakai Android yang lebih murah dari sisi development. Juga banyak hp 900ribuan pakai Android. Sementara ios cuma dipakai 1 merek dan mereknya sendiri terkenal overprice, cuma orang menengah atas dan orang miskin pura2 kaya doang yang mau pakai ponsel yang pakai ios. Tapi hampir mustahil ios bubar. Sama kaya WhatsApp yang diramal akan bubar setelah dateng Telegram. Nyatanya WA masih eksis aja.

        Guest
        • Y mgkn dy ambil perspektif dr slh 1 ksalahan Nokia, bro… Hrga yg trs branjak naik sdangkan kompetitor brlomba2 banyakin fitur2 bru tp hrga g sgtu.
          Skrg d mlai era Huawei mghancurkn kompetisi, dg fitur kmera trbaik (plus prosesor sndr yg mumpuni) tp hrga bs d adu ?

          Guest
    • Catet bro..mungkin karna yang ente pikir 1 vs 5 ya menang lima
      tapi beda halnya sama ios vs android
      saya ras ios akan selalu jadi tolak ukur untuk android katna selama ini pengembang aplikasi selalu menguji pertama kali di ios baru dilempar ke android itupun gak semua merk diuji kebanyakan paling di samsung dulu
      makanya kadang ada aplikasi yang gak supot dibberapa type android meskipun OS dan ramnya sama

      Guest
    • Mereka pasti ketar ketir, minyak timbunan mereka bisa ga laku dan pemasukan mereka dari minyak terancam. Yang sampai bikin negara Arab perang saudara bahkan fitnah presiden yang ga mau tunduk ke mereka, juga hembusin islamophobia biat menguatkan posisi mereka, akan musnah dengan sendirinya dengan munculnya era kendaraan listrik.

      Guest
      • Mantap om darso, saya juga penggemar teori inspirasi seperti ini ?

        Saya yakin dendam perang dunia 2 masih membara sampai hari ini

        Guest
        • Yang saya masih ga habis pikir mereka bisa dengan mudah lenyapin nyawa dan penemuan besar cuma karena takut dagangan mereka laku dikit, dari sisi kemanusiaan loh ya. Vapor carburetor masih pakai minyak cuma jarak tempuh aja berkali-kali lipat lebih panjang, udah bikin mereka merasa terancam dan berusaha hapus penemuan itu dari sejarah bahkan sampai blueprint dan catatan tangan si penemu lenyap. Ya mungkin logis juga karena saat itu mereka baru aja menangin sumber minyak timur tengah, ibarat kata negara udah susah payah rebut kekayaan dunia malah ada putra daerah yang bikin kekayaan itu seolah jadi barang ga terlalu dibutuhkan.

          Guest
    • dari dulu pabrikan Jepang memang seperti itu.
      mereka saling bersaing satu sama lain, tapi kalau untuk melawan perusahaan asing, mereka mendadak kompak dan merapatkan barisan.

      Japan Inc.

      Guest
      • gak usah jauh2..didunia perdagangan pun japan corp saling bahu membahu…. walau ada persaingan didalamnya

        Guest
    • belajar dari gugurnya merk elektronik mereka. cuma TV yang sempat bikin konsorsium, tapi sudah terlambat

      Guest
  2. Mungkin nanti batrenya bisa segede kalkulator dgn tenaga yg luar biasa..seperti terminator…ya siapa tau 20-30thn kedepan…?

    Guest
  3. beneran wak? kok dari dokumen yg dilampirkan cuma tulisan honda, yamaha, suzuki, dan kawasaki yg bisa dikonfirmasi. plus tulisan 2019

    Guest
  4. mungkin suatu saat nanti, tidak lagi diperlukan batre secara fisik, kalo kita berpikir tentang wireless charging pada smartphone, bisa saja infrastruktur jalan itulah sendiri adalah emitter wireless charging untuk kendaraan listrik, dengan memanfaatkan tiang listrik atau tiang lampu jalan sbg tiang antenna emitter, dengan demikian kendaraan listrik bisa di charge secara real time, tidak khawatir kehabisan batre, tidak perlu lagi menggendong batre yg beratnya bisa berkintal2 dan mengurangi efisiensi. who knows?

    Guest
    • untuk sekarang yang perlu ditingkatkan kalau enggak kapasitas baterai, ya waktu pengisian baterai. EV sebenarnya hanya dibatasi oleh teknologi baterainya seperti energy density yang sangat rendah dibanding bahan bakar minyak.

      Guest
    • Buat aja alat yg bisa mengubah gaya gerak roda menjadi energi listrik yg itu bisa di gunakan untuk mencarger batrai secara terus menerus saat berkendara.. kan lebih hemat.. dan batrai g habis2 saat di pakai..

