TMCBLOG.com – Marc Marquez start dari posisi terdepan pada 11 lap Sprint Race MotoGP Aragon 2025 setelah 3,5 jam sebelumnya berhasil meraih pole position dengan rekor laptime baru. Alex Marquez dan Franco Morbidelli mengikuti dari row terdepan di trek yang cukup panas dengan temperatur permukaan sentuh 52° C dimana penggunaan ban mayoritas Soft – Medium. Alex Marquez memimpin setelah start dimulai diikuti Morbidelli dan Marc. Pedro Acosta fight dengan Fermin Aldeguer.
- Lap 2 Alex Marquez memimpin 0,4 detik dari Morbidelli. Marc naik ke P2 pada sektor kedua. Mir crash karena Jack Miller dan Miller dapat hukuman LLP.
- Lap 3 Alex memimpin 0,6 detik di depan Marc diikuti Acosta
- Lap 4 Marc memperkecil jarak di P2 ke Alex jadi 0,42 detik . . Alex getok palu!!
- Lap 5 jarak mengembang lagi, Alex memimin 0,5 detik dari Marc. Giliran Marc getok palu !!
- Lap 6 Alex Marquez memimpin 0,1 detik dari Marc. Marc overtake jelang sektor dua.
- Lap 7 Marc memimpin 0,7 detik di depan Alex Marquez
- Lap 8 Marc menjauh dari Alex yang kini berjarak 1,2 detik
- Lap 9 Marc memimpin 1,4 detik dari Alex Marquez diikuti Aldeguer yang menggunakan ban Medium – Medium
- Lap 10 Marc memimpin 1,7 detik dari Alex
- Lap 11 Marc memimpin 2 detik dari Alex Marquez di lap terakhir
Dan setelah 11 lap Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2025. Alex Marquez P2, Fermin Aldeguer P3.
Pasca Sprint Aragon Marc Marquez masih memimpin klasemen dengan jarak 27 poin dari Alex Marquez diikuti Pecco Bagnaia
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






vamos
Mantabh mentalnya Joan Mir
peko pekok bgt
easy like sunday morning
Pecco : “berikan GP25 kepadaku, niscaya akan aku buat Ducati men-celenk lagi”
Aneh banget, kenapa pecco mundur teratur
Tanda-tanda the dream team hanya tinggal mimpi karena pecco makin cacau
Ntab marc, joss antangin team
Aku bilang juga apa waktu tahun kemarin tim vr46 dijadikan tim referensi padahal prestasi jauh dibawah gresini
Akankah tanda-tanda kejadian berulang seperti di Honda? Hanya Marc Marquez yang bisa mengoptimalkan GP25 sedangkan Pecco & Diggia hanya jadi pelengkap penderita?
Lama-lama, ada pola yang mirip dengan situasi Honda dulu, Marc Marquez mampu mengoptimalkan Ducati GP25, sementara Pecco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan GP25.
Marquez “menyembunyikan” masalah GP25 dengan kemampuannya, sementara pembalap lain kesulitan.
Jika Ducati tidak segera berbenah melakukan perbaikan, kemungkinan yang terjadi di Honda dimasa Marc Marquez akan berulang… Ini bisa berbahaya… Tapi kalau mereka bisa menemukan solusi teknis yang membuat GP25 lebih ramah bagi semua pembalap, situasi bisa berubah.
gw yakin Ducati gak akan masuk ke jurang yg sama seperti Honda, justru kalau GP 25 sempurna, makin ngeri itu marc..
Diggia menderita? P6 dia dapatkan kalah dengan Acosta. GP25 hanya lebih buruk dari GP24, lebih baik dari aprilia, Honda, Yamaha, KTM.
Ya tetep aja larinya marc lagi marc lagi..
Misalkan acuan development GP25 adalah pecco, tp pecco dll yg pake GP25 gak bisa perform kyk marc, terus yang harus disalahkan siapa? Harus marc kah? Atau Pecco? Atau Engineernya?
Malah setuduh²an jadinya.
Marc kan baru ini pake GP25, mesin GP24 aja dia gak pernah nyicip. Lgsung lompat dari GP23 ke GP25. Terus disalahin krn bisa salah bawa pengembangan ducati, kocak sih.
Terus skill marc harus di downgrade kah ngikutin pembalap yg biasa² gitu ya biar levelnya sama?
Inget, dia dikasih julukan the baby alien ada alasannya, paham kan..
Mbah gigi ini harus segera denger kata peko. Kayanya udah kronis bgt.
Pecco makin menderita
Luar biasa Trio keluarga Marquez A di SR ARAGON 2025:
1. Marc Marquez A
2. Alex Marquez A
3. Fermin Marquez A
🤫🤫🤫
Apa mungkin pengembangan gp25 sengaja dibikin berantakan sama PB63 ?
Biar MM93 kesusahan
Pikiran saya malah jadi curiga
Tetapi malah skill MM93 yang bisa menutupi “keberantakan” itu
Kebalik malah, markuez yg menutupinya sehingga rekan2 setimnya akan kesusahan,
Lihat aj polanya sama dgn awal2 kejayaan honda dlu, sebelum markuez masuk pedrosa keren2 aj tuh makin lama makin tenggelam karena pengembangan motor marquez sentris,
Adalagi tuh markuez request lorenzo ditarik ke honda tujuannya sbenernya melemahkan lorenzo daridalam terbukti sampe pensiun,,
Karena waktu itu klw lorenzo stay di yamaha bisa jadi ancaman terbesar markuez
Ya…wacana dan kecurigaan seperti itu bisa saja terjadi.
Jika hal ini benar, maka yg diharapkan jadi jagoan adalah Franco Morbidelli, sang murid terbaik VR46 Academy, yg menjadi satu-satunya pembalap yg sudah memakai Ducati GP24 lebih dahulu dan lebih lama sehingga diharapkan bisa lebih dan paling gacor.
Namun Alex Marquez ternyata mampu beradaptasi dgn cepat dan klop dgn Ducati GP24.
Ducati GP25 yg mengembangkan Pecco sendiri.
Ini opini pribadi saya ya jangan dihujat
Dalam benak saya, secara PB63 ada dalam akademi vr46
Apakah PB63 rela mempertaruhkan nama besarnya sendiri demi tujuan menjegal MM93 dengan cara sengaja membuat pengembangan gp25 agak berantakan sehingga dia sendiri malah kelihatan kesulitan mengendarai
Berkebalikan dengan MM93 yang malah menemukan solusi untuk dirinya sendiri,terbukti menjadi Ducati terbaik dalam klasemen
Gue brasa tidak mungkin,, kata orang marauez balap pake tractor saja bisa menang,, soalnya memang skillnya oke
“trying not to overtake” tapi malah diovertake banyak orang,peco benar2 jadi pesakitan (mentally)
Perfect strikes begini jan sampe diblunder in dengan bad sunday race kaya yg udah udah ye mas marquez
inj mah jelas target MM naekkan adiknya ke ducati corse.
Bagnaia.. Bagnaia, nasibmu kini, sedih liatnya..
tp kayaknya orang2 di box Ducati jg kebingungan..
btw saya kira MM akan kesulitan overtake Alex, sekali lewat langsung ditinggal 2 detik, weleh..
Ducduc di bajak spartan 🙂
waduh point Pecco udah mau disusul sm Morbidelli..
gawat inii, kaalau smpe pecco crash di main race kacau sudahhhh
Tajam ga tumpul tumpul ga tajam
Bukti GP24 emang lebih bagus daripada GP25, padahal katanya Pecco sangat sensitif, yakali perbedaan besar di area front end GP25 dan beberapa bagian lain gak dirasain waktu test sama dia
Coba menganalisa aja..
GP25 ternyata bermasalah dan sekali lagi skill MM menutupi. Kayak di Honda dulu.
Skill Pecco ternyata jauh dibawah MM dan mungkin setara dengan AM.
Pecco bisa juara dunia 2X berturut-turut karena MM beda kualitas motor. Saat diberikan motor yang sama, keliatan banget perbedaannya.
GP24 yang dibawa AM, FA dan FM ternyata lebih gacor daripada GP25. MM menjadi pembeda.
Pecco sepertinya sudah kena mental.
Peco udah gak semangat balap…
Syulit syulit
M1 dan rcv kmbali melempem..
Yamaha ada problem dgn elektronik
Honda ada mslh dgn elektronik jg..ntahlh