TMCBLOG.com – Hadir langsung di Honda Dream Cup Seri dua Medan 2025 membuat TMCBlog dapat memberikan beberapa catatan baik mengenai gelarannya sendiri dan mencoba lebih mengenal perbedaan kultur budaya balap antara balapan di pulau Jawa seperti yang terlihat di Seri 1 HDC Malang dengan Seri 2 Region Sumatera di Medan ini.
Treknya sendiri sangat mendukung peningkatan dinamika dan atmosfir balap dibandingkan dengan seri balapan HDC tahun tahun sebelumnya di sirkuit yang sama.
Logis karena sirkuitnya sendiri yakni Sirkuit Multifungsi Disporasu, Medan (Sirkuit Pancing) saat ini jauh lebih rapi, megah dengan kualitas permukaan aspal trek yang lebih baik pasca difungsikan sebagai sirkuit balapan cabang road race pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024 yang lalu.
Penonton yang walaupun secara gratis bisa masuk ke dalam sirkuit dan bahkan mengakses ke daerah tribun yang kini hadir cukup jauh dari pintu masuk masih dapat dengan tertib menonton dan terlihat cukup dapat menikmati balapan, tak beranjak dari awal pagi, bertambah jelang siang sampai selesai di sore hari.
PT. Indako Trading Coy selaku main dealer dan tuan rumah penyeleggara seri 2 HDC 2025 di Medan ini terlihat cukup cakap mengantisipasi potensi ramainya gelaran ini dengan berbagai kegiatan tanbahan seperti kehadiran bazzar otomotif dengan banyak stand produk sponsor HDC, test ride produk terbaru sepeda motor Honda dan panggung hiburan berisi penampilan talenta-talenta lokal Medan dan sekitarnya.
Lalu mengenai karakter kultur balap sendiri, seperti juga region region di luar Pulau Jawa lainnya, beberapa kelas yang menggunakan motor matik dengan koridor kubikasi maksimum 130cc terlihat sangat ramai peserta. Ini juga yang secara umum membuat kelas HDC seri 2 ini lebih banyak jumlah kelasnya dibandingkan seri 1 di Malang.
Jumlah kelas yang hadir di HDC seri 2 Medan ada 13 kelas, yaitu:
- Sonic/GTR 150 Tune-up Terbuka (HDC 1)
- Sonic/GTR 150 Rookie U-16 (HDC 2)
- Sonic/GTR 150 Beginner U-12 (HDC 3)
- CBR 150 Pemula (HDC 4)
- CRF 150L Supermoto standar pemula (HDC 5)
- CRF 150L Supermoto standar terbuka (HDC 6)
- Matic Standar 130 Terbuka (HDC 7)
- Matic Standar 130 Pemula (HDC 8)
- Matic 130 Standar Terbuka (HDC 9)
- Vario 160 Standar Terbuka (HDC 10)
- Vario 160 Standar Lokal Sumut (HDC 11)
- Matic 130 Tune-up Lokal Sumut (HDC 12)
- Matic 130 Standar Lokal Sumut (HDC 13)
Namun begitu sepertinya tim tim Honda yang berasal region Sumatera masih belum masif memiliki penjenjangan pembalap belia di usia 12 tahunan ke bawah. Sehingga karena peserta di kelas HDC 3 yang minim maka diputuskan untuk ditunda untuk seri ke-dua ini.
Mengenai kelas baru, balapan Kelas Vario 160 HDC 10 yang cukup diminati pembalap di Jawa, ternyata juga direspon positif oleh pembalap region Sumatera. Ini ditandai dengan cukup banyaknya starter di kelas ini dan bahkan penyelenggara sampai membuka 2 Kelas Vario 160.
Dua kelas Vario 160 itu yakni HDC 10 dan HDC 11 dihadirkan guna mengakomodasi permintaan komunitas balap Sumatera yang lebih ingin mengukur tingkat kekompetitifan mereka ketikahanya digabugkan balapan dengan sesama pembalap lokal.
Sama seperti di pulau Jawa pembebasan custom spek performa di daerah ‘kiri‘ dari mesin skutik dan tidak terlalu njelimetnya regulasi jadi magnet tersendiri dari kelas ini juga di Sumatera selain aura kompetisinya ketat plus hadiah yang lumayan.
Berikut hasil HDC seri 2 di Medan akhir pekan lalu sob :






















Matic Kentjang
2025 balap kok pakai skutik
Kearifan lokal bro.harley aja buat balapan di amerika.
Gass,rem,Gass,,, eh udah lurusan ngapain lagi ya? Ohiya Gass!!!!
itu best speed kok paling banter hanya 64 km/jam ya? dikira bisa 100 km/jam..