      Guest
      • Semakin kecang motor.. maka energi listrik yg di hasilkan semakin besar juga.. energi yg terus terbarukan g habis2..
        Kereen kan.. xaxa????

        Guest
        • Kers boleh juga.. tapi kalau kers kan hanya memanfaatkan energi yd terbuang saat diakselerasi om.. kalo yg aku maksud.. energi yg terus di dapat dari gaya gerak roda.. jadi jika selama roda bergrak maka energi terus di hasilkan..
          Roda adalah sumber energinya.. dgn mengubah gaya gerak menjadi energi listrik.. dan energi itu lalu di salurkan ke batrai dgn sistem pengisian (carger) secara terus menerus selama roda bergerak.. jadi semakin kencang mobilnyanya.. energi yg di hasilkan dari putaran roda semakin besar juga untuk mencarge batrai yg di saat bersamaan di gunakan energinya untuk menggerakkan motornya..
          Ngawornya gini..
          Roda->generator(alat pengubah energi gerak menjadi energi listrik)-> alat penyaring dan kontrol tegangan-> batrai-> generator(pengubah listrik jadi gerak) -> roda.

          Guest
        • Hati hati lho nanti kalo bener bener diwujudkan. Bisa bisa penelitian belum kelar udah diculik duluan??

          Guest
      • Kalo gk habis” kayak nya gk bisa, soalnya energi yg keluar > energi yg masuk ke baterai ,daya baterai tetep bisa habis, tapi mungkin bisa lebih awet

        Guest
      • Agista..
        dari dulu manusia mencoba menciptakan alat begitu. tapi masalahnya itu melawan hukum fisika.
        coba googling kenapa mesin perpetual tidak pernah bisa sempurna

        Guest
    • ow tidak semudah itu ferguso.. pahami dulu apa itu wireless charging, search wireless charging how it works di yusuf.

      Guest
    • wireles charging kalo gak salah lagi dkembangkan di tanam dijalan raya…tapi benda harus tetap bergesakan…sapa tau perkembangan selanjutnya gak perlu alur…tapi dijalan raya bisa terpasang titik2 sepanjang jalan…dilantainya

      Guest
    • Duku ane sempet punya ide bgtu, pemancar tiang 12m wireless listrik sekaligus hotspot n pemancar gsm
      Jadi listrik pln wireless smw reciever terpasang d rmh2 tiang 3 in 1 ini pemancarnya jalur kabel bawah tanah smw
      Kendaraan listrik kalau lewat jga bsa sambil charging lumayan awet batere, cma pemancar listrik nirkabel msh belom efisien n aman saat ini
      Mungkin nanti

      Guest
        • KERS (Kinetic Energy Recovery Sistem)
          itu hanya bersifat temporari mirip bantuan daya dorong yg disimpan di sebuah tabung macam NOS tapi dari proses Kinetic bukan gas atau baterai, dipakai habis nanti proses lagi, begitu seterusnya,,
          ?

          Guest
    • Paling logis kalau di bawah aspal jalan dipasang transimer energinya, lebih efisien daripada harus dipasang di tiang listrik atau tiang lampu.

      Cuma nanti cara bayarnya gimana? Harus ada alat ukurnya di tiap kendaraan mungkin ya, jadi kayak kwh meter di rumah, kalo token habis, kendaraan gak bisa jalan gitu ???

      Guest
  5. yup masalah utama dari penggunaan EV dalam skala besar adalah pembangunan infrastruktur pendukungnya seperti stasiun pengisian baterai, pembangkit listrik tenaga angin, air, surya, dan sebagainya

    Guest
  6. Wah sesama jepun berusaha mengamankan pasarnya agar tak d salip oleh produk lokal, secara produk lokal kemarin memiliki potensi untuk bisa jadi kendaraan komuter dengan jarak tempuh yg cukup bagus

    Guest
  7. Jadi inget dulu tulisan komen Tak Ada Yang Bisa, ternyata benar juga bahwasannya pabrikan jepang (Honda, suzuki, yamaha, dan kawasaki) punya semacam organisasi, yang mengatur tentang produk2 yg akan akan dihasilkan, sehingga tidak akan mematikan sesama produsen jepang…

    Guest
  8. Terlihat akur mengamankan pasar r2 terbesar mereka, bagus nih ?.klo perang harga itu emang mitos antar sesama jepang, makanya harganya selalu mefet mefet tiap segmen.??

    Guest
    • Udah gua bilang dari dulukala…kartel itu dimana2 ada ? diglodok di muara angke bahkan di mall sekalipun ada kartel ? gak perlu dibesar2kan…kakau gk dikartel sept itu…bakal ada yg Muzzzznah, bahkan bisnis2 penyokong kelas kecil bisa langsung tepar ?

