TMCBLOG.com – Pasca balapan di Le Mans, Pecco Bagnaia mengungkapkan dengan jelas bahwa motor Desmosedici GP 2025 yang ia pakai saat ini tidak memberikan feedback yang sama seperti GP24, “Saat ini, perasaan saya terhadap motor sangat buruk karena saya tidak merasakan apa pun, saya tidak mendapatkan umpan balik apa pun,” kata Bagnaia.
Pada pekan pekan yang lalu, Pecco bahkan secara umum pernah mengungkapkan keinginannya untuk balik menggunakan pilihan GP24 yang jika memang bisa dilakukan sangat mengartikan bahwa motor 2025 sangat banyak kesamaannya dengan GP24 sehingga bisa menerobos batas homologasi jika memang ada pembalap Ducati yang ingin switch diantara dua generasi paket mesin ini.
Yang juga cukup menarik untuk dikulik mengenai kedekatan GP24 dan motor 2025 adalah ketika membaca pernyataan test rider Ducati – Michelle Pirro – yang secara umum sangat mengetahui kesamaan dan ketidak-samaan dari GP25 dan GP25. Pirro mengklarifikasi bahwa Bagnaia memiliki pilihan untuk kembali ke GP24 jika ia menginginkannya, meskipun ia tidak yakin itu adalah solusi atas masalah yang ada.
“Bukan berarti Pecco tidak punya motor lama yang tersedia, maksud saya, kalau dia mau, dia bisa kembali ke motor tahun lalu; kami sudah melakukannya. [namun] Saya rasa itu bukan solusinya, karena kami sudah lihat dalam uji coba bahwa bukan itu yang membuat perbedaan.” Begitu kata Pirro menjelaskan.
Pirro pun menegaskan bahwa perbedaan antara Desmosedici GP24 dan GP25 sangat minimal dan bahwa setiap motor disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. “Ada sedikit perbedaan antara enam Ducati di lintasan, tetapi tidak terlalu besar. Perbedaannya terletak pada pilihan pengendara; motor-motor tersebut beradaptasi dengan kebutuhan setiap pengendara,” katanya.
Pirro juga menegaskan bahwa Ducati tidak memihak satu pembalap tertentu atas pembalap lain. “Ducati tidak merugikan atau menguntungkan siapa pun. Setiap orang bisa memiliki segalanya; pembalap pabrikan memiliki perlengkapan yang sama. Tidak ada dalam DNA Ducati untuk memiliki pembalap yang tidak bahagia. Kami ingin semua orang merasa puas, termasuk Pecco.” – @tmcblog





Pembalap yg ga pernah komplain dan ga pernah nyalahin motornya keknya hanya mm93 aja deh
Pirro mengklarifikasi bahwa Bagnaia memiliki pilihan untuk kembali ke GP24 jika ia menginginkannya, meskipun ia tidak yakin itu adalah solusi atas masalah yang ada.
Wess toh.. skilll nomor satu kata pirroo
kalo di ducati mungkin iya
tapi waktu sebelum pindah ke gresini marc sempat frustasi ke motor hondanya dia
tapi tidak sampai menyudutkan banget sih… garis besarnya hanya cakap dia tdk bisa ngepush terus selama balapan.. kl buat 1 lap saja dia bs maksa.. kl ber lap2 psti jatuh.. tapi ga pernah nyudutin terang2an motornya gak bagus.. itupun setelah 4 tahun badan remuk dibuat oleh tu motor.
mental pecco terlanjur down
Bener bener harus ke psikiater kaya taro ini pekok, mentalnya amblas,,,,….
what if udah dikasih GP24 tp gak ada perbedaan signifikan soal performa.. misal makin dibully Alex? apa gak makin longsor itu mental..
Kemampuan adaptasi yg cukup lambat pecco
Semoga pirro tetep didengerin petinggi, bahaya kalo terlena dgn kemampuan marc beradaptasi, traktor aja bisa jalan lempeng 😀
Mindset sih,saat kau Masih menjadi yg terkencang kau akan menganggap motormu baik2 saja dan sudah sempurna,tapi saat sudah dilampaui orang lain kau akan mencari permasalahan dan Alasan kekalahannya bahkan sampai dititik terkecil sekalipun
yes it’s true
bener.. fakta taun ini sbenernya dia secara poin dan balapan juga lebih bagus dari taun lalu.. secara rata2.. cuma karena pembalap lain diatasnya jauuuhhhh lebih kencang gari taun lalu membuat dia seolah2 melambat..wkwkwk sbenernya mentok aja g bisa ngikutin 2 pembalap depanya. mrk pada break ATLR..
Pecco tuh tiap tahun memang macam diesel, telat panas. Ibaratnya cuma luka kecil aja yang nanti sembuh sendiri
tapi Marc itu garam yang bertabur ke luka itu wkwkkw
Jadi bukan sembuh malah nambah sakit yah.. 😂
wah parah lu bang wkwkwk
Emang marc bersaudara doang yg tau cara handle desmo musim ini.
“Guru kencing berdiri, Murid kencing Berlari”
Kayak sapa waktu di Ducat1 hayo
Dari klasemen saat ini, top 5 semua adalah pembalap Ducati:
1. Marc – GP 25
2. Alex – GP 24
3. Pecco – GP 25
4. Morbidelli – GP 24
5. DiGia – GP 25
Jadi bisa disimpulkan apa yang disampaikan Pirro benar adanya:
1. Update GP 24 ke 25 cukup minor
2. Perbedaan setup menjadi hal pembeda antar pembalap Ducati.
Ya memang berat untuk melawan 6x juara dunia MotoGP, hehe
Kalopun kembali ke GP24, performa maksimalnya ya standar 2024. Sedangkan 2025 ini sudah naik level, sudah banyak tercipta Lap Time New Record. Artinya tetep aja Pecco ga bakal mampu bersaing meskipun dapet feeling terbaik dengan GP24
nah ini.. dia sbnernya sdh mentok aja bawa gp24 thn kmrin..mknya kalah sama JM, alex thn ini bisa explore lagi Gp24 mknya lebih kencang dr pecco thn lalu, apalagi MM gausah ditanya lah.. traktor aja ngibrit..
Demi performa kembali
Gimana nggak down ?
Dlu anak emas, Sekarang berasa anak tiri
Sesingkat itu di anak emaskannya, Hanya 2 tahun ketika meraih WC di 2022 dan 2023.
Martin dan Pecco punya style riding yg hampir sama jadi bisa copas data masing2, Namun, tidak dengan Marc. Kalo sama Alex masih mungkin bisa copas tp Alex dah step up krn dah dpt kisi2 dr abangnya.
So, lewatin dlu Alex br Marc.
Ini semua masalah riding style, braking dan how to handle. Marc unggul krn bertahun2 jurdun dan battle bahkan nutupin kelemahan RC213V dengan skillnya yang diatas rata2, Sedangkan Pecco masuk langsung dpt motor sempurna.
Tau lah dimana levelnya ?
Marc hanya bisa kalah krn dikalahkan dirinya sendiri.
Seandainya taon lalu marc dan alex pakai gp24, mungkin hasil race taon lalu bisa berbeda
Untuk Ducati GP23 :
diantara semua rider yg pernah pakai (Pecco, Martin, Bastianini, Alex, Marc Marquez, Digiantonio), data menunjukkan bahwa MM93 adalah yg tercepat
Untuk Ducati GP24 atau 24,9 :
Tetap MM93 adalah pembalap tercepatnya
MM93 itu bukan pembalap yg super ajaib, dia tetap butuh motor yg setara atau kompetitif bahkan sama persis, untuk bisa mengalahkan rider-rider top motoGP macam VR46, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan kini Pecco dan Jorge Martin
hipotesis martin soal copy mengcopy setup terbukti kah ?
Sepertinya gitu, atau gyaa balap mereka mirip, Pecco ga bisa aplikasikan data dr mm 93,dan juga am73 apakah Krn masukan dr abangnya jadi lebih bisa bawa motor baru yg notabene kata Piro mirip2 aja motornya
Kalimat Pirro bisa JD pisau bermata dua bagi peco,kalo hebat bisa ngalahin Alex sih gak masalah,tapi kalau tidak berarti skill dia memang …..