TMCBLOG.com – Pedro Acosta. Semua orang menyukainya, dan siapa yang bisa menyalahkan mereka yang menyukainya, mengingat bakatnya. Dia tidak melakukan apa pun untuk secara terbuka dan pribadi menyembunyikan ketidaktoleransinya terhadap situasi KTM, yang tidak menjamin prospek pengembangan motornya sehingga dia malah berpikir untuk beralih dengan mencari potensi untuk bisa bersaing dengan Ducati di masa depan.Â
Saat ini ia mendapat tatapan penuh harap dari beberapa pabrikan, dua di antaranya yang terkuat adalah Honda HRC dan Ducati sendiri. Ke Aprilia? Agak aneh melihat Rivola mau bicara kembali dengan Valera soal Acosta setelah Valera juga yang menegosiasikan keluarnya Jorge Martin dari Aprilia.
Dengan Honda, sepertinya akan bisa mulus. Acosta nggak perlu memikirkan soal hambatan finansial untuk membayar penalti ke KTM, misalnya . . Namun yaaa, RC213V belum sesiap Desmosedici jika memang Acosta punya tujuan memenangkan gelar Juara Dunia.
Selain Desmosedici menjadi mesin yang paling siap Juara Dunia, dengan Ducati, Acosta telah memiliki setidaknya dua kontak langsung dengan tim VR46: yang pertama pada bulan Januari, saat ia berlomba sejauh 100km di Ranch tersebut bersama Valentino Rossi.Â
Yang kedua kemudian dengan keterlibatan manajernya. Namun, pertemuan tersebut hanya bersifat penjajakan, tanpa pembahasan yang dijajaki secara mendalam. Kini keinginan Ducati untuk Acosta kuat, dan perhatian Ducati terhadap bakatnya juga kuat. Namun seperti yang disebutkan, 2025 bukanlah tahun terbaik untuk duduk dan bernegosiasi.
Negosiasi tidak akan berjalan mudah karena Acosta terikat kontrak dengan KTM hingga akhir 2026, Ducati memiliki lima dari 6 pembalap dengan masa depan yang sudah ditentukan, dan satu-satunya yang belum memiliki kontrak aman untuk tahun depan adalah Franco Morbidelli, yang saat ini sementara di posisi ke-empat dalam Kejuaraan Dunia, telah kembali ke podium, dan sangat dicintai oleh VR46 di mana ia selalu menjadi bagian dari tim, karena ia merupakan pembalap pertama dalam sejarah Akademi VR46.Â
Singkatnya, Frankie tidak memiliki kepastian dokumen hukum, tetapi ia memiliki kepastian ikatan emosional dan afektif dan sejauh ini juga prestasi dan hasil balap yang diperoleh di lintasan. Dan Alessio ‘Uccio’ Salucci pernah kepada Sky Sport pentingnya ikatan ini dengan Franco yang baginya tidak dapat diganggu gugat, bahkan jika “apa pun mungkin terjadi”.Â
Kalau sudah begini, maka semua akan beralih pandangan ke Fabio Di Giananntonio. Yes, walau anak Italia, Diggia pada dasarnya bukan rider VR46 Academy dan ini memungkinkan Rossi bisa mengesampingkan sisi emosional. Lagi pula sementara posisi Diggia di klasemen masih lebih rendah dari Frankie.
Cuma masalahnya adalah kontrak Diggia langsung ke Ducati Corse. Ini artinya, menggeser Diggia urusannya adalah bicara langsung ke Gigi Dall’Igna. Rossi dan Uccio harus memiliki alasan strategis yang masuk akal dan bisa diterima oleh Gigi. Kira-kira apakah alasan menggunakan talenta Acosta untuk menjegal Marc Marquez menyamai atau bahkan melewati jumlah torehan gelar Juara Dunia Rossi akan bisa diterima oleh Gigi?