      Guest
  9. Kereeenn..
    Pendapat ngawor menurut saya..
    Mungkin bisa diciptakan teknologi yg mampu menyaring dan meyalurkan energi baru secara teratur untuk mencarger batrai secara otomatis.
    Energi baru tersebut bisa dihasilkan dari gaya gerak roda motor.. (seperti dinamo pada sepeda ontel jadul yg berfungsi menyalakan lampu di mlm hari) namun energi tersebut di salurkan ke batrai yg sudah tersedia d motor.. jadi saat motor berjalan menggunakan batrai.. batrai juga terus di isi energinya dari gerak roda.. jika semakin kencang kecepatan motor.. maka energi yg d salurkan semakin besar untuk terus mencarger batrai.. ayo berinovasi.. ini adalah peluang.
    Energi yg terbarukan dan pasti lebih hemat.. dan lebih awet listrik..

    Guest
    • Waktu kelas 6 sd gua dah terapkan disepeda gua tuh ? dinamo sepeda buat ngecas battre… Kemudian dri battre buat gerakin gear ? cuman kapasitas kepala gua yg biasa2 saja..lari sepeda gua hanya kuat 5 km perjam dan battre cepet abis pluss lama ngecasnya ?..

      Guest
      • Nah.. berarti perlu pengembangan di dinamonya om.. agar.. energi yg di hasikan lebih besar buat mengisi ulang daya batrai..
        Soalnya waktu dulu lihat dinamo di sepeda ontel bapak aku yg untuk hidupkan lampu itu.. semakin kencang bapak gayuh sepeda.. lampunya semakin terang.. naahh berarti kan energi yg di hasilkan juga semakin besar.. kalau itu di aplikasikan dan di kembangkan di motor kan keren..
        Kecepatan rata2 40-60km/jam sudah berapa energi listrik yg di hasilkan itu..?? Pasti besar.. dan bisa buat carger ulang batrai motornya..
        Apalagi saat di kecepatan 100km/jam.. pasti tambah gede tegangan listriknya.

        Guest
      • Owww… maaf ya om.. itu hanya opini ngawor aku aja.. xaxa..
        Tapi setau aku si.. kalau energi itu memang g bisa di cipta atau di musnahkan.. tapi bisa dirubah bentuknya..
        Maka itu.. dari gerak menjadi listrik.. dan dari listrik menjadi gerak.. bisa kan..
        Nah dari kedua perubahan energi itu.. aku beropini liar jika mungkin saja bisa.di ciptakan metode yg tepat dalam menyatukan kedua perubahan energi itu sehingga bisa di gunakan dlm otomotif..
        Bener memang jika energi yg di peroleh pasti lebih kecil dari yg di gunakan.. namun setidaknya.. problem ttg keawtan daya listriknya bisa membuat motor menempuh jarak yg lebih jauh.. begitu om..
        Bukan sok cerdas se.. tapi aku punya pikiran begitu.. g apa apa to aku curhatin di sini..???

        Guest
    • Agista..
      dari dulu manusia mencoba menciptakan alat begitu. tapi masalahnya itu melawan hukum fisika.
      coba googling kenapa mesin perpetual tidak pernah bisa sempurna

      Guest
      • Woohhh.. ini bukan bicara ttg itu om.. kalau mesin perpetualkan kan harapannya sekali dayuh lalu bergarak selamanya.. kalau yg aku maksud ini hanya membantu dalam memperpanjang masa pemakaian energi dari batrai dgn cara memasukkan energi listrik yg di peroleh dari putaran roda.. walau dapat di pastikan.. energi yg di gunakan pasti lebih besar dari energi yg di perlukan..namun.. dari opini ngawor saya itu.. kemungkinan bisa menambah jarak tempuh dan mengawetkan dalam penggunaan daya listriknya.. jadi bisa menempuh jarak yg lwbih jauh.. 2000km mungkin baru habis batrainya.. xixi..

        Guest
        • Semuanya bener ? mari kiya songsong era tsb, jangan2… persiapan gini panjang kongkalikongnya, malah nongol tech baru dalam 2 tahun ini ?

          Guest
    • Kalau persoalannya cuma sesederhana kaya gitu, jangankan insinyur² jepang era modern sekarang, insinyur² jaman jahiliyah juga bisa bikin seperti yg anda bilang itu, saya sendiri juga kaga ngerti dan paham tentang beginian, tapi klo dlm pemikiran anda sesimpel itu, barangkali krn anda kaga paham secara mendalam tentang ilmunya, jadinya sudah merasa benar, intinya begini saja, insinyur jepang jauh lebih cerdas dari anda, wkwk dan haha

      Guest
    • Wah kalau urusan gitu gak bakal bro sesama kasta rendahan saja kudu jontok jontokan? apalagi Kasta tertinggi dg kasta2 rendahan pasti susah deh ?

      Guest
  10. sebenernya ini momen yang cocok buat kita punya Pabrik EV merk sendiri, riset sendiri, model sendiri.

    tapi apalah daya saya yang cuma seorang keyboard warrior.
    seumpama saya memiliki dana pun harus melewati kekejaman bisnis yang sudah berakar dan masuk ke ranah “pembuat uu”

    Guest
    • kalo berani minjem di dana UKM, paling bisa maen diranah kecik2…kalo besar susah…kecuali ada dukungan dari pusat ( pemerintah)..ntah kapan yak….

      Guest
  11. sorry wak haji oot neh
    gak bahas

    “Honta CB1100 TR and Africa Twin Enduro Sports Concepts Set For UK Debut”

    Guest
    • sebenernya ini dah biasa inget gak sih fenomena LGCC muncul karena apa… karena ada ide munculin mobil SMKA…jadi susah kalo dimari mo munculin merek sendiri

      Guest
      • LCGC itu cuma bahasa lain dari CITY CAR .low costnya sudah menguap ,kalo green car memang makin kemari memang dituntut makin green .

        Guest
    • Barangkali yg lokal harus ikut serta, kalau gak…bakal susah bersaing. Karena dg kebersamaan..harga bisa d tekan ?

      Guest
  12. akhirnya keluar juga,, ane yakin pemerintah Indonesia juga nungguin lama itu pabrikan jepang buat kesepakatan, nanti kalo udah gitu tinggal copy paste aja regulasinya,,

    Guest
  13. Sepertinya next MotoGP juga bakal menggunakan sistem hybrid turbocharger yg CC’nya diperkecil dari CC sekarang,,
    Karna balap full elektrik kurang menarik dari segi pemasukan,

    Dan saya prediksi bahan bakar fosil tetap masih diproduksi, karena tidak mungkin pesawat terbang, kapal heavy weight dll pakai full motor listrik buat work it,

    ?

    Guest
    • Kalo saya berharapnya nanti ditemukan teknologi untuk produksi dan pengunaan bahan bakar hidrogen yg murah dan aman, jadi ICE bisa tetap eksis, suara berisik mutlak perlu untuk dunia balap

      Guest
      • baterai Li-Ion jelas lebih advanced dari bahan bakar hidrogen. masalah dari hidrogen adalah metode penyimpanannya yang harus temperatur sangat dingin dan bertekanan tinggi, otomatis butuh tabung yang besar dan kuat menahan tekanan. baterai Li-Ion sudah paling pas untuk penyimpanan listrik, tinggal masalah jarak tempuh dan infrastrukturnya saja

        Guest
  14. Auto motor listrik nasional tidak akan mampu bersaing jika tidak di batasi aturanya oleh pemerintah…Gesit VS HSYK( konsorsium Honda suzuki yamaha kawasaki)
    ..

    Guest
    • nah ini nih, pemerintah harus punya peranan yang lebih besar dari sekarang. kalau melihat amerika, India dan negara2 lainnya, peran pemerintah sangat besar dalam perkembangan Industri lokal. kalau Indonesia kan situ tau sendiri ?

      Guest
  15. wah.. ini artikel berat. saya memikirkan listrik rumah per bulan saja sudah pusing, apalagi mikirin motor listrik.
    biaya nge-chaz berapa? hitungan per menit atau per jam? biaya reparasinya berapa kalau ada kerusakan? garansi toko atau pabrikan? garansi 1 bulan atau 1 tahun atau life-time? bengkel 24 jam atau jam standard? apakah ada layanan daruratnya? daur ulang limbahnya bagaimana?
    bukankah lebih baik membuat alat re-charge baterei otomatis via wifi, jadi tidak perlu repot. lebih efisien dan efektif, yg terpenting tidak merepotkan pengguna motor listrik

    Guest
  16. akhirnya, walaupun beda2 dinamo tamiya tapi satu jenis baterai yang disetujui bersama (sebut saja eneloop, analogi sederhana :v)

    bakal calon industri sepeda motor listrik di indonesia bisa sih ikutin standar ini, jadi bisa fokus ke hal2 lain (imho)

    Guest
  17. Kok aneh yah. Metode yang paling pas bukanya batre ala philips di hape seri batre xenium kan kuat2 batrenya. Dan malah ga ada yang pake hal tersebut. Apa philips ga ngasih tekno nya ke jepun ya.

    Guest
  18. Jan cuma bisa bikin, alih” go green malah bikin semakin tercemar..

    bahaya limbah batre bukan hal yang bisa dipandang sebelah mata.. apalagi jika tercipta dalam jumlah yang masif..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.