Ditanya Soal Masalah Pecco & GP25, Marc Marquez Tidak Tertarik !

TMCBLOG.com – Sudah bukan sebuah hal yang perlu ditutupi lagi bahwa GP25 berbeda dengan GP24. New Ride Height Device dan perubahan distribusi bobot ditengarai membuat motor lebih condong ke belakang untuk memperoleh grip sementara itu tentu ada harga yang harus dibayar yakni front end feeling. Masalah front end yang kurang feel dan feedback ke pembalap ini yang selama ini selama 8 seri pertama MotoGP 2025 jadi masalah Pecco Bagnaia.

Selain sering mengutarakan masalah ini, Pecco sendiri secara umum pernah mengatakan bahwa pada dasarnya feedback Ia dan Marc soal front end sebenarnya sama. Mengartikan bahwa sebenarnya Marc pun mengalami masalah dengan feeling front end motornya, namun ia bisa mengatasi masalah tersebut. Nah menarik ketika para jurnalis mencoba menanyakan masalah Pecco ke Marc Marquez. Begini jawaban Marc di Aragon. . .

“Saya akan menjawab dengan jujur: Saya tidak memperhatikannya. Saya tidak memperhatikannya karena saya tidak tertarik. Saya tertarik dengan sisi pit saya, mendapatkan 100% dari apa yang saya miliki, dan saya fokus pada pembalap tercepat kedua saat ini di Ducati, yaitu Álex [Marquez].”

“Dialah yang sedikit lebih saya bandingkan dengan diri saya. Saya tidak tahu apa yang sedang diuji Pecco atau ke arah mana dia akan pergi. Saya dipandu oleh insting saya dan apa yang saya rasakan di motor.”

Banyak yang menganggap bahwa ungkapan pembalap Ducati terbaik ke-2 saat ini adalah Alex Marquez punya arti bahwa Marc mu memberikan tekanan tertentu pada Pecco pada khususnya dan Marc menjawab tudingan ini.

“Saya katakan dua atau tiga balapan lalu bahwa saudara saya adalah rival yang saya lihat sebagai yang terkuat. Orang bilang saya mengatakan ini untuk memberi tekanan pada yang ini atau yang itu, tetapi tidak.”

“Saya selalu mengatakan yang sebenarnya, apa yang saya rasakan, dan Álex adalah rival yang paling konsisten dan terkuat. Hasilnya berbicara sendiri, dan ia adalah pembalap yang sangat serba bisa yang melaju cepat dalam semua jenis kondisi dan di semua jenis sirkuit.” – @tmcblog

24 COMMENTS

  1. Kata Marc dulunya: “Lawan yang harus pertama kali dikalahkan adalah rekan satu tim”. Dan sekarang Pecco dapat merenungkan dan merasakan apa yang terjadi pada Daped, Pol, JL, dan AM saat berbagi garasi bersama si Alien.

    • katanya ya ndak tau kok tanya saya sdang alergi kulit itu kudis nampaknya kbanyakan nggedabhrus

  2. Dia pernah mengalami ketidak percaya dirian pada front end yg lebih parah saat di Hodna,jadi dia mencoba untuk tidak terlalu mengeluh alih2 energinya difokuskan buat lawan adeknya

    Jadi marc kayaknya emang ga cocok aja untuk dijadikan developer,dan mindsetnya untuk mengkaburkan arah pengembangan kayak waktu teammate pedrosa sebenarnya udah berubah,buat apa melemahkan teammate yg udah lemah dgn sendirinya 😅

    • Nah ini bener, dulu pas jaman setim sama Pedrosa emang beda, masukan Pedrosa bener2 didengarkan Insinyur, dan ya Pedrosa keknya juga gak selemah itu, meski jarang menang tapi masih sering ngisi podium. Lha ini belum diapa apain udah kebanyakan ngeluh, perasaan Pedrosa kalo ngeluh gak kek gini, deh. Atau hanya perasaanku aja :v

  3. marq pegawai baru ga mau ribut dan berpolemik di perusahaan baru , apalagi tujuannya sekarang tercapai memimpin , mungkin dalam hatinya dia bilang : cepat2 selesaikan 2 musim ini dengan juara dunia , ga usah bikin polemik selama motor mendukung untuk juara………..

    cara jawabnya logis diplomatis ke wartawan yah yaitu komen pesaing terdekatnya yang kebetulan saudaranya , kalo pesaing terdekatnya peco pasti dia bilang peco sangat kencang , dan juga acosta sangat kencang jika saat ini juga saingannya terdekat

  4. Ga salah juga ngapain fokus urusin masalah rider lain, toh gw jg punya masalah sendiri. Mungkin gitu kali maksudnya.
    Penyakit emang jadiin marc pembalap, masalah motor ketutup skillnya, gw rasa marc jg bukan rider yg sensitif ama masalah motor. Selama dia bisa handle masalah tsb ya gas terus.
    Gigi harus jeli dan obyektif liat problem ini. Bisa2 desmo jadi kaya rcv 2.0.

    • Makanya, mbah gigi alih2 nyuruh peko mencoba sekuat tenaga karena liat marc bisa, harusnya makin dengerin peko. Soalnya nya benchmark rider umum ada di peko.

    • Kayaknya gak, krn ducati dikembangkan oleh mr pirro.. stelah jd basicnya br diserahkan ke pmlabalap utk sesuaikan setup masing²

    • Justru marc itu pembalap yang sensitif, karna untuk memahami dan beradaptasi dengan karakteristik motor, seperti handling, akselerasi, ataupun kelemahan tunggangannya butuh memahami feel motornya.

      Dan karena ke sensitifan nya itu dia bisa lebih memiliki feel yang baik terhadap motor, terus bisa menyesuaikan gaya balap yang cocok, memilih racing line yang lebih optimal, atau mengelola ban dengan lebih baik untuk mengimbangi kekurangan teknis.

  5. Ducati GP24 ditengarai lebih stabil dan bisa cepat di semua jenis sirkuit, dan sampai saat ini motor-motor pabrikan lain belum mampu mengimbangi di level yg sama.

    GP25 pengembangannya mengalami dilema yg membuat keraguan arah selanjutnya.

    Dari hal ini Franco Morbideli-lah sebenarnya pembalap yg sangat diuntungkan, mengingat dia tahun lalu sudah mengendarai GP24 shg bisa beradaptasi lebih lama dibandingkan Alex Marquez dan Aldeguer yg masih baru….

    Sementara Pecco, Digianantonio dan Marc Marquez mengalami masalah dgn GP25-nya, namun begitu GP25 tetaplah motor yg kencang.

  6. ini benernya mirip demgan polemik “who?”.. si bebi syark itu nambahin kalo dia benernya gak terlalu peduli thd rider lain, cuma berusaha fokus sama dirinya sendiri.. ya mungkin kalimat di awalnya itu terlalu nyerempet2 emang.. tp media keburu punya umpan buat gorang goreng..

    btw komen saya seringnya harmless tp sering gak lolos moderasi, kenapa yah? bingung jg patokannya apa biar lolos komennya..

    • Ada ranjau kata2 yg bikin masuk keranjang biasanya,yg kita sendiri ga Tau listnya apa aja,setauku untuk saat ini itu cuma ‘h.o.n.d.a’ sama ‘v.e.l.g’ (mungkin sama katakasar/jorok) atau ada alamat link biasanya bikin Komen ane masuk karung dulu dan nunggu persetujuan yg punya warung

  7. Ducati jangan pecat pecco, nanti yang ngembangin motor siapa.

    Marc naik traktor aja bisa cepat.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP