Rumor : Mesin Baru Honda RC213V di MotoGP Jerez dengan Kenaikan Top-end Power

TMCBLOG.com – Meskipun hasilnya di klasemen manufaktur jauh melampaui ekspektasi — Honda saat ini berada di posisi kedua, dari empat seri pertama MotoGP 2025, top speed atau kecepatan tertinggi menjadi titik lemah RC213V. Untuk mengisi celah ini, mesin baru akan hadir memulai debutnya pada hari untuk dicoba oleh semua pembalap reguler Honda pada hari Senin setelah balapan, selama uji coba resmi di Jerez.

Namun begitu, sepertinya Honda tidak mau berlama-lama menunggu hasil tes pembalap reguler untuk mengumpulkan data. Aleix Espargaró yang sekarang menjadi pembalap penguji untuk HRC, akan berlaga di Grand Prix MotoGP Jerez 2025 dengan status pembalap wildcard dan dirumorkan langsung menggunakan mesin yang ia sempat uji di Valencia beberapa hari yang lalu dalam kondisi nyata, yakni balapan di GP Jerez.

Sebuah langkah maju yang jarang dilakukan HRC pada masa silam, yang menegaskan pendekatan lebih pragmatis dan agresif dari proyek departemen teknis baru HRC yang mulai tahun ini dipimpin oleh Romano Albesiano sebagai kepala pengembangan teknis.

Oh ya dengan status Konsesi Kelas D, Aleix diperbolehkan wildcard menggunakan mesin dengan spek homologasi terbaru yang berbeda dengan pembalap reguler Honda lainnya. Ini artinya, HRC bebas mencoba secara real paket mesin terbaru mereka lewat pembalap penguji yang mengambil jatah wildcard di tengah musim.

Jika pengujian oleh para pembalap reguler menghadirkan kesimpulan positif. Maka sangat mungkin untuk mesin baru ini akan hadir pada motor-motor para pembalap reguler di seri selanjutnya yakni GP Perancis di sirkuit Le-Mans atau GP Inggris pada sirkuit Silverstone mendatang. – @tmcblog

19 COMMENTS

  1. Pake mesin lama di Qatar kemarin sebenarnya powernya ga terlalu malu2in dipake zarco,Masih bs tetap dekat dgn morbi dan ga bisa didekati fermin
    Mungkin output powernya mirip gp24 gen 1

    Cuman dipake marini yg bongsor emang engap lawan rc16

        • Tepatnya ogura yg mau pake motor kompetitif, tp HRC acc karena betul HRC ga mau mematikan karir Ogura, denger2 Ogura udah kasih statement dia pengen nutup karir di Honda, jd ada kemungkinan bisa balik ke Honda.

        • Dulu dari era 990cc hingga 2019 Honda terkenal sebagai mesin terkuat kedua di gird setelah Ducati. Namun semenjak tahun Covid hingga kini hal itu tidak lagi

          Bahkan yang lebih mengejutkan dalam 3 tahun terakhir ini (2023-2025) top speed Honda sering kali dibawah Yamaha yang getol berupaya menaikkan top speed

          Mungkin saja dulu saat teknologi belum kompleks seperti sekarang power Honda masih dirasa cukup. Namun dengan hadirnya inovasi seperti Aerofairing, RHD, Spoiler, Mass Damper, dll power Honda yang cenderung stagnan menjadi penyebab terjadinya devisit ini

      • ogura mah dsuruh sekolah dulu d tim lain. Nanti juga dtarik lagi ama hrc. Ngasih kesempatan naik kelas chantra plus nambah jam terbang ogura sekaligus.

      • Loh Ogura kagak mau naik HRC, udah ditawarin dari 2023 dia nggak mau. Makanya dia naik ke Aprilia, karena takut naik Honda, dilihat-lihat jelek bener, paling mending Aprilia. Chantra itu naik karena Ogura memutuskan utk ke Pabrikan lain.

    • chandra masuk untuk marketing di negara thailand . karena market honda sangat besar d asia tenggara . prediksi mario suatu saat juga dinaikan klas motogp seperti halnya hafiz syahrin dr malaysia by yamaha .

  2. Langkah tepat buat HRC buat menambah top end power..karena buat mengejar ketertinggalan dari Ducati..sebagai bukti kalo Honda sangat serius menantang Ducati musim ini..good job..

  3. semenjak ecu pirelli, dan pembebasan aerokit , motor semakin panjang dan high downforce, shg butuh powerunit dg tenaga yg kuat dan powerband yang luas so: mesin dg desmodromic valve sangat diuntungkan dibanding dg pneumatic valve. ditambah karakter ngeselin yg kuat di ban belakang (sepertinya pesanan dorna) akhirnya membuat ducati cup seperti 4 tahun ini.
    MotoGP hanya butuh 1 (satu) perubahan aja agar bisa seru: kembali ke regulasi ke open tyre, agar ban bisa menyesuaikan dengan krakter motor dan pembalap.

    • inhouse ecu juga dong, terserah mau pendekatan pengembangan pake piranti lenong, atau ala japanese yg cukup pake software ciamik biar motornya tetap gutluking

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP