FIM Pertegas Hukuman Seperti Kasus Delay Start Marc Marquez di CoTA 2025

TMCBLOG.com – Selain soal diperbolehkannya pembalap reguler melakukan tes di atas motor MotoGP jika ia absen selama 3 seri berturut-turut atau 45 hari berturut-turut dalam satu musim balap aktif, FIM juga mempertegas regulasi mengenai hukuman yang diberikan kepada pembalap yang berganti motor dan menyebabkan start mengalami delay.

Dipercaya regulasi ini hadir setelah mengeveluasi kasus delay start yang disebabkan oleh ulah Marc Marquez di seri CoTA Amerika Serikat 2025 ketika ia mencoba berlari dari grid start ke pitlane untuk berganti motor di 3 menit jelang warm-up lap.

Hukuman Double Long Lap akan diberikan kepada pembalap untuk kasus potensial yang mengganggu prosedur start atau di mana pembalap tidak mengikuti prosedur start seperti berganti motor.

Dalam kasus ini juga ditetapkan bahwa pebalap akan memulai warm-up lap dari pit lane dan mengambil posisi grid awal sebelum dimulainya balapan untuk selanjutnya terkena hukuman dua kali Long-Lap Penalty saat balapan berjalan. Kasus-kasusnya meliputi:

  • Pembalap yang tidak masuk ke grid setelah pit-lane dibuka untuk sighting lap.
  • Pembalap yang mendorong motornya dari grid ke pit-lane setelah papan 3 menit ditampilkan di bagian depan grid.

Memang dalam kasus Marc Marquez tidak ditulis di regulasi soal pembalap yang berlari berganti motor ke pit-lane, namun tho motor yang di grid harus didorong ke pit-lane kan? Jadi dalam kasus Marc Marquez dapat dipastikan bahwa jika ia melakukan hal serupa lagi maka Marc akan mendapatkan hukuman dua kali LLP.


Untuk menyederhanakan prosedur dan protokol sebelumnya, kini akan ada penalti bagi pebalap yang meninggalkan atau tidak bergabung dengan grid, menghapus perbedaan antara pebalap yang meninggalkan grid karena alasan teknis atau meninggalkan grid untuk mengganti ban karena cuaca.

Berlaku segera, di semua kelas, jika pebalap meninggalkan grid karena alasan apa pun, mereka harus memulai lap pemanasan dari jalur pit, mengambil posisi grid semula, dan menjalani penalti double long lap standar.

Ini juga berlaku bagi pebalap yang tidak masuk ke grid. Sesuai aturan saat ini, jika pebalap melewatkan lap pemanasan, mereka harus memulai balapan dari jalur pit. Dalam semua kasus ini, pergantian motor diizinkan di kelas MotoGP, di mana pebalap memiliki dua motor.

Penalti penundaan waktu yang ada untuk memulai balapan dari jalur pit tetap tidak berubah. Selain itu, batas saat ini maksimal 10 pebalap untuk memulai balapan dari jalur Pit juga tetap berlaku. Sebagai klarifikasi, ini tidak berlaku untuk lap warmup.

Tidak mungkin untuk menentukan apakah seorang pembalap meninggalkan grid karena masalah teknis yang sebenarnya atau karena perubahan pengaturan sepeda/ban dan oleh karena itu, hukumannya harus sama dalam kedua kasus tersebut. Peraturan baru menyederhanakan aturan untuk semua pihak termasuk penggemar dan penonton sambil tetap mempertahankan keuntungan bagi pembalap yang telah membuat pilihan ban yang benar.

– @tmcblog

7 COMMENTS

  1. Kalo ganti massal kayak yg kemarin bakal lucu sih pas double long lap pada berbaris pas ngelakuin
    ga boleh nyalip ya pas disitu? Atau sejajar side by side gitu biar saingannya masuk area hijau terus ngulang lagi😂

  2. Lagian ngapain yang Laen ngikutin Marc lari lari terbirit-birit ke pit 😂 apalagi Vinales malah bingung why why why dorong motor wkwkwk biarin aja si Marc bertingkah…

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP