TMCBLOG.com – Pasca era Marc Marquez sampai saat ini, Honda HRC MotoGP berubah, dan bukan hanya aspek teknis, dalam hal ini Honda RC213V. Namun juga dalam hal sumber daya manusia dan secara organisasi. Tobikaru Tsukamoto dihadirkan di tahun 2023, Ia adalah salah satu tokoh yang membawa Honda HRC Reli Dakar sukses memenangkan gelar setelah dan berhasil mematahkan hegemoni KTM yang berlangsung 10 tahun sebelumnya. Tsukamoto juga membawa reformasi ke organisasi HRC MotoGP. . .
Seperti dilansir Note, Tsukamoto membuka awal kisah, “Saat pertama kali ke sana (HRC MotoGP), saya berpikir, ‘Kita perlu membuat beberapa perubahan besar.’ Saat itu, tim dipimpin oleh seorang pembalap andal, yang sangat cepat dan kuat. Namun, ia cedera dan tim masih belum mendapatkan hasil…
“Tetap saja, saya pikir mereka mengandalkan pembalap untuk melakukan sesuatu, alih-alih menggunakan teknologi untuk membuat motor lebih kuat. Itulah hal pertama yang saya rasakan saat sampai di sana.”
“Semua orang bekerja keras. Namun, seluruh tim tidak bekerja sama. Meskipun setiap departemen bekerja keras, rasanya mereka tidak terhubung. Dan yang saya dengar hanyalah keluhan.”
“Sejujurnya, ada perasaan terhambat. Namun di sisi lain, selama orang-orang mengeluh seperti itu, masih ada ruang untuk pemulihan. Jadi, saya memutuskan untuk terlebih dahulu menangani setiap keluhan tersebut dengan hati-hati dan menghilangkannya.”
“Saya memberi tahu tim mesin untuk lebih memikirkan kesulitan bodywork motor, dan tim body motor untuk memahami karakteristik mesin dan menemukan cara untuk mengimbanginya. Saya mendorong setiap tim untuk berdialog. Dari sana, diskusi akhirnya mulai terhubung.”
“Dulu, kami biasa berbicara tentang ‘Mari kita ubah seluruh kerangka kerja,’ tetapi sekarang kami tidak lagi bersikap ekstrem seperti itu. Saya merasa bahwa orang-orang dan sistem mulai terhubung sedikit demi sedikit.”
“Kita hanya bisa menjadi kuat sebagai sebuah tim dengan peduli terhadap orang lain, bukan hanya kekuatan kita sendiri. Saya merasa bahwa cara berpikir ini menyebar di antara tim.”
“Itulah sebabnya kami membuat sejumlah keputusan besar. Ada beberapa penolakan, tetapi saya pikir kami harus melangkah sejauh itu. Dan untuk melakukan itu, di atas segalanya, kami harus mendengarkan suara orang-orang.”
“Kami harus segera menentukan apa yang menyebabkan situasi tersebut – apakah itu orang-orang, sistem, atau teknologi – dan menyelesaikannya. Saya pikir itu adalah langkah pertama dalam mereformasi tempat kerja.”
Hasilnya? Masih dalam progress, namun secara umum lumayan terlihat. Dikombinasi dengan kenaikan performa motor, sinergi tim juga semakin padu. – @tmcblog







Perjuangan euy
Ken Kawauchi msh di HRC gak sih?
Masih deh kayanya, balapan lalu kaya kesorot tv
HRC motoGp merekrut orang yang tepat. Dari namanya terlihat dia suka dunia motor
🤣
bener juga..
Pentingnya komunikasi yang baik.
koq saya lihat hrc masih belum bagus yah motornya , kemenangan kemarin itu bukan gambaran sesungguhnya …..saya melihat yang sudah berhasil itu yam tapi sayang saja apes …menarik kalo ada pembahasan yam soal kemajuannya yang menurut saya pertengahan musim sampai akhir motornya sudah bisa bersaing dgn dukati
Klo dlihat dr segi pembalap yg ga biasa macam quartararo, harusnya honda jg progress kok
Tp tetep saja kemajuan ymh sedikit lbh ok dr pd hnd
Yamaha yang menonjol juga cuma fq20 karena dia ngepush banget. Yamaha yang lain masih di belakang.
Orang-orang melupakan jack miller yg cukup bagus di tahun pertamanya dengan yamaha
Miller bagus tapi boros ban, padahal udah bertahun2 dimotogp tapi masih ga becus jaga ban, mungkin gegara lompat kelas kali ya
Ini pengganti kokubu ya?
Iya kek nya
Semangat Honda. Ayo bisa finish akhir musim nomor 2 konstruktor.
kesimpulan pas baca awal Artikel
Saat itu hec terlalu lama mager !!
tlong diapus yg ini wkwkwk
kesimpulan pas baca awal Artikel
Saat itu hrc motogp memang terlalu lama mager !!
Suka moto