TMCBLOG.com – Penalti tekanan ban MotoGP sudah merenggut beberapa ‘korban’ khususnya merenggut posisi podium mereka. Salah satu yang terdekat adalah hilangnya podium 2 Maverick Vinales di GP Qatar 2025 dimaka akhirnya ia turun ke P14 karena mendapatkan penalti penambahan waktu balap sebanyak 16 detik karena pelanggaran tekanan ban.
Berdasarkan peraturan yang berlaku saat ini, setiap pembalap yang gagal mempertahankan tekanan keselamatan minimum yang ditetapkan – 1,8 bar untuk depan, 1,68 untuk belakang – selama sedikitnya 60% putaran Grand Prix akan dikenai penalti 16 detik setelah balapan. Dalam Sprint, ambang batasnya adalah 30%, dengan penalti 8 detik.
Hukuman yang diberikan setelah balapan tuntas jadi masalah karena berpotensi mengubah banyak hal. Hal ini jika berlangsung sering dapat mengganggu kredibilitas level balapan MotoGP itu sendiri. Oleh karena itu via Crash.net Michelin melalui Kepala Balap Roda Dua-nya Piero Taramasso menyatakan terbuka dengan wacana perubahan penalti tekanan ban jika memang ditemukan metoda hukuman yang tetap fair dengan hasil lebih baik.
“Kami masih berdiskusi, berbicara dengan Dorna, FIM, MSMA. Kami terbuka. Jika mereka menemukan sistem lain yang bekerja lebih baik, kami bersedia mengubahnya,” jawab Taramasso, ketika ditanya apakah peraturan tekanan ban saat ini dapat diubah.
“Masalahnya bukan pada sisi teknis, yang berfungsi dengan baik; sensor dan pengukurannya sangat presisi. Bagi saya, masalahnya adalah cara Anda menerapkan penalti. Setelah balapan, setelah podium.”
“Ini yang membuat orang kesal. Jadi, kami perlu menemukan cara untuk mungkin memberikan penalti sebelum, dengan penalti Long-lap, selama balapan. Mungkin pada 3/4 jarak balapan, Anda melihat data dan melihat apakah data tekanan bannya baik-baik saja atau tidak. Bagi saya, ini bisa menjadi salah satu solusi.”
Dengan penalti Long-Lap standar yang membutuhkan tambahan waktu sekitar 3-5 detik, bahkan double Long-Lap Penalty akan jauh lebih ringan dibandingkan penambahan waktu balap sebanyak 16 detik seperti yang diberikan saat ini. keuntungan lainnya adalah terkonfirmasinya dengan cepat posisi podium pasca balapan usai.
Namun memang jika diganti dengan penalti yang diberlakukan saat balapan berlangsung, maka ada sisi buruknya yakni bahwa hal itu akan menghukum semua pelanggaran tekanan rendah, apa pun penyebabnya. Gak ada toleransi seperti misalnya kasus bocor halus gegara rusaknya velg kayak kasus Pedro Acosta di Mandalika tahun 2024 yang lalu. – @tmcblog




Semakin panas malah
Kalau dipikir-pikir, ribet juga balapan tinggal nge-gas doang kok masih mikir ini-itu ya?
Kalau aturan tekanan ban dihapus total, itu memang akan menyederhanakan balapan—pembalap bisa fokus murni pada kecepatan dan strategi tanpa dihantui penalti teknis. Tapi dari sisi keselamatan dan keadilan teknis, penghapusan total justru bisa menimbulkan masalah baru.
Tekanan ban minimum itu berkaitan langsung dengan performa dan keamanan. Ban dengan tekanan terlalu rendah bisa memberi grip lebih besar (keuntungan performa), tapi juga meningkatkan risiko overheating, kerusakan ban, bahkan kecelakaan. Jadi, tanpa batasan, tim bisa sengaja menurunkan tekanan demi keuntungan, menciptakan ketimpangan dan potensi bahaya.
Menghapus aturan ini mungkin justru bisa menciptakan ketidakadilan baru. Yang dibutuhkan adalah regulasi yang masuk akal, bukan nihil regulasi. MotoGP tetap harus cepat, tapi juga cerdas dan aman. So, bagaimana regulasi yang tepat?
Langsung aja saat start tekanan minimumnya berapa micheeeeeelllll!!!!!!!!
Saat race mau naik mau turun mau kempes mau mledhak udh ga ush ngurusi proses balapannya
Repot!
Kesel ya, wsbk aja bisa.
Harusnya ban jangan diisi gas, tapi benda padat… hahaha
Paling gampang update regulasi 2025 ban depan motor MotoGP wajib memakai Michelin Bib Mousse. Aman, gak pusing tekanan angin ban dan anti kempes bocor alus bocor gede.
Nah ini solusi yg mantab
Pakai ban sepeda roda tiga anak-anak aja. Gak mungkin bocor atau tekanan turun.
Berarti masih hebat Pirelli ya wkwk
kalo sensor realtime memantau tekanan ban saat sebelum balap, harusnya sebelum start udah ketahuan ban siapa yg tekanannya kurang dari standar, itu pas udah lepas start langsung bisa dipenalty