Perubahan GP25 Yang Membuat Pecco Percaya Diri di Race Aragon

TMCBLOG.com – Start balapan Sprint di posisi 4 dan finish posisi 12 sempat membuat Pecco Bagnaia anggap bahwa saat ini adalah saat terendah dalam karir MotoGP-nya. Sampai balapan Sprint ia tetap tidak dapat memperoleh feel front-end dari motornya. Namun saat balapan utama sepanjang 23 lap di Aragon, Pecco Bagnaia terlihat berbeda.

Pecco terlihat lebih percaya diri dan berani merespon serangan demi serangan yang sempat dilakukan Pedro Acosta untuk meraih posisi podium. Sampai akhirnya, mengubah banyak ekspektasi, Bagnaia berhasil finish Podium 3. Di parc ferme ia mengaku jauh lebih percaya diri di hari Ahad. Namun dibalik kepercayaan dirinya itu, ada perubahan teknis yang dilakukan timnya yang dipimpin Cristian Gabarrini terhadap GP25 yang dipakai Pecco Bagnaia.

“Terlepas dari hasilnya – bagi saya, perjalanan menuju finis terasa seperti kemenangan. Posisi ketiga sangat fantastis bagi saya – dan tim saya. Anda selalu bersatu dalam situasi seperti ini – dan saya senang bahwa saya dapat lebih percaya diri hari ini.”

Bagnaia mengungkapkan update teknis yang diberikan di motornya : “Satu hal yang kami ubah adalah sistem pengereman. Teknisi memodifikasi cakram rem sehingga kami dapat mengurangi penyumbatan secara signifikan saat deselerasi penuh, yang meningkatkan kepercayaan diri saat memasuki tikungan.”

Kepercayaan diri ini membuat Pecco positif menatap race dua pekan lagi di Mugello “Saya sangat senang – balapan berikutnya ada di Mugello. Saya selalu sangat kompetitif di sana, dan saya ingin mengincar kemenangan lain di sini dengan perasaan yang tepat. Itu akan sangat penting dan menjadi dorongan lebih lanjut bagi saya – dan tim saya.”

Di Aragon, Pecco finis di P3 untuk podium MotoGP ke-56 dan podium ke-limanya sejauh musim ini. Ini adalah podium ketiganya di MotorLand, setelah menang pada tahun 2021 dan P2 pada tahun 2022.

Sebagai seseorang di dalam Box, saya ingin menggarisbawahi bahwa setiap orang, dari Dall’Igna ke bawah, melakukan segala yang mereka bisa untuk membantu Pecco kembali ke posisi biasanya dan daya saingnya yang biasa”, analisis bos Davide Tardozzi mengenai bagaimana Ducati tetap memberikan support 100% ke Pecco.

Oh ya mengenai perubahan cakram yang dipakai oleh Pecco, TMCBlog perkirakan tim mencoba variasi diameter yang berbeda pada hari balapan, mungkin diameter yang lebih besar/lebih kecil yang membuat pengereman bisa lebih dikendalikan oleh Pecco.

Seperti kita ketahui, umumnya torsi pengereman berbanding lurus dengan radius (jari-jari cakram) efektif di mana gaya normal diterapkan oleh bantalan rem (brake pad) pada cakram rem. Jadi, untuk ukuran kaliper dan master silinder tertentu dalam sistem rem, cakram berdiameter besar akan memberikan torsi pengereman yang lebih tinggi pada roda.

Sementara itu perlu dicatat juga bahwa panjang-pendeknya jari jari cakram umumnya akan membuat perubahan di massa cakram dimana hal itu akan menyebabkan un-sprung mass yang lebih tinggi/rendah dan dengan demikian mempengaruhi kualitas handling motor. @tmcblog

26 COMMENTS

  1. Pecco dan marq dibekali spec motor yang sama yang membedakan hanya settingan,gaya balap serta mental dan disertai keberuntungan

  2. ternyata perubahan sekecil 15mm pun juga ikut berpengaruh ya… membuat jadi lebih nyaman mengikuti GP24, sementara ngekor dulu dengan nyaman, seri berikutnya siapa tau ada update yang bisa buat nyalip dan ngasepin GP24

  3. di X banyak fans Pecco gregetan karena terkesan lembek lawan Alex, macam gak mau ambil resiko.. ya gimana ya, balapan kemaren udah termasuk kemajuan sih, bikin feeling thd front end meningkat.. ntar lama2 jg bisa fight vs Alex.. kalo vs Marc gak dulu..

    • Betul tuh bang, dibanding pas sprint nya kaya udah ga berkutik gitu, besok nya tiba2 bisa melawan. Belok juga udah enak kayanya.

  4. Malahan di beberapa sirkuit, diwajibkan memakai ukuran minimal tertentu untuk alasan keselamatan, misal di Austria

  5. Merubah perangkat keselamatan aja bisa podium, apalagi dirubah cat nya GP25 jadi neon pink, mungkin lebih dari itu

  6. Mau dijelasin panjang lebar, tetep komen “marquez merusak arah ducati” pasti nongol mulu wkwk

    • Resiko krna pas di honda, marquez bkin rcv jd motor bosoookk, dan itu fakta.. Wajar aja klo org2 jd negatif thinking 🤣

      • Kocak.. motor bosok kok bisa mendominasi selama itu.. bukannya Honda bosok semenjak mark cedera dan Honda ngembangin motor atas dasar inputan pol ya?

  7. artinya sudah tidak ada alasan lagi nih yah ….marq juga bisa dapet stelan cakram fornt end seperti peco nih

    • Dari jaman di honda marc punya setingan rem paling beda dgn pembalap lain,gaya berkendara marc sangat mengandalkan rem terutama rem belakang,.

  8. Ducita kaya udah berat sebelah..Jangan terlalu pede..awas tar kaya kasus tim sebelumnya ditinggal

  9. Ibaratnya, pecco itu paling jago meracik menu untuk masak, sementara marc paling jago menghias apapaun yang dimasak pecco (walaupun nggak bisa masak).
    Kombinasi kedua orang ini (selama mereka akur) adalah yg paling dibutuhkan semua tim saat aturan perubahan kapasitas mesin berlaku nanti.

  10. asl cakramnya disupply oleh Brembo sebagai suplayer resmi dan tidak ekslusif, semua dapat

  11. di Mugello kalo sampai kalah lagi atau tidak podium, please jangan salahkan motor Ducati lg

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP