TMCBLOG.com – Sementara semua forum mulai membahas kesulitan yang dihadapi Pecco Bagnaia dengan Ducati Desmosedici GP25 baru dan kemungkinan penggantian mesin untuk musim 2026, Ducati mulai memikirkan perubahan, ya, tetapi ke arah yang sama sekali berbeda. Ducati berencana melakukan pertukaran motor yang bisa merubah peta kekuatan MotoGP di 2026 nanti. Namun sepertinya masih belum bisa menyentuh dan menyelamatkan Pecco Bagnaia.
Ducati sedang mempertimbangkan untuk menghentikan Fabio Di Giannantonio mengendarai motor pabrikan pada tahun 2026. Ia akan tetap memiliki kontrak langsung dengan Ducati, tetapi ia idak akan diberikan motor yang memberinya kesulitan yang sama besarnya dengan Bagnaia. Dalam hal ini Diggia diuntungkan oleh regulasi regulasi teknis dimana hal itu bisa saja dilakukan sebagai pembalap tim satelit; pertanyaannya adalah siapa yang akan mewarisi motor yang konon kelas atas ini?
Berdasarkan kontrak, motor kelas atas tersebut Bisa diberikan kepada Aldeguer. Berdasarkan level dan jumlah poin di 2025 ini motor itu bisa untuk Álex Márquez.
Performa Di Giannantonio kurang memuaskan, dan ia kesulitan dengan motor yang awalnya sulit, seperti yang juga terlihat di tangan Bagnaia. Meskipun pembalap Italia itu berusaha bersikap positif, semua orang di Borgo Panigale dapat melihat bahwa mereka dapat membantunya dengan menurunkannya dari GP25 dan menggantinya dengan GP24 yang lebih ‘jinak’.
Di tingkat tim pabrikan, perubahan ini lebih sulit dilakukan karena akan berbenturan dengan regulasi teknis MotoGP dimana kedua pembalap tim pabrikan harus menggunakan jenis dan model motor yang sama. Namun, di tingkat tim satelit/independen, perubahan ini lebih mudah dilakukan. Cukup dengan pertukaran sederhana.
Selain itu, Ducati akan menyingkirkan masalah kecil dalam kontraknya. Fermín Aldeguer menandatangani kontrak yang mengharuskannya menggunakan peralatan terbaik pada tahun 2026, tetapi dengan pembekuan mesin, mustahil untuk menggantinya dengan yang sekarang tanpa mengambilnya dari orang lain. Pertukaran mesin Aldeguer dengan Di Giannantonio bisa menjadi solusinya.
Meskipun begitu jika alasannya adalah tingkat performa, ada pembalap yang lebih pantas. Ini adalah Álex Márquez, yang saat ini sementara berada di posisi kedua klasemen, telah memenangkan balapan MotoGP pertamanya, dan menjadi langganan podium.
Kita lihat saja keputusan akhir Ducati, karena akan ada tekanan juga pada tim VR46 untuk mempertahankan statusnya sebagai tim satelit Ducati Utama (Satelit – Factory). Karena, agak aneh jika mesin GP25 diberikan ke pembalap Gresini, namun status tim satelit-factory tetap dipegang oleh tim VR46. Atau jangan-jangan Aldeguer akan dipindah ke VR46 dan Diggia balik ke Gresini?
Skenario lain juga ada yakni dimana Ducati akan berkomitmen terhadap rencananya yang mereka sebutkan di awal musim 2025 ini yakni akan menyeragamkan motor ke-enam pembalapnya di musim 2026 dengan hanya menghomologasikan satu varian Ducati Desmosedici. Cuma kalo begini kira-kira GP24 atau GP25 yang akan dipilih? – @tmcblog






Gresini pantas naik pangkat jadi junior team Ducati penerus pramac karena kontribusinya gede,jadi kedua pbalapnya pake desmo terbaru,harusnya
Ya kalau udah sisa musim depan, all in gp25 aja semua
Bisa ketahuan, rider mana yg bener mana yg bosok (udah ada data gp25 2025 pecco dan digia)
Dan ga repot juga bedabedain printilan, print sebanyak mungkin, semua bisa pake
Buat apa? Itu cuman mau muasin ego fb marc (ngasih liat klu marc superior) ga guna banget klu podium nanti diisi satu rider ducati doang yaitu marc. Sedangkan yang lainnya susah payah buat masuk podium. Yakin dah mbah gigi jeli ngeliat masalah ini dan pasti punya solusi terbaik.
tajam ga tajam tumpul ga tumpul..
Lebih baik tahun 2026 pake GP25 aja semua.. satu data bisa dipake semuanya. Klo bisa nyontek punya marc.. klo bisa hahaha
Kalau dalam dunia MotoGP, nyontek data dan setup motor milik Marc sangat bisa, tapi apa ridernya bisa meniru gaya balap Marc? Nanti dulu
Biar tau ya mana skill nya yang bisa bersaing hehe
Kalau memang bener gp24 lebih stabil dan lebih jinak, bisa-bisa dominasi mm93 malah semakin mengerikan.
99,9%
Tajam ga tajam.. tumpul ga tumpul
Salah, seharusnya tajam lebih tajam, tumpul ga tumpul
Efisiensi anggaran
Lebih masuk akal tukar guling tim kayaknya Wak…Fermin ke VR46 Diggia balik Gresini, otomatis motornya ngikuti juga.
Untuk homologasi 2026 harusnya tetep pakai GP25 sih dengan mengusung “beberapa perubahan minor”.
Karena pemilihan homologasi 2026 kayaknya juga berpengaruh ke line up 2027…akan ada yg tetap di pabrikan yg sama tapi ganti seragam…IMHO
resmi petrux aka petrucian ttd kontrak dengan bmw
Untuk saat ini mesin gp24 yg paling pas
Torsi, power, n durabilitas dh cukup ga perlu d tambah didurabelkan lg macam gp25 malah timbul masalah sana sini
Entah kalau setelah paruh musim ducati nemu resep yg tepat buat mengoptimalkan gp25 bisa lain cerita
Komen susah
Saya tebak pke gp24
Walau andai gp25 udh nemu solusi d paruh kedua, mnurut saya masih kurang nendang buat atasi berbagai macam sirkuit d musim ini dbanding mesin gp24
Kalau milih gp24, berarti ducduc malahan mundur
Gp25 apakah semacam cryptonite buat non-marc?
MM93 itu pakai traktor sj bs kencang apalagi gp24 wkwkww