TMCBLOG.com- General Manager Ducati Corse – Gigi Dall’Igna, selalu menghadirkan pendapat dan ringkasan pribadinya tentang acara akhir pekan setelah acara Grand Prix. Dalam kasus ini, setelah Grand Prix Qatar, Marc Márquez berhasil kembali sapu bersih mulai dari start pole position, kemenangan Sprint Race dan balapan utama. Dalam penyataannya Gigi kembali menemukan diksi pujian yang berbeda atas keberhasilan Marc.
“Akhir pekan yang istimewa bagi sepeda motor dan pengendara kami,” Dall’Igna memulai kesimpulannya. “Ducati menang dua kali dengan podium yang, sekali lagi, memakai warna kami, menempatkan lima motor di posisi enam teratas,”
Gigi Dall’Igna juga berfokus pada Marc dan strateginya untuk mengamankan kemenangan, finis ketiga dalam empat Grand Prix. “Marc yang tak tertandingi saat ini, dalam sebuah latihan gaya yang sekali lagi menunjukkan semua kekuatannya, tetapi yang terpenting adalah kemampuan taktis dan kecerdasan kompetitifnya dalam mengetahui cara membaca balapan dan mengatur sumber dayanya pada saat-saat yang paling penting, mengoptimalkan cara dan waktu untuk serangan terakhir.”
“Dengan demikian, ia mencatat keberhasilan ke-tiganya dalam empat balapan panjang, yang ketujuh dari total delapan balapan sejauh ini. Pole, Sprint, GP, dan lap tercepat di trek yang belum pernah membuatnya unggul selama lebih dari 10 tahun [terakhir]: ini bukanlah salah satu trek favoritnya dan ini membuat keberhasilannya semakin cemerlang.”
“Saya juga puas dengan balapan Pecco, pertarungan bagus yang sepadan dengan kedudukannya, hanya dibatasi oleh start grid yang terlalu jauh dari garis depan, yang memaksanya untuk segera mengerahkan sumber daya yang berharga untuk bangkit kembali, tidak mampu menyimpannya untuk akhir balapan, di mana semua ini pasti akan memakan korban.”
“Kami juga memuji Morbidelli yang bersemangat untuk podium yang sangat pantas. Awal yang luar biasa untuk kejuaraan ini merupakan konfirmasi lain dari soliditasnya, serta soliditas tim. Penampilan hebat lainnya hari ini yang juga membawanya memimpin balapan selama beberapa putaran.”
“Aldeguer kembali menegaskan dirinya setelah Sprint Race dan GP Austin dengan posisi ke-5 yang menyoroti adaptasi dan peningkatannya yang berkelanjutan, serta bakat dan kerja sama timnya yang baik: aroma segar dan senyum cerah untuk menutup akhir pekan yang penting ini.” – @tmcblog






Menabur bensin nih
pertamax numpak beat karbu blethak dhuoooorr
yang ngaco gk disebutðŸ¤
Finish ketiga (kali nya) dalam empat grand prix
Benerkan.. race di amerika MM dnf
Gresini emang lebih cocok vibesnya untuk memupuk bibit baru, Ibarat kantor yang isinya orang2 fun semua jd untuk kerja bawaannya hepi terus.
Kalo ke factory ibarat udah jd professional dengan skill dan senjata (motor) yang lebih advance jd diharapkan emang harus bawa hasil lebih.
Aldeguer berada di path yang tepat. Untuk Marc pernyatan Opa Gigi tidak sepenuhnya benar. Marc tidak se “OP” itu apalagi kalo berhadapan sama dirinya sendiri wkwkwk.
So, true fact but not 100% true. Buat pembalap lain tinggal nunggu kapan Marc buat kesalahan (ndolosor ya) kalo masih on track kayaknya masih bisa ke salip. Hehe.
bahkan sekelas Marc, waktu dnf masuk paddock kayak dingin dan kikuk gitu suasananya. gak tau ya, mereka begitu karna gk enak hati atau gak berani atau gimana.
Mau ngeles apalagi bapak CPO eh CEO,
Cuma Pedro acosta yang bisa mengalahkan Marques dengan motor yang setara,Pedro harus ke VR 46 supaya moto GP tidak membosankan Joker lagi joker lagi..
Pecco terlalu banyak alasan jika kalah,4 tahun bersama si merah harusnya tidak ada alasan
Harusnya gitu. Karena meskipun independen team Gresini punya team yang lengkap. Dari moto3, Moto2 sampe MotoGP. Team peninggalan mendiang Fausto Gresini ini memang selayak nya Menjadi tim Satelit factory. Tapi karena pengaruh politik VR46 jadi ya VR46 yang di pilih
belum tentu Pedro setelah pindah VR46 naik Desmo biar langsung nempel” ke Marc. semua itu butuh adaptasi dahulu. lagian motor KTM itu masih bisa bersaing dengan Ducati tergantung ridernya aja sii.
Sejauh ini si Pedro juga kayaknya gk pernah mencari Limit Motor RC16 nya itu, beda sama Marc yg selalu mencari tau potensi Motor sampai Limitnya. kecuali saat ini ya
Mengalahkan (dgn motor yang sama)?
Apakah itu pernyataan sesuai fakta?
Menurutku kok terlalu over ya penilaian terhadap PA ini.. jangan jangan hanya sekelas MV..
Saya sih lebih ngerasa rider ktm saat ini malah skillnya biasa aja, dibawah daped malah. Liat kan waktu daped balap, hasilnya ngeri coy untuk pebalap yg naik motor sesekali
JM mengenaskan
Joan Mir
Atau
Jorge Martin
Atau
Jack Miller
Atau semuanya
Semua JM mengenaskan di Qatar
mungkin mereka perlu ke capil dulu sebelum balap qatar
Kombinasi Ducati, Pecco, dan Marc
Ducati = motor hightech + mesin buas
Pecco = cerdas tp kurang buas
Marc = cerdas dan sangat buas
Siapa juaranya??
idp bilang: malaikat juga tahu
Tanda² 2nd position utk pecco
Apa benar kata martin,, Pecco selalu make data Martin pas race weekend, nah skrg make data marc, tapi peci ga bisa niru gaya balap marc, kira2 bgtu kah?
Gak mungkin lah bang. Secara dia kan murid legend
championship dimulai di qatar, eh sirkuit eropa, eh sikuit asia, eh valencia aja deh……
Valencia makin ditinggal sekebon lah.. siruit kiri dan homebase juga buat MM wkwkw
Wkwkwk ,Valencia
Di buriram/sepang aja kemungkinan udah penguncian juara,bahkan bisa sejak motegi
Digia kemana?
awal musim menjanjikan lewat impresinya terhadap motor.
satu2nya pembalap non pabrikan yang pake motor terbaru.
apakah efek cideranya belum pulih?
Awal musim masih belum fit akibat cidera, di dua seri senggolan dgn morbi dan alex