Udah terlalu jauh banget yak kita menganalisis, tapi apa benar teorinya seperti ini dimana Rossi merasa Acosta adalah satu-satunya yang bisa menghentikan Marc saat ini?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





kalo saya jd Valentino Rossi saya akan legowo, tiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya, a record need to be broken.. toh saya sudah merasai langsung siapa itu si orang yg dimaksud.. tanpa harus repot2 mencederai kontrak pembalap yg akan direkrutnya.. mau dipecahkan atau tidak rekor saya, saya udah kadung dianggap legend..
ok ini cuma random thoughts saja..
Takutnye kakek legend rekornya dilewati… Contoh Agostini noh….
kalau mau sabar nunggu sampe akhir musim, harusnya acosta bisa “milih” mau kemana musim depan, dari hasil akhir tiap pabrikan nanti, siapa tau yamaha/honda diparuh kedua mosak masik…
Menurut saya gk logis. Yang ngotrak marc ducati, bagaimana mungkin masukin acosta dengan alasan menjegal marc.. opini yang sangat lucu..
Kalo masukin acosta yah jelas karena bakat..
Pingin nanyak nih mang? apa ada pernyataan rossi kalo gelarnya jangan sampe dilewatin marc
Kita tidak pernah melihat kentut…..
Anda tanya-pun kita tidak akan pernah melihatnya, NAMUN dari baunya yg menyengat itulah kita tahu ada yg kentut disitu.
Morbi dah
Di 2024 pedro pke ktm terupdate aja ga bisa ngalahin marc yg cm bermodalkan gp23
So?
Udah, ke honda aja. Duitnya banyak, motornya juga lumayan. Masuk 5 besar bisa lah, buat akosta, pakai honda.
Yg ke HRC tar Jorge martin om…
Pedro acosta gabung suzuki aja di 2027
Tim satelit utama tapi prestasinya dibawah tim satelit ke dua ya pastinya kakek legend merasa malu apalagi tim satelit ke dua tersebut berisi marquez juga, makanya dia berusaha mendapatkan pedro pedro pedro. Tapi masalahnya kakek mau ga ngerogoh kantongnya dalam-dalam
Ada 1 lagi hambatan yang paling sulit tapi lupa di mention …yaitu biaya besar untuk membajak acosta, dan itu hanya team parbikan yang mampu
Kalo pertamina Enduro sih pasti maunya Aldi satya
Sulit untuk tahun ini, ga ada urgensinya. Apakah ducati mau bayarin denda acosta?? Sepertinya ogah. Dengan marc, pecco, alex, morbi, digia ducati sudah sangat kuat
aki rossi mending bajak toprak aja di yamaha, toprak masih berambisi ingin mengoleksi waktu tercepat dan podium gue rasa toprak masih mau mobat mabit
Terus adik tersayang si mbah taon depan mau ditaruh dimana?
daripada pusing, ke Ymh aja Dro..
M1 udah bisa fight di depan sekarang dan pole 2 kali.
antum pembalap hebat, cocok jadi rekan Mas Bio..
Membuang Diggia susah karna kontrak langsung ducati, Ducati ga mikirin siapa yg juara dunia, yg jelas motornya ducati.
Kenapa martin dilepas?, karna ducati sadar motornya saat ini masih yg terbaik, dengan pembalap yg ada saat ini 3 besar masih didominasi ducati. Bukan sebuah urgensi, kecuali kontrak pembalap sudah habis
Gile tendensius bener! Tapi okelah buat naekin trepik
Acosta emang sangat mirip sama Kak Ross, Rupa and watak juga tak jauh beda. Cucok kalau bergabung,. Sama2 kaum sakit hati sama MM93 😜😜😜
Martin yg ke HRC kayaknya
kl ngeliat sepak terjang pak RT
Lagipula HRC butuh yg sudah teruji (dan ex-Desmo rider sbg benchmark)
Acosta who?
Klo hanya utk ngalahkan marc lantas rossi membajak acosta dri KTM..betapa bodohnya..emg dia pikir acosta begitu menunggangi ducati ujuk2 bisa ngalahin marc?
Gak semudah dan sesederhana itu ferguso…🤪🤪🤪