TMCBLOG.com – Memasuki Seri ke 5 ARRC 2026 Di Sirkuit Sepang, Malaysia Pebalap Thailand Krittapat Keankum memiliki Potensi Untuk Mengunci Gelar Juara Asia Kelas AP250 sebelum seri penutup di Thailand Nanti dan Potensi Ini kian Kuat Pasca Race 1 dimana Ia memenangkan Balapan. Sebelumnya pada sesi Kualifikasi, Muhammad Fadhil Musyavi dari Yamaha Racing Indonesia merebut posisi POLE dengan catatan waktu lap impresif 2 menit 31,806 detik, menempati baris depan bersama Irfan Ardiansyah dari AHRT dan rekan setimnya, Candra H.
Pada race 1, Krittapat Keankum melintasi garis finis dengan catatan waktu 19 menit 29,168 detik. Fadhil Musyavi memanfaatkan situasi sengit di saat-saat terakhir untuk mengamankan posisi kedua dengan waktu 19 menit 29,261 detik, sekaligus menggeser Rheza Danica ke posisi ketiga dengan waktu 19 menit 29,445 detik. . .
Nah Dari hasil Race 1 ini Kripattat Hanya Butuh Finish Memenangkan Balapan Race 2 di Depan Rheza Untuk Menyegel gelar Juara Asia AP250 2026. Akhirnnya ia lakukan itu beberapa jam Yang lalu di race 2 di mana Kripattat finish 0,070 detik di depan Fadhil Musyavi diikuti Gerry Salim yang membela MS Glow For Man Honda. Rheza Danica Sendiri yang start dari Posisi Terakhir Race 8 la ini mengalami Crash di Jelang Tikungan terakhir Pada Lap terakhir.
Jelang Seri terakhir di Buriram – Thailand yang menyediakan 50 point full Nanti, Krittapat Keankum Bawa Yamaha R3nya Memimpin Klasmeen dengan 187 poin dan Berbeda 79 poin dari kejaran Pebalap Indoensia Rheza Danica. Krittapat Keankum Juara Asia AP250 Menggunakan Yamaha YZF-R3.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog
Â





Ciamik 321
Akhirnya pecah telor jimoo
Tapi kenapa bukan YRI,malah tailan
lebih gede 50cc tapi menang ngos2an
menang ga bangga , kalah malu
Tepatnya 71cc, 249cc vs 321cc
Jujur saja, arrc mandalika race 2 kemarin waktu reza disenggol pembalap yri sudah hilang kesempatan buat juara..
Juara offside
Menang gak bangga,kalau kalah ya malu2in, torsi menang jauh. 321cc vs 249cc
Ga pantes dinamai AP250 sih, mending dinamai APGado-Gado300 krena sudah ngga relevan , skalipun itu dbatasi RPM tp ya torsi cc yg lbh besar dirpm sama ga bs dibohongin, definisi menang ga kondang kalah malu2in
dibelain banget regulasi offside cc yang menang malah Tailand… ahahahah…. banggain sana R3 + regulasinya…