TMCBLOG.com – Menarik melihat dan mengumpulkan opini mengenai alasan-alasan Ducati yang akhirnya menempatkan Marc Marquez di tim pabrikan Lenovo Ducati untuk 2025-2026. Dan kali ini opini hadir dari ace rider Ducati – Pecco Bagnaia – yang berpendapat bahwa Ducati Corse mendatangkan Marc Marquez ke tim pabrikan karena Ia (Pecco) tidak konsisten finish di 2024.
Berbicara kepada TNT Sports, Bagnaia mengungkapkan bahwa ada pertimbangan yang sangat khusus mengenai alasan yang mungkin menyebabkan Gigi Dall’Igna dan Davide Tardozzi merekrut Marc alih-alih mempromosikan Jorge Martin.
“Saya rasa Ducati sendiri yang menginginkan situasi ini terjadi. Tahun lalu mereka kalah dalam kejuaraan karena kesalahan saya. Memiliki motor tercepat, memenangkan 18 balapan termasuk Sprint, lalu gagal dalam Kejuaraan Dunia berarti ada yang salah. Saya yang kalah karena saya selalu ada untuk memperjuangkan kesuksesan, tetapi alih-alih menang, saya malah jatuh atau mengalami masalah saat memimpin,” begitu katanya.
Pada dasarnya, menurut Pecco, jika sekarang ia harus menghadapi persaingan satu box dengan pembalap paling kuat di Grid, alasannya hanya satu : “Butuh waktu untuk menerimanya, tetapi ini 100% salah saya dan apa yang saya lakukan adalah mencoba untuk maju. Setelah 2025, penting untuk kembali ke perebutan gelar. Tentu saja, jika saya melakukannya tahun ini, itu akan hebat, tetapi saya melihatnya sulit,” akunya dengan nada sedikit hopeless.
Ketika ditanya apakan kondisi box sampai dengan seri ke-empat sama seperti persaingan Senna × Prost, pembalap Ducati itu meyakinkan bahwa untuk saat ini ia dan Marc baik-baik saja. “Saat ini kami sedang melakukan kerja sama tim yang hebat dan berusaha mencari cara bersama untuk meningkatkan performa selama akhir pekan.”
“Marc tentu telah beradaptasi dengan sempurna dengan strategi tim dan suasana di sana masih bagus. Bagus sekali. Saya belum pernah berbicara dengannya sebelumnya dan saya senang telah bertemu dengannya dan melihat betapa baiknya hubungan kami,” jelas Pecco. – @tmcblog





mindset yg positif, keren.. moga bisa bersaing di seri2 depan yes mas Pecco..
Mawas diri bagus,tapi harus ada penyelesaian masalahnya
Jgn kayak lando Norris,terlalu rendah diri tapi introspeksi diri ga keliatan padahal Mobil udah bagus, akhirnya makin ditinggal teammatenya
Begitulah MotoGP saat ini: mereka bersaing secara profesional di lintasan; diluar lintasan ya mereka teman/rekan kerja yang saling menghormati. Zamannya seperti itu, Pecco humble tapi tetap akan berusaha merebut juara dunia. Namun memang Marc datang dengan skill yang spesial. Patut diingat Ducati berbagi data antar sesama ridernya, apakah bisa meniru atau tidak ya kembali ke rider nya masing-masing.
Mantaff maszeh… Skr saatnya Pecco hrs tinggalkan padepokan utk upgrade skill dgn latihan motocross bersama Marc..!!
Marc nya ga jumawa, Pecconya so far ga baperan.
Semoga bagus terus kondisinya, dan pecco bisa kasih perlawanan beneran
Andai Jorge Martin tidak juara dunia
martin tidak juara pun ducati tetap pilih marc . karena dia lebih berkharisma dari martin . andai martin tetap mau di pramac dengan spek ducati pabrikan pasti lebih seru . martin masih muda dan kurang sabar . padahal marc beberapa tahun lagi pasti pensiun dan martin bisa ke team merah
off track bagus ni bocah how to handle situationnya, ga mudah dikompori dll, tinggal soal di tracknya.
Peco ini mentalnya tempe..
nyerah sebelum bertarung, mengkerdilkan potensi/kemampuan sendiri.
Klo dari awal aja ud berfikir gak bisa ngalahin Marc, ya mana mungkin bisa ngalahin beneran..
ini masalah mentalitas ya..
walaupun memang pada kenyataannya 99%Marc lebih jago dari peco, tapi harusnya pecco tetap percaya diri karena setidaknya dia masih punya 1%nya
memang susah kalahin marc . apalagi ada alex yang mati matian menghalangi pembalap lain deketin marc di lintasan .
Klo marc tfk ditarik ke tim pabrikan dan masih di gresini, ducati akn lebih malu lagi krn terus dikalahkan tim satelit…
Kalah sebelum berperang adalah mentalitas yg sangat buruk.otomatis ada di mindset nya bahwa dia tidak akan berhasil sampai kapan pun walau sudah berusaha